Analisis pertimbangan hakim pada kasus narkotika terkait pidana penjara atau rehabilitasi (studi putusan nomor 364/pid.sus/2022/pn mnd)
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Ramadhana Anindyajati
Kata Kunci : Judges\\\' Consideration, Narcotics Abuser, Rehabilitation, Indonesian Criminal Justice System.
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SHK_010002200015_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2026_SK_SHK_010002200015_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SHK_010002200015_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SHK_010002200015_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SHK_010002200015_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_SHK_010002200015_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SHK_010002200015_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_SHK_010002200015_Bab-1.pdf | ||
| 9. | 2026_SK_SHK_010002200015_Bab-2.pdf |
|
|
| 10. | 2026_SK_SHK_010002200015_Bab-3.pdf |
|
|
| 11. | 2026_SK_SHK_010002200015_Bab-4.pdf |
|
|
| 12. | 2026_SK_SHK_010002200015_Bab-5.pdf | ||
| 13. | 2026_SK_SHK_010002200015_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 14. | 2026_SK_SHK_010002200015_Lampiran.pdf |
|
U Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika memberikan peluang bagi pecandu atau penyalahguna narkotika untuk menjalani rehabilitasi medis maupun sosial sebagai alternatif pidana penjara. namun, dalam praktik peradilan, penerapan rehabilitasi belum sepenuhnya optimal karena hakim lebih cenderung menjatuhkan pidana penjara meskipun terdakwa hanya sebagai pengguna. permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan hakim dalam membuktikan perbuatan terdakwa serta alasan hakim menjatuhkan pidana penjara dibandingkan rehabilitasi pada putusan nomor 364/pid.sus/2022/pn mnd, dan bagaimana implikasinya terhadap kebijakan rehabilitasi bagi pengguna narkotika di indonesia. penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan dan analisis terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. hasil penelitian menunjukkan bahwa majelis hakim dalam putusan tersebut telah menilai unsur pasal 127 ayat (1) huruf a uu narkotika terpenuhi, namun tetap menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan tanpa mempertimbangkan hasil asesmen yang merekomendasikan rehabilitasi rawat jalan. hakim masih menitikberatkan pada aspek represif dibandingkan pendekatan rehabilitatif sebagaimana diatur dalam sema nomor 4 tahun 2010 dan pasal 103 uu narkotika.
L Law number 35 of 2009 on narcotics provides opportunities for addicts and narcotics abusers to undergo medical and social rehabilitation as an alternative to imprisonment. however, in judicial practice, the application of rehabilitation has not been fully optimized, as judges tend to impose prison sentences even when the defendant is merely a user. the problem addressed in this study concerns how judges consider and establish evidence of the defendant’s actions, as well as the reasons for imposing imprisonment rather than rehabilitation in decision number 364/pid.sus/2022/pn mnd, and its implications for rehabilitation policies for narcotics users in indonesia. this study employs a normative legal research method with a descriptive-analytical approach through literature review and analysis of primary, secondary, and tertiary legal materials. the results indicate that the panel of judges found the elements of article 127 paragraph (1) letter a of the narcotics law to be fulfilled, yet still imposed a prison sentence of 1 year and 6 months without considering the assessment results recommending outpatient rehabilitation. the judges continue to emphasize a repressive approach over a rehabilitative one, as regulated in supreme court circular letter number 4 of 2010 and article 103 of the narcotics law.