Wewenang kepala daerah dalam proyek pembangunan jalan menurut undang-undang nomor 21 tahun 2001 tentang otonomi khusus bagi provinsi papua tahun 2019-2022
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Reni Dwi Purnomowati
Kata Kunci : Regional Autonomy Law, Governor’s Authority, Infrastructure, Papua
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SHK_010002200203_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2026_SK_SHK_010002200203_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SHK_010002200203_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SHK_010002200203_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SHK_010002200203_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_SHK_010002200203_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SHK_010002200203_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 2 | |
| 8. | 2026_SK_SHK_010002200203_Bab-1.pdf | ||
| 9. | 2026_SK_SHK_010002200203_Bab-2.pdf |
|
|
| 10. | 2026_SK_SHK_010002200203_Bab-3.pdf |
|
|
| 11. | 2026_SK_SHK_010002200203_Bab-4.pdf |
|
|
| 12. | 2026_SK_SHK_010002200203_Bab-5.pdf | ||
| 13. | 2026_SK_SHK_010002200203_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 14. | 2026_SK_SHK_010002200203_Lampiran.pdf |
|
P Provinsi papua merupakan daerah dengan otonomi khusus yang diberikan kewenangan yang luas kepada kepala daerahnya untuk mengelola urusan rumah tangga daerahnya secara mandiri, melalui dukungan berupa dana otonomi khusus. dalam praktiknya, pelaksanaan otonomi khusus oleh kepala daerah provinsi papua tidak berjalan dengan tepat yang ditunjukkan dengan kasus penyalahgunaan wewenang oleh gubernur lukas enembe dalam proyek pembangunan infrastruktur bagi beberapa wilayah di provinsi papua. penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, bersifat deskriptif, memanfaatkan data sekunder sebagai data utama didukung dengan data primer, dianalisis secara kualitatif serta menarik kesimpulan menggunakan logika deduktif. adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: apakah gubernur provinsi papua telah menjalankan kewenangannya dalam proyek pembangunan infrastruktur jalan di provinsi papua pada tahun 2019-2022 menurut undang-undang otonomi khusus provinsi papua dan bagaimana akibat hukum dari proyek pembangunan tersebut terhadap lukas enembe selaku gubernur provinsi papua. hasil penelitian menunjukkan bahwa gubernur lukas enembe tidak menggunakan kewenangannya sebagaimana mestinya dengan melanggar ketentuan pasal 14 huruf (j) uu otsus papua demi kepetingan pribadi dan berakibat hukum pada pelanggaran terhadap asas tidak menyalahgunakan wewenang dalam uu pemerintahan daerah
P Papua province is a region with special autonomy that grants broad authority to its regional head to independently manage the region\\\'s domestic affairs, supported by special autonomy funds. in practice, the implementation of special autonomy by the regional head of papua province has not been carried out properly. this is evidenced by the case of abuse of authority by governor lukas enembe in infrastructure development projects for several regions in papua province. this study employs a normative juridical method with a descriptive approach. it primarily utilizes secondary data, supported by primary data, which is analyzed qualitatively, with conclusions drawn using deductive logic. the research problem is formulated as follows: (1) has the governor of papua province properly exercised his authority in the road infrastructure development project in papua province during the period 2019–2022 in accordance with the special autonomy law for papua province? (2) what are the legal consequences of the aforementioned development project for lukas enembe as governor of papua province? the research findings indicate that governor lukas enembe did not exercise his authority as mandated. he violated the provisions of article 14 letter (j) of the papua special autonomy law (uu otsus papua) for personal gain. this violation resulted in legal consequences for breaching the principle of non-abuse of authority as stipulated in the regional government law.