Usulan strategi pemasaran untuk menciptakan customer experiance dengan mengimplementasikan experiential marketing melalui 360 branding communication untuk memenangkan persaingan di martha tilaar salon & day spa
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 1999
Pembimbing 1 : Dorina Hetharia
Subyek : Marketing management;Industrial management;Customer services
Kata Kunci : marketing strategy, customer experience, experiential marketing, 360 branding, communication, Martha
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2003_TA_STI_06399012_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2003_TA_STI_06399012_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2003_TA_STI_06399012_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2003_TA_STI_06399012_Bab-2_Landasan-Teori.pdf |
|
|
| 5. | 2003_TA_STI_06399012_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2003_TA_STI_06399012_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 2003_TA_STI_06399012_Bab-5_Analisa-Hasil-dan-Pengolahan.pdf |
|
|
| 8. | 2003_TA_STI_06399012_Bab-6_Usulan-Perencanaan.pdf |
|
|
| 9. | 2003_TA_STI_06399012_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 10. | 2003_TA_STI_06399012_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 11. | 2003_TA_STI_06399012_Lampiran.pdf |
|
B Banyak yang belum menyadari bahwa pada saat ini konsumen dalam memilih produk tidak hanya berdasarkan pada keuntungan yang didapat dari suatu produk atau "feawre and benefit driven consumer" tetapi telah berkembang menjadi konsumen yang memiliki kebutuhan emosional sehingga akan mencari brand yang memberikan pengalaman yang tak terlupakan yang pada akhirnya menjadi bagian dari pengalaman hidup mereka. Perubahan inilah yang harus dipertimbangkan oleh Martha Tilaar Salon & Day Spa. sehingga dapat mempertahankan dan memperluas market share. Langkah pertama yang dilakukan adalah menyebarkan kuesioner pendahuluan yang berisi tentang nama tempat perawatan spa tradisional Jawa dan atribut yang dipertimbangkan. Dari hasil kuesioner pendahuluan didapatkan nama Taman Sari Royal Heritage, Martha Tilaar Salon & Day Spa dan Gaya Spa, serta 10 atribut yang dipertimbangkan dalam memilih tempat spa tradisional Jawa. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan wawancara terstruktur yang sebelumnya telah dilakukan pre-test terlebih dahulu. Jumlah wawancara terstruktur yang dilakukan dan lolos screening responden adalah 110 schedule. Perhitungan deskriptif frelcuensi dilakukan untuk mendapatkan tingkat awareness, persepsi responden dan media habit. Perhitungan analisa faktor dilakukan untuk mengelompokkan dan atribut-atribut yang dipentingkan responden. Perhitungan analisa K-means Cluster dan analisa diskirminan untuk mendapatkan pengelompokkan responden (segmentasi), pengujian tabulasi silang untuk mendapatkan karalcteristik segmen, pengolahan tingkat performansi Martha Tilaar Salon & Day Spa dengan tingkat kepentingan dan responden untuk mengetahui kinerja yang telah dilakukan oleh Martha Tilaar Salon & Day Spa, melakukan perhitungan analisa korespondensi untuk melihat posisi persaingan dan atribut yang dikuasai dan masing-masing Spa Tradisional Jawa serta melakukan pengujian psikografi responden dengan menggunakan VALS 2 untuk mendapatkan segmentasi berdasarkan minat, kebiasaan dan gaga hidup. Dari hasil analisa korespondensi dan diagram tingkat performansi dari Martha Tilaar Salon & Day Spa, didapatkan keadaan internal yang akan digunakan untuk analisis SWOT. Dan hasil pengolahan dan analisa data diketahui bahwa faktor emosional di Martha Tilaar Salon & Day Spa memiliki tingkat kepuasan yang rendah dan kalah dari kompetitornya. Pada kenyataannya faktor emosional tersebut merupakan faktor yang paling dipentingkan oleh target responden dalam memilih tempat spa. Untuk mengatasi hal tersebut maka disusun suatu usulan strategi pemasaran dengan metode experiential marketing melalui 3600 Branding Communication.
M Many have yet to realize that consumers no longer select products based solely on tangible benefits—moving beyond the "feature- and benefit-driven" mindset—but have evolved into individuals with emotional needs who seek brands offering unforgettable experiences that become part of their lives. Martha Tilaar Salon & Day Spa must consider this shift to maintain and expand its market share. The initial step involved distributing a preliminary questionnaire to identify traditional Javanese spa venues and the attributes considered when choosing them. This preliminary survey identified Taman Sari Royal Heritage, Martha Tilaar Salon & Day Spa, and Gaya Spa, along with 10 key attributes influencing the choice of a traditional Javanese spa. Subsequently, structured interviews were conducted, following a prior pre-test; a total of 110 interviews were successfully completed after respondent screening. Descriptive frequency analysis was performed to determine awareness levels, respondent perceptions, and media habits. Factor analysis was used to group the attributes prioritized by respondents. K-means cluster analysis and discriminant analysis were employed to segment respondents, while cross-tabulation identified segment characteristics. Performance levels of Martha Tilaar Salon & Day Spa were assessed against importance ratings to evaluate the brand's actual performance. Correspondence analysis was conducted to visualize competitive positioning and the specific attributes associated with each traditional Javanese spa. Finally, respondent psychographics were analyzed using the VALS 2 framework to segment the market based on interests, habits, and lifestyles. Insights from the correspondence analysis and performance diagrams provided the internal data necessary for a SWOT analysis. The data analysis revealed that Martha Tilaar Salon & Day Spa scored low on emotional satisfaction factors, trailing behind its competitors. In reality, emotional factors are the primary consideration for the target respondents when choosing a spa. To address this, a marketing strategy has been proposed utilizing the experiential marketing method through 360-degree brand communication.