DETAIL KOLEKSI

Wewenang satuan polisi pamong praja dalam penertiban pedagang kaki lima di kawasan pariwisata berdasarkan peraturan daerah kota bukittinggi nomor 2 tahun 2024


Oleh : Mochammad Defin Febrian Paulo

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Reni Dwi Purnomowati

Kata Kunci : Authority, Civil Service Police Unit (Satpol PP), Enforcement, Street Vendors.

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SHK_010002100254_Halaman-Judul.pdf 9
2. 2026_SK_SHK_010002100254_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_SHK_010002100254_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_SHK_010002100254_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_SHK_010002100254_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_SHK_010002100254_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SHK_010002100254_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SHK_010002100254_Bab-1.pdf 25
9. 2026_SK_SHK_010002100254_Bab-2.pdf 13
10. 2026_SK_SHK_010002100254_Bab-3.pdf 31
11. 2026_SK_SHK_010002100254_Bab-4.pdf 21
12. 2026_SK_SHK_010002100254_Bab-5.pdf 3
13. 2026_SK_SHK_010002100254_Daftar-Pustaka.pdf 4
14. 2026_SK_SHK_010002100254_Lampiran.pdf 8

B Berdasarkan data asosiasi pedagang kaki lima indonesia, jumlah pedagang kaki lima (pkl) di indonesia diperkirakan mencapai 22 hingga 22,9 juta orang, dengan salah satu kantong pkl terbanyak berada di kawasan pariwisata kota bukittinggi. pemerintah kota bukittinggi telah menerbitkan peraturan daerah nomor 2 tahun 2024 tentang ketenteraman dan ketertiban umum sebagai dasar hukum penertiban pkl di kawasan wisata, namun pelaksanaannya di lapangan masih menyisakan berbagai persoalan. permasalahan penelitian ini pertama, bagaimana wewenang satuan polisi pamong praja dalam penertiban pedagang kaki lima di kawasan pariwisata berdasarkan peraturan daerah kota bukittinggi nomor 2 tahun 2024? kedua, apa saja kendala/hambatan dalam pelaksanaan penertiban pedagang kaki lima di kawasan pariwisata kota bukittinggi? metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif analitis, dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan serta dianalisis secara kualitatif melalui metode deduktif. hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah kota bukittinggi, melalui satuan polisi pamong praja, telah menjalankan kewenangan pengawasan, pembinaan, sosialisasi, dan penertiban terhadap pkl, namun pelaksanaannya belum berjalan secara optimal karena masih terdapat kesenjangan antara tujuan normatif peraturan daerah dengan kondisi di lapangan. faktor-faktor penghambat penertiban meliputi minimnya sosialisasi yang berkelanjutan, keterbatasan sarana dan prasarana seperti lokasi relokasi, rendahnya kesadaran sebagian pkl untuk mematuhi aturan, serta lemahnya koordinasi antara pemerintah daerah, aparat penegak peraturan daerah, dan pkl.

B Based on data from the indonesian street vendors association, the number of street vendors (pedagang kaki lima/pkl) in indonesia is estimated to reach 22 to 22.9 million people, with one of the largest concentrations of street vendors located in the tourism areas of bukittinggi city. the bukittinggi city government has enacted regional regulation number 2 of 2024 concerning public peace and public order as a legal basis for regulating and controlling street vendors in tourism areas. however, its implementation in the field still presents various challenges. the research problems are, first, how is the authority of the civil service police unit (satuan polisi pamong praja/satpol pp) exercised in controlling street vendors in tourism areas based on bukittinggi city regional regulation number 2 of 2024? second, what are the obstacles or challenges encountered in the implementation of street vendor control in the tourism areas of bukittinggi city? the research method used is normative legal research with a descriptive-analytical approach, utilizing secondary data obtained through library research and analyzed qualitatively using a deductive method. the results of the research indicate that the bukittinggi city regional government, through the civil service police unit, has exercised its authority to supervise, provide guidance, conduct public outreach, and control street vendors. however, the implementation has not yet been optimal due to a gap between the normative objectives of the regional regulation and the conditions in the field. the factors hindering the control of street vendors include the lack of continuous public outreach, limited facilities and infrastructure, particularly the availability of relocation sites, low awareness among some street vendors of the obligation to comply with regulations, and weak coordination among the regional government, regional regulation enforcement officers, and street vendors.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?