Pengendalian pemanfaatan ruang pembangunan kawasan idustri terpadu pollux technopolis karawang
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Meta Indah Budhianti
Kata Kunci : Spatial Utilization Control, Industrial Area, Spatial Planning, Authority of Local Government, Admin
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SHK_010002200140_Halaman-Judul.pdf | 11 | |
| 2. | 2026_SK_SHK_010002200140_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SHK_010002200140_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SHK_010002200140_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SHK_010002200140_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_SHK_010002200140_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SHK_010002200140_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_SHK_010002200140_Bab-1.pdf | 16 | |
| 9. | 2026_SK_SHK_010002200140_Bab-2.pdf | 29 |
|
| 10. | 2026_SK_SHK_010002200140_Bab-3.pdf | 15 |
|
| 11. | 2026_SK_SHK_010002200140_Bab-4.pdf | 19 |
|
| 12. | 2026_SK_SHK_010002200140_Bab-5.pdf | 2 | |
| 13. | 2026_SK_SHK_010002200140_Daftar-Pustaka.pdf | 5 | |
| 14. | 2026_SK_SHK_010002200140_Lampiran.pdf | 1 |
|
P Penelitian yuridis normatif ini mengkaji kewenangan pemerintah dalam pengendalian pemanfaatan ruang pada kawasan industri terpadu, khususnya dalam kasus pollux technopolis di kabupaten karawang, dengan mengacu pada undang-undang no. 26 tahun 2007, peraturan pemerintah no. 21 tahun 2021, dan peraturan daerah kabupaten karawang no. 2 tahun 2013 tentang rtrw 2011-2031. pengendalian pemanfaatan ruang dilaksanakan melalui instrumen zonasi, perizinan, insentif/disinsentif, dan sanksi administratif guna mewujudkan tata ruang yang tertib, seimbang, dan berkelanjutan berdasarkan asas keterpaduan, keserasian, serta kepastian hukum. kawasan industri yang dikelola perusahaan berizin diperuntukkan khusus bagi kegiatan manufaktur, sehingga berbeda secara fundamental dengan kawasan pusat bisnis yang berorientasi perdagangan dan jasa. namun, pt pollux lito karawang justru merencanakan pembangunan apartemen, hotel, dan fasilitas komersial di atas lahan berstatus zona industri dalam rtrw, yang secara nyata melanggar ketentuan zonasi yang berlaku. atas pelanggaran tersebut, pemerintah daerah kabupaten karawang berwenang memberikan sanksi administratif berupa pembatalan izin, dan melakukan penutupan lokasi demi melindungi kepentingan umum, kelestarian lingkungan, dan keselarasan pembangunan dengan rencana tata ruang nasional maupun daerah.
T This normative juridical research examines the government’s authority in controlling spatial utilization within integrated industrial areas, particularly in the case of pollux technopolis in karawang regency, by referring to law number 26 of 2007, government regulation number 21 of 2021, and karawang regency regional regulation number 2 of 2013 concerning the 2011–2031 regional spatial plan (rtrw). spatial utilization control is carried out through zoning, licensing, incentives/disincentives, and administrative sanctions in order to achieve orderly, balanced, and sustainable spatial planning based on the principles of integration, harmony, and legal certainty. industrial areas managed by licensed companies are specifically designated for manufacturing activities, making them fundamentally different from central business districts that are oriented toward trade and service activities. however, pt pollux lito karawang planned the construction of apartments, hotels, and commercial facilities on land designated as an industrial zone under the regional spatial plan (rtrw), which clearly violated the applicable zoning regulations. in response to this violation, the karawang regency government has the authority to impose administrative sanctions in the form of permit revocation and site closure to protect the public interest, preserve environmental sustainability, and ensure that development remains consistent with national and regional spatial plans.