DETAIL KOLEKSI

Perbandingan otoritas jasa keuangan indonesia dan monetary authority of singapore : analisis studi dari perspektif kelembagaan dan kewenangan


Oleh : Muhamad Dzaki Halim

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Eko Primananda

Kata Kunci : State Institutions, Financial Services Authority, Monetary Authority of Singapore, Comparative Law,

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SHK_010001900368_Halaman-Judul.pdf
2. 2026_SK_SHK_010001900368_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_SHK_010001900368_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_SHK_010001900368_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_SHK_010001900368_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_SHK_010001900368_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SHK_010001900368_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SHK_010001900368_Bab-1.pdf
9. 2026_SK_SHK_010001900368_Bab-2.pdf
10. 2026_SK_SHK_010001900368_Bab-3.pdf
11. 2026_SK_SHK_010001900368_Bab-4.pdf
12. 2026_SK_SHK_010001900368_Bab-5.pdf
13. 2026_SK_SHK_010001900368_Daftar-Pustaka.pdf
14. 2026_SK_SHK_010001900368_Lampiran.pdf

K Kelembagaan yang ideal merupakan salah satu prasyarat utama dalam mewujudkan sistem pengawasan sektor keuangan yang mampu menjaga stabilitas, integritas, dan kepercayaan publik terhadap sistem keuangan. perbandingan desain kelembagaan otoritas jasa keuangan (ojk) indonesia dengan monetary authority of singapore (mas) dalam perspektif perbandingan hukum tata negara. penelitian dilakukan untuk mengetahui persamaan, perbedaan, serta menentukan desain yang ideal bagi kelembagaan otoritas jasa keuangan di indonesia dalam melaksanakan fungsi pengaturan dan pengawasan di sektor jasa keuangan. metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan perbandingan hukum. data yang digunakan berupa bahan hukum primer dan sekunder yang dianalisi secara kualitatif. penelitian ini menunjukan bahwa otoritas jasa keuangan dan monetary authority of singapore sama-sama memiliki tujuan menjaga stabilitas sistem keuangan dan melindungi kepentingan masyarakat. namun terdapat perbedaan pada otoritas jasa keuangan yang dimana merupakan lembaga pengawas yang terpisah dari bank sentral, sedangkan monetary authority of singapore mengintegrasikan fungsi bank sentral dan pengawasan jasa keuangan dalam satu institusi. model monetary authority of singapore dinilai lebih baik dalam koordinasi kebijakan dan pengawasan, sementara otoritas jasa keuangan menghadapi tantangan koordinasi antarlembaga. oleh karena itu, penguatan indepedensi, akuntabilitas, dan koordinasi kelembagaan diperlukan untuk meningkatkan pengawasan yang ideal dalam sektor jasa keuangan di indonesia.

A An ideal institutional framework is one of the fundamental prerequisites for establishing a financial sector supervisory system capable of maintaining financial stability, institutional integrity, and public confidence in the financial system. this study examines the institutional design of indonesia’s financial services authority (otoritas jasa keuangan/ojk) and the monetary authority of singapore (mas) from the perspective of comparative constitutional law. the research aims to identify the similarities and differences between the two institutions and to determine the most appropriate institutional design for indonesia’s financial services authority in carrying out its regulatory and supervisory functions within the financial services sector. this study employs normative legal research using statutory and comparative law approaches. the data consist of primary and secondary legal materials, which are analyzed qualitatively. the findings indicate that both the financial services authority and the monetary authority of singapore share the common objective of maintaining financial system stability and protecting the public interest. however, they differ in their institutional structures. the financial services authority operates as an independent supervisory body separate from the central bank, whereas the monetary authority of singapore integrates the functions of the central bank and financial services supervision within a single institution. the monetary authority of singapore’s institutional model is considered more effective in terms of policy coordination and supervisory efficiency, while indonesia’s financial services authority continues to face challenges in inter-institutional coordination. therefore, strengthening institutional independence, accountability, and coordination is essential to achieving a more effective and ideal financial services supervisory system in indonesia.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?