Perancangan kawasan penunjang wisata religi ampel di surabaya dengan pendekatan adaptive reuse
Penerbit : FTSP - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Nurhikmah Budi Hartanti
Pembimbing 2 : Ardilla Jefri Karista
Kata Kunci : Religious Tourism, Ampel, Adaptive Reuse, Islam, Transformation
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SAR_052002200017_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2026_SK_SAR_052002200017_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SAR_052002200017_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SAR_052002200017_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SAR_052002200017_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_SAR_052002200017_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SAR_052002200017_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_SAR_052002200017_Bab-1.pdf | ||
| 9. | 2026_SK_SAR_052002200017_Bab-2.pdf |
|
|
| 10. | 2026_SK_SAR_052002200017_Bab-3.pdf |
|
|
| 11. | 2026_SK_SAR_052002200017_Bab-4.pdf |
|
|
| 12. | 2026_SK_SAR_052002200017_Bab-5.pdf | ||
| 13. | 2026_SK_SAR_052002200017_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 14. | 2026_SK_SAR_052002200017_Lampiran.pdf |
|
K Kawasan ampel merupakan kawasan di bagian utara kota surabaya yang dikenal sebagaiwisata religi serta menjadi titik persebaran agama islam di jawa oleh walisongo. kawasanampel termasuk wilayah yang akan dikembangkan sebagai kawasan wisata menampungkegiatan ibadah, wisata kuliner, perdagangan, wisata religi, sampai perbukuan. namun, sejaktahun 1927, terdapat sebuah lahan rumah potong hewan, yang memiliki 5 bangunan cagarbudaya, di tengah kawasan religi ini. wali kota surabaya merasa tidak sesuai dengan adanyarumah potong babi pada kawasan ampel dan menyampaikan tujuan pemindahannya adalahbagian dari rencana pemerintah kota surabaya dalam melakukan penataan kawasan wisatareligi ampel. hal ini menunjukkan ketidaksesuaian antara fungsi bangunan dengan karakterdan identitas kawasan religi islam di sekitarnya.konteks tersebut mengarah kepada kebutuhan transformasi fungsi lahan rumah potong hewanmenjadi fungsi lahan yang lebih mendukung kegiatan wisata religi. dengan adanya bangunancagar budaya pada lahan, pembongkaran bukan opsi yang memungkinkan. melalui pendekatanadaptive reuse, transformasi fungsi dapat dilaksanakan sesuai prinsip-prinsip yangmengharuskan pelestarian bangunan cagar budaya pada perancangan. pendekatan inimenunjukkan berbagai metode untuk tetap mempertahankan nilai historis dan kultural melaluipemanfaatan kembali struktur, memori tempat, serta karakter spasial eksisting, padaperancangan fungsi baru.
T The ampel area, located in the northern part of surabaya, is renowned as a religious tourism destination and a historical hub from which the *walisongo* (nine saints) propagated islam across java. it is slated for development into a tourism zone accommodating religious worship, culinary experiences, commerce, religious tourism, and even the book trade. however, a slaughterhouse complex—containing five designated cultural heritage buildings—has occupied a site within this religious district since 1927. the mayor of surabaya deemed the presence of a pork slaughterhouse incompatible with the ampel area, stating that its relocation is part of the city government\\\'s plan to reorganize the ampel religious tourism zone. this situation highlights a conflict between the facility\\\'s function and the character and identity of the surrounding islamic religious district.this context necessitates transforming the slaughterhouse site into a use that better supports religious tourism activities. given the presence of cultural heritage buildings on the site, demolition is not a viable option. an \\\"adaptive reuse\\\" approach allows for this functional transformation while adhering to principles that mandate the preservation of the heritage structures within the design. this approach offers various methods to maintain historical and cultural value by repurposing existing structures, preserving the \\\"memory of place,\\\" and retaining the site\\\'s spatial character in the design of the new function.