DETAIL KOLEKSI

Implikasi putusan pengadilan tata usaha negara jakarta nomor 604/g/2023/ptun.jkt terhadap keabsahan kepemimpinan mahkamah konstitusi periode 2023–2028


Oleh : Naura Kartono

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Muhammad Imam Nasef

Kata Kunci : Constitutional Court, State Administrative Court, Legal Status, Chief Justice of the Constitutional

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SHK_010002100306_Halaman-Judul.pdf
2. 2026_SK_SHK_010002100306_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_SHK_010002100306_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_SHK_010002100306_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_SHK_010002100306_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_SHK_010002100306_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SHK_010002100306_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SHK_010002100306_Bab-1.pdf
9. 2026_SK_SHK_010002100306_Bab-2.pdf
10. 2026_SK_SHK_010002100306_Bab-3.pdf
11. 2026_SK_SHK_010002100306_Bab-4.pdf
12. 2026_SK_SHK_010002100306_Bab-5.pdf
13. 2026_SK_SHK_010002100306_Daftar-Pustaka.pdf
14. 2026_SK_SHK_010002100306_Lampiran.pdf

M Mahkamah konstitusi (mk) menempati kedudukan sentral dalamsistem ketatanegaraan indonesia sebagai lembaga pengawal konstitusiyang putusannya bersifat final dan mengikat, sehingga independensi danlegitimasi kepemimpinannya menjadi isu yang krusial, sebagaimanatercermin dalam polemik pengangkatan suhartoyo sebagai ketuamahkamah konstitusi periode 2023-2028 pasca pemberhentian anwarusman oleh majelis kehormatan mahkamah konstitusi (mkmk) dangugatan yang diajukan ke pengadilan tata usaha negara (ptun)jakarta. penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pertimbanganhukum majelis hakim dalam putusan ptun jakarta nomor604/g/2023/ptun.jkt serta menganalisis implikasi hukum putusantersebut terhadap kedudukan ketua mahkamah konstitusi periode2023-2028. metode yang digunakan adalah penelitian hukum yuridisnormatif yang bersifat deskriptif, dengan data sekunder berupa peraturanperundang-undangan dan dokumen resmi yang dilengkapi wawancarapakar hukum tata negara, dianalisis secara kualitatif, serta penarikankesimpulan secara deduktif. hasil penelitian menunjukkan bahwa majelishakim ptun jakarta memutus perkara semata-mata atas dasarpengujian legalitas formal terhadap surat keputusan (sk) mk nomor 17tahun 2023 tentang pengangkatan suhartoyo, dan menemukan adanyacacat formil serta celah prosedural dalam penerbitannya, namun secarategas menolak tuntutan anwar usman untuk kembali menjabat ketuamahkamah konstitusi karena pemberhentiannya melalui putusan mkmknomor 02/mkmk/l/11/2023 merupakan produk penegakan hukum etikyang sah, final, dan mengikat, sehingga ptun membatasi diri hanya padapemulihan nama baik dan hak administratif anwar usman sebagai hakimkonstitusi biasa. implikasinya, kedudukan suhartoyo sebagai ketuamahkamah konstitusi periode 2023-2028 tetap sah secara de factomaupun de jure, karena kursi ketua mahkamah konstitusi tidak pernahkembali beralih kepada penggugat, dan mahkamah konstitusi meresponsputusan tersebut secara taktis dengan mencabut sk nomor 17 tahun2023 serta menerbitkan sk mk nomor 8 tahun 2024 yang mengukuhkankembali kedudukan suhartoyo hingga akhir masa jabatannya.

T The constitutional court (mahkamah konstitusi – mk) holds a central position in the indonesian constitutional system as the guardian of the constitution whose decisions are final and binding; thus, the independence and legitimacy of its leadership become crucial issues, as reflected in the polemic surrounding the appointment of suhartoyo as chief justice of the constitutional court for the 2023–2028 period following the dismissal of anwar usman by the constitutional court ethics council (majelis kehormatan mahkamah konstitusi – mkmk) and the lawsuit filed with the jakarta state administrative court (pengadilan tata usaha negara – ptun). this study aims to describe the legal considerations of the judicial panel in the jakarta ptun decision number 604/g/2023/ptun.jkt and to analyze the legal implications of the decision on the position of the chief justice of the constitutional court for the 2023–2028 period. the method utilized is normative juridical legal research with a descriptive nature, employing secondary data in the form of laws, regulations, and official documents supplemented by interviews with constitutional law experts, analyzed qualitatively, with deductive conclusions drawn. the results show that the jakarta ptun judicial panel decided the case solely based on a formal legality review of the constitutional court decree (sk) number 17 of 2023 regarding suhartoyo\\\'s appointment, finding formal defects and procedural gaps in its issuance; however, it explicitly rejected anwar usman\\\'s demand to be reinstated as chief justice because his dismissal through mkmk decision number 02/mkmk/l/11/2023 constituted a valid, final, and binding product of ethical law enforcement, leading the ptun to limit itself strictly to restoring anwar usman\\\'s reputation and administrative rights as an ordinary constitutional judge. consequently, suhartoyo\\\'s position as chief justice of the constitutional court for the 2023–2028 period remains valid both de facto and de jure, as the chief justice position was never transferred back to the plaintiff, and the constitutional court responded tactically to the decision by revoking decree number 17 of 2023 and issuing constitutional court decree number 8 of 2024, re-confirming suhartoyo’s position until the end of his term.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?