DETAIL KOLEKSI

Perlindungan konsumen atas ketiadaan label tidak halal pada produk makanan siap saji \\\"ayam goreng widuran\\\"


Oleh : Amirah Najla Khalda

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Sharda Abrianti

Kata Kunci : Consumer Protection, Non-Halal Label, Ready to Eat Food Products

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SHK_010002200212_Halaman-Judul.pdf
2. 2026_SK_SHK_010002200212_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_SHK_010002200212_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_SHK_010002200212_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_SHK_010002200212_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_SHK_010002200212_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SHK_010002200212_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SHK_010002200212_Bab-1.pdf
9. 2026_SK_SHK_010002200212_Bab-2.pdf
10. 2026_SK_SHK_010002200212_Bab-3.pdf
11. 2026_SK_SHK_010002200212_Bab-4.pdf
12. 2026_SK_SHK_010002200212_Bab-5.pdf
13. 2026_SK_SHK_010002200212_Daftar-Pustaka.pdf
14. 2026_SK_SHK_010002200212_Lampiran.pdf

K Ketiadaan pencantuman keterangan mengenai label tidak halal pada produk makanan siap saji ayam goreng widuran menimbulkan permasalahan hukum karena konsumen tidak memperoleh informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai produk yang dikonsumsi. permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana peran pemerintah dalam melakukan pengawasan atas kewajiban pelaku usaha untuk mencantumkan label tidak halal menurut peraturan perundang-undangan serta bagaimana perlindungan hukum terhadap konsumen yang dirugikan oleh pelaku usaha ayam goreng widuran tersebut. metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif, bersifat deskriptif, menggunakan data sekunder yang didukung dengan wawancara, cara pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, data dianalisis secara kualitatif dan kesimpulan ditarik secara deduktif. hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya preventif pemerintah belum optimal karena masih bersifat reaktif setelah adanya pengaduan masyarakat. di sisi lain, pemerintah telah melakukan upaya represif setelah pelanggaran terjadi. perlindungan hukum bagi konsumen yang dirugikan akibat tidak dicantumkannya keterangan tidak halal belum sepenuhnya terwujud karena tidak terlihat adanya upaya konsumen untuk menempuh penyelesaian sengketa melalui jalur litigasi maupun nonlitigasi sebagaimana diatur dalam pasal 45 ayat (1) dan ayat (2) undang-undang perlindungan konsumen.

T The absence of a non-halal label on ready-to-eat food products sold by ayam goreng widuran gives rise to legal issues because consumers are deprived of accurate, clear, and truthful information regarding the products they consume. this study examines the government\\\'s role in supervising business actors\\\' compliance with the obligation to affix non-halal labels in accordance with the applicable laws and regulations, as well as the legal protection available to consumers who suffer losses as a result of ayam goreng widuran\\\'s failure to provide such labeling. this research employs a normative legal research method with a descriptive approach, using secondary data supported by interviews. data were collected through library research, analyzed qualitatively, and conclusions were drawn using a deductive method. the findings indicate that the government\\\'s preventive measures have not yet been optimal, as they remain largely reactive and are implemented only after public complaints are received. on the other hand, the government has undertaken repressive measures following the occurrence of the violation. legal protection for consumers who suffer losses due to the absence of a non-halal label has not been fully realized, as there is no evidence that consumers have pursued dispute resolution through either litigation or non-litigation mechanisms, as provided under article 45 paragraphs (1) and (2) of the consumer protection law.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?