Pemilihan partner potensial pada bahan baku kimia produk fatigon kaplet berdasarkan metode analytical hierarchy process dan promethee di PT. Dankos Laboratories Tbk.
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2004
Pembimbing 1 : Tiena Gustina Amran
Pembimbing 2 : Dadang Surjasa
Subyek : Matrial handling;Production control;Analytical hierarchy process - industrial engineering;Industrial management
Kata Kunci : potential partners, raw materials, chemicals, products, Fatigon caplets, Analytical Hierarchy Proces
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2004_TA_STI_06300096_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2004_TA_STI_06300096_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2004_TA_STI_06300096_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2004_TA_STI_06300096_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf |
|
|
| 5. | 2004_TA_STI_06300096_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2004_TA_STI_06300096_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 2004_TA_STI_06300096_Bab-5_Analisa.pdf |
|
|
| 8. | 2004_TA_STI_06300096_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 9. | 2004_TA_STI_06300096_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 10. | 2004_TA_STI_06300096_Lampiran.pdf |
|
S Suppliers adalah salah satu sumber yang menyediakan bahan pertama, seperti bahan baku, bahan mentah, bahan penolong, bahan dagangan, subassemblies, suku cadang, dan sebagainya, serta merupakan mata rantai pertama dimana penyaluran barang selanjutnya akan mulai. Oleh karena itu, PT. Dankos Laboratories Tbk. yang merupakan Fatah satu perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia merasa perlu memperhatikan mata rantai pertama ini, yaitu dengan memiliki atau mencari supplier I partner yang potensial bagi kebutuhan bahan baku perusahaan. Fatigon Kaplet merupakan salah satu produk yang dihasilkan perusahaan dan sapgat diminati konsumen pada beberapa bulan terakhir ini. Sehingga perusiThaan merasa semakin perlu melakukan pemilihan supplier yang potensial bagi bahan baku produk tersebut. Dan Vitamin E 50% adalah salah satu bahan baku kimia yang signifikan pada produk ini, rcarena termasuk dalam Klasifikasi Pareto, yaitu Klasifikasi A dimana memiliki 80% nilai penggunaan bahan baku kimia dan hanya memiliki 20% jumlah persediaan bailan baku kimia. Adapun pemasok-pemasok dari Vitamin l 50% itu adalah PT. Tigaka astrindo Perkasa (M1), PT. Signa Husada (M2), PT. Menjangan Sakti (M3), dan PT. Merck Tbk (M4). Setelah itu, dalam pemilihan partner potensial ini digunakan dua pendelcatan metode yang dirasakan cukup baik untuk mengetahui partner mana yang terlebih dahulu dapat diajak kerjasama. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) merupakan metode pertama yang digunakan dalam penelitian ini dimana metode ini menggunakan persepsi manusia sebagai dasar dari pemilihan alternatif tersebut. Sehingga wawancara dan pembagian kuesionerpun dilakukan pada pihak-pihak yang berkepentingan, seperti PPIC lvianagcr, Purchasing Manager, dan Supervisor GBB, untuk mendapatkan nilai bobot dad masing-masing pihak tersebut. Dad basil wawancara diperoleh 7 kriteria dan 25 subkriteria dalam pemilihan supplier/partner potensial ini. Dan dari hasil kuesioner diperoleh nilai prioritas bobot yang dipentingkan terhadap kriteria, yaitu kriteria kualitas (0.309), ketepatan pengiriman (0.153), keramahan terhadap lingkungan (0.126), customer care (0.121), keselamatan dan ketepatan kerja (0.120), ketepatan jumlah (0.113), dan harga (0.058). Sedangkan hasil pengurutan prioritas bagi keempat alternatif tersebut adalah M1 dengan 0.303, M3 (0.287), M2 (0.207), dan M4 (0.203). 'Analisa sensitivitas juga dilakukan untuk mengetahui apabila terjadi perubahan persepsi pada semua bobot subkriteria, dan hasilnya dalam penelitian ini menunjukkan bahwa M1 tetap menjadi prioritas pertama. Kemudian para pengambil keputusan tersebut juga merasa perlu menggunallan data aktual dari masing-masing alternatif terhadap kriteria-kriteria itu seba.gai acuan yang cukup kuat untuk mendasari persepsi yang telah dibuatnya. Cara ini dapat dilakukan dengan menggunakan Prornethee sebagai metode kedua dimana metode ini menggunakan nilai kriteria dalam hubungan outranking dan pemilihan ti pe fungsi preferensi kr iteria beserta parameternya pada PT. Dankos Laboratories Tbk. Perhitungan nilai preferensi berpasangan antar alternatifpun dilakukan untuk memperoleh nilai indeks preferensi multikriteria, Promethee I (nilai leaving flow dan entering flow), dan Prornethee II (nilai net flow). Sehingga hasilnya (Promethee II) menunjukkan bahwa M1 (+0.268) tetap merupakan alternatif yang lebih baik dari alternatif lainnya terhadap semua kriteria, diikuti dengan M3 (+0.156), M2 (-0.1925), dan M4 (-0.232).
S Suppliers are sources that provide primary materials—such as raw materials, basic ingredients, auxiliary materials, merchandise, subassemblies, and spare parts—and represent the initial link in the supply chain. Consequently, PT Dankos Laboratories Tbk., a leading pharmaceutical company in Indonesia, recognizes the importance of this first link by actively seeking and securing potential suppliers or partners to meet its raw material requirements. Fatigon Caplets, a product manufactured by the company, have seen a significant surge in consumer demand over the past few months, making the selection of suitable suppliers for the product's raw materials increasingly critical. Vitamin E 50% is a key chemical raw material for this product; it falls under "Category A" of the Pareto classification, accounting for 80% of the total value of chemical raw material usage while representing only 20% of the total inventory volume. The suppliers for Vitamin E 50% are PT Tigaka Astrindo Perkasa (M1), PT Signa Husada (M2), PT Menjangan Sakti (M3), and PT Merck Tbk (M4). To identify the most suitable partner for collaboration, this study employs two distinct methodological approaches. The first is the Analytical Hierarchy Process (AHP), which utilizes human perception as the basis for evaluating alternatives. To determine the weighting factors, interviews were conducted and questionnaires were distributed to key stakeholders, including the PPIC Manager, the Purchasing Manager, and the GBB (Warehouse/Inventory) Supervisor. Through these interviews, 7 criteria and 25 sub-criteria were established for the selection of potential suppliers or partners. The questionnaire results yielded priority weights for the established criteria: quality (0.309), delivery punctuality (0.153), environmental friendliness (0.126), customer care (0.121), safety and operational accuracy (0.120), quantity accuracy (0.113), and price (0.058). The prioritization of the four alternatives resulted in the following rankings: M1 (0.303), M3 (0.287), M2 (0.207), and M4 (0.203). A sensitivity analysis was also conducted to assess the impact of potential changes in the perceived weights of the sub-criteria; the results indicate that M1 remains the top priority. Furthermore, the decision-makers deemed it necessary to incorporate actual data for each alternative—relative to the defined criteria—to provide a robust empirical basis for their initial perceptions. This was achieved by employing PROMETHEE as a secondary method, which utilizes criterion values ​​within an outranking framework, incorporating specific preference functions and their associated parameters, as applied to PT Dankos Laboratories Tbk. Pairwise preference values ​​between the alternatives were calculated to derive multi-criteria preference indices, including PROMETHEE I (leaving flow and entering flow values) and PROMETHEE II (net flow values). The final results (via PROMETHEE II) confirm that M1 (+0.268) remains the superior alternative across all criteria, followed by M3 (+0.156), M2 (-0.1925), and M4 (-0.232).