DETAIL KOLEKSI

Analisis komparatif mekanisme diversi dalam sistem peradilan pidana anaka di indonesia dan malaysia


Oleh : Jesica Gabriella Juventia Rorong

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Ramadhana Anindyajati

Kata Kunci : Juvenile criminal justice system, Diversion, Comparative study, Indonesia, Malaysia

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SHK_010002200160_Halaman-Judul.pdf
2. 2026_SK_SHK_010002200160_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_SHK_010002200160_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_SHK_010002200160_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_SHK_010002200160_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_SHK_010002200160_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SHK_010002200160_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SHK_010002200160_Bab-1.pdf
9. 2026_SK_SHK_010002200160_Bab-2.pdf
10. 2026_SK_SHK_010002200160_Bab-3.pdf
11. 2026_SK_SHK_010002200160_Bab-4.pdf
12. 2026_SK_SHK_010002200160_Bab-5.pdf
13. 2026_SK_SHK_010002200160_Daftar-Pustaka.pdf
14. 2026_SK_SHK_010002200160_Lampiran.pdf

P Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif mekanisme diversi dalam sistem peradilan pidana anak di indonesia dan malaysia dengan metode penelitian hukum normatif melalui pendekatan perbandingan hukum. hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua negara sama-sama mengedepankan keadilan restoratif dan kepentingan terbaik bagi anak sesuai konvensi hak-hak anak, serta melibatkan pihak ketiga dalam proses penyelesaian perkara. perbedaannya, indonesia mengatur diversi secara eksplisit dan wajib melalui undang-undang nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak, sedangkan malaysia menerapkannya melalui diskresi kepolisian dan program rehabilitasi sosial berdasarkan child act 2001. indonesia memiliki keunggulan berupa kepastian hukum yang kuat, namun masih menghadapi kendala pada pemahaman aparat dan penerimaan masyarakat. sebaliknya, malaysia lebih fleksibel dalam penanganan perkara, tetapi belum memiliki regulasi diversi yang formal dan terintegrasi. penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas aparat penegak hukum di indonesia serta pembentukan regulasi diversi yang lebih komprehensif di malaysia guna memperkuat perlindungan hak anak dan kepastian hukum.

T This study aims to conduct a comparative analysis of diversion mechanisms within the juvenile justice systems of indonesia and malaysia, employing a normative legal research method with a comparative legal approach. the findings indicate that both countries prioritize restorative justice and the best interests of the child—in accordance with the convention on the rights of the child—and involve third parties in the case resolution process. the distinction lies in the fact that indonesia mandates diversion explicitly through law number 11 of 2012 concerning the juvenile criminal justice system, whereas malaysia implements it through police discretion and social rehabilitation programs under the child act 2001. indonesia benefits from strong legal certainty but faces challenges regarding the understanding of officials and public acceptance. conversely, malaysia offers greater flexibility in case handling but lacks formal, integrated diversion regulations. this study recommends enhancing the capacity of law enforcement officials in indonesia and establishing more comprehensive diversion regulations in malaysia to strengthen the protection of children\\\'s rights and ensure legal certainty.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?