DETAIL KOLEKSI

Perancangan animasi 2d edukatif tentang insecurity dalam kebebasan berpendapat di media sosial untuk generasi z


Oleh : Muhamad Rizki Aditya

Info Katalog

Penerbit : FSRD - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Wegig Murwonugroho

Pembimbing 2 : Tommy Hari Prihatanto

Kata Kunci : 2D animation, insecurity, freedom of expression, social media, Generation Z

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SDK_091302200008_Halaman-Judul.pdf 11
2. 2026_SK_SDK_091302200008_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_SDK_091302200008_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_SDK_091302200008_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_SDK_091302200008_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_SDK_091302200008_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SDK_091302200008_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SDK_091302200008_Bab-1.pdf 9
9. 2026_SK_SDK_091302200008_Bab-2.pdf 19
10. 2026_SK_SDK_091302200008_Bab-3.pdf 6
11. 2026_SK_SDK_091302200008_Bab-4.pdf 38
12. 2026_SK_SDK_091302200008_Bab-5.pdf 23
13. 2026_SK_SDK_091302200008_Bab-6.pdf 4
14. 2026_SK_SDK_091302200008_Daftar-Pustaka.pdf 7
15. 2026_SK_SDK_091302200008_Lampiran.pdf 2

M Media sosial telah menjadi ruang informasi utama bagi lebih dari 60% masyarakat indonesia, namun justru di ruang yang sama generasi z mengalami hambatan psikologis dalam berpartisipasi aktif. data penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 92% responden jarang atau tidak pernah menyuarakan pendapat meski aktif menggunakan media sosial setiap harinya, didorong oleh ketakutan terhadap hujatan, serangan massal warganet, dan ancaman hukum seperti uu ite. penelitian ini bertujuan merancang animasi 2d sebagai media edukasi yang meningkatkan kesadaran generasi z mengenai insecurity dalam berpendapat di media sosial sekaligus mendorong keberanian bersuara secara bijak, serta merancang media pendukung yang memperkuat penyampaian pesan tersebut. penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi tidak langsung, studi literatur, dan kuesioner, yang dianalisis menggunakan pendekatan 5w1h, analisis visual, dan analisis konten. hasil perancangan adalah animasi 2d berjudul bersuara dengan tagline \\\"berani bersuara. bijak berpendapat.\\\" yang menggabungkan narasi emosional melalui karakter niki dengan segmen infografis yang dipandu oleh alter ego niki, menyampaikan data fenomena insecurity dan tiga prinsip bersuara yang bijak. media pendukung yang dihasilkan meliputi poster utama, akun instagram dengan tiga seri carousel edukatif, serta lini merchandise berupa stiker, pin, dan totebag dengan identitas visual yang konsisten.

S Social media has become the primary source of information for more than 60% of indonesians, yet it is within this same space that generation z faces significant psychological barriers to active participation. research data shows that more than 92% of respondents rarely or never voice their opinions on social media despite daily active use, driven by fear of harassment, mass attacks from netizens, and legal threats such as the uu ite. this study aims to design a 2d animation as an educational medium that raises generation z\\\'s awareness of insecurity in expressing opinions on social media while encouraging them to speak up wisely, alongside supporting media that reinforce this message. the study employs a descriptive qualitative approach, with data collected through indirect observation, literature review, and a questionnaire, analyzed using the 5w1h method, visual analysis, and content analysis. the outcome is a 2d animation titled bersuara with the tagline \\\"berani bersuara. bijak berpendapat.\\\" (dare to speak up. express opinions speak with wisdom.), combining an emotional narrative through the character niki with an infographic segment guided by her alter ego, presenting data on the insecurity phenomenon and three principles for speaking up wisely. supporting media produced include a main poster, a dedicated instagram account featuring three educational carousel series, and a merchandise line of stickers, pins, and tote bags with a consistent visual identity.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?