Analisis efektivitas instrumen moneter syariah terhadap inflasi di indonesia
Penerbit : FEB - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Lavlimatria Esya
Kata Kunci : Islamic Monetary Instruments; Inflation; SBSN; FASBIS; PUAS; GWM
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SEP_021002201008_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2026_SK_SEP_021002201008_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SEP_021002201008_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SEP_021002201008_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SEP_021002201008_Lembar-Pengesahan.pdf | 4 | |
| 6. | 2026_SK_SEP_021002201008_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SEP_021002201008_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_SEP_021002201008_Bab-1.pdf | ||
| 9. | 2026_SK_SEP_021002201008_Bab-2.pdf |
|
|
| 10. | 2026_SK_SEP_021002201008_Bab-3.pdf |
|
|
| 11. | 2026_SK_SEP_021002201008_Bab-4.pdf |
|
|
| 12. | 2026_SK_SEP_021002201008_Bab-5.pdf | ||
| 13. | 2026_SK_SEP_021002201008_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 14. | 2026_SK_SEP_021002201008_Lampiran.pdf |
|
P Penelitian ini menganalisis efektivitas instrumen moneter syariah terhadapinflasi di indonesia, dengan menggunakan variabel independent sebagai berikut:surat berharga syariah negara (sbsn), fasilitas simpanan bank indonesiasyariah (fasbis), pasar uang antar bank syariah (puas), dan giro wajibminimum (gwm). penelitian menggunakan data sekunder bulanan periodejanuari 2019 hingga agustus 2025 yang diperoleh dari bank indonesia, otoritasjasa keuangan, dan badan pusat statistik. metodologi yang diterapkan adalahmetode vector auto regression (var) atau vector error correction model(vecm) dengan melakukan beberapa uji prasyarat yaitu uji stasioneritas, ujikointegrasi, dan uji panjang lag. hasil uji prasyarat menunjukkan bahwa modelyang sesuai adalah vecm untuk menganalisis dinamika jangka pendek danjangka panjang antar variabel. hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangkapendek, sbsn dan puas berpengaruh negatif signifikan terhadap inflasi,sedangkan fasbis berpengaruh positif signifikan. sebaliknya, dalam jangkapanjang, fasbis memiliki pengaruh negatif signifikan, sementara puasberpengaruh positif signifikan. variabel sbsn dan gwm tidak memilikipengaruh signifikan terhadap inflasi dalam jangka panjang. dalam hal ini, sbsnefektif sebagai instrumen pengendalian jangka paendek, sedangkan fasbisefektif untuk jangka panjang. penelitian ini merekomendasikan bank indonesiauntuk memperketat peraturan likuiditas melalui fasbis dan mengembangkaninstrumen pasar uang untuk mencapai kebijakan moneter inklusif yang sejalandengan prinsip syariah.
T This study analyzes the effectiveness of islamic monetary instruments oninflation in indonesia, using the following independent variables: islamicgovernment securities (sbsn), bank indonesia islamic deposit facility(fasbis), islamic interbank money market (puas), and minimum reserverequirement (gwm). the study uses monthly secondary data from january 2019to august 2025 obtained from bank indonesia, the financial services authority,and the central statistics agency. the methodology applied is the vector autoregression (var) or vector error correction model (vecm) method byconducting several prerequisite tests, namely stationarity, cointegration, and laglength tests. the results of the prerequisite tests indicate that the appropriatemodel is vecm to analyze the short-term and long-term dynamics betweenvariables. the results of the study show that in the short term, sbsn and puashave a significant negative effect on inflation, while fasbis has a significantpositive effect. conversely, in the long term, fasbis has a significant negativeeffect, while puas has a significant positive effect. sbsn and gwm variableshave no significant effect on inflation in the long term. in this case, sbsn iseffective as a short-term control instrument, while fasbis is effective for thelong term. this study recommends that bank indonesia tighten liquidityregulations through fasbis and develop money market instruments to achieve aninclusive monetary policy in line with sharia principles.