Kesejahteraan anak yang orang tuanya bercerai (studi putusan nomor: 600/pdt.g/2007/pa.bdg
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Indra Krestianto
Kata Kunci : Child Welfare, Best Interest Of The Child, Divorce, Parental Responsibility, Child Protection
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SHK_010002200213_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2026_SK_SHK_010002200213_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SHK_010002200213_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SHK_010002200213_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SHK_010002200213_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_SHK_010002200213_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SHK_010002200213_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_SHK_010002200213_Bab-1.pdf | ||
| 9. | 2026_SK_SHK_010002200213_Bab-2.pdf |
|
|
| 10. | 2026_SK_SHK_010002200213_Bab-3.pdf |
|
|
| 11. | 2026_SK_SHK_010002200213_Bab-4.pdf |
|
|
| 12. | 2026_SK_SHK_010002200213_Bab-5.pdf | ||
| 13. | 2026_SK_SHK_010002200213_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 14. | 2026_SK_SHK_010002200213_Lampiran.pdf |
|
( (e) perceraian orang tua merupakan fenomena yang semakin meningkat di masyarakat dan berdampak luas, tidak hanya pada pasangan yang bercerai tetapi juga pada anak-anak yang menjadi pihak paling rentan. penelitian ini menganalisis kesejahteraan anak pasca perceraian berdasarkan putusan nomor: 600/pdt.g/2007/pa.bdg serta kesesuaiannya dengan undang-undang no. 4 tahun 1979 tentang kesejahteraan anak dan undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. dengan metode sosio-legal dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data di kumpulkan melalui studi literatur dan wawancara dengan empat informan (anak, ibu, teman, dan psikolog). hasilnya, menunjukkan kesejahteraan anak atas nama jm belum optimal. anak mengalami gangguan kesehatan fisik, spiritual, sosial (gangguan kelekatan dan kepercayaan), ekonomi (nafkah tidak dibayar), dan trauma psikologis berat. ayah kandung melalaikan seluruh kewajibannya, bertentangan dengan pasal 41 huruf b undang-undang no. 1 tahun 1974, pasal 2 undang-undang nomor 4 tahun 1979, dan pasal 26 ayat (1) undang-undang nomor 35 tahun 2014. penelitian merekomendasikan penguatan penegakan hukum terhadap anak, peran aktif lembaga perlindungan anak, pendampingan psikologis berkelanjutan, serta sinergi lintas sektor guna menjamin hak dan kepentingan terbaik anak.
P Parental divorce is a phenomenon that is increasingly prevalent in society and has broad impacts, not only on the divorcing couple but also on children, who are the most vulnerable parties. this research analyzes child welfare after divorce based on decision number: 600/pdt.g/2007/pa.bdg and its conformity with law no. 4 of 1979 concerning child welfare and law no. 35 of 2014 concerning child protection. using a socio-legal method with a descriptive qualitative approach, data were collected through literature studies and interviews with four informants (the child, the mother, a friend, and a psychologist). the results show that the welfare of the child named jm has not been optimal. the child experiences physical, spiritual, and social health disturbances (attachment and trust issues), economic difficulties (unpaid child support), and severe psychological trauma. the biological father neglected all of his obligations, contradicting article 41 letter b of law no. 1 of 1974, article 2 of law no. 4 of 1979, and article 26 paragraph (1) of law no. 35 of 2014. this research recommends strengthening law enforcement for children, the active role of child protection institutions, continuous psychological support, and cross-sector synergy to ensure children\\\'s rights and the best interests of the child.