Kewenangan menteri agama dalam menetapkan badan amil zakatnasional menurut undang-undang nomor 23 tahun 2011 tentangpengelolaan zakat (studi kasus di kota cilegon provinsi banten tahun2025)
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Reni Dwi Purnomowati
Kata Kunci : Regional Autonomy Law, Authority, BAZNAS, Cilegon City
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SHK_010002200138_Halaman-Judul.pdf | 9 | |
| 2. | 2026_SK_SHK_010002200138_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SHK_010002200138_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SHK_010002200138_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SHK_010002200138_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_SHK_010002200138_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SHK_010002200138_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_SHK_010002200138_Bab-1.pdf | 25 | |
| 9. | 2026_SK_SHK_010002200138_Bab-2.pdf | 37 |
|
| 10. | 2026_SK_SHK_010002200138_Bab-3.pdf | 28 |
|
| 11. | 2026_SK_SHK_010002200138_Bab-4.pdf | 13 |
|
| 12. | 2026_SK_SHK_010002200138_Bab-5.pdf | 3 | |
| 13. | 2026_SK_SHK_010002200138_Daftar-Pustaka.pdf | 4 | |
| 14. | 2026_SK_SHK_010002200138_Lampiran.pdf | 5 |
|
Z Zakat, sebagai salah satu rukun islam, memiliki peran ganda yang di manasebagai ibadah secara individu dan juga sebagai instrumen sosial ekonomiyang berpotensi untuk mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial.dalam hal ini pemerintah membentuk badan yang berfokus melakukanpengelolaan zakat, dimana kewenangan dalam pembentukan badanpengelola zakat ini di berikan kepada menteri agama. kewenangan menteriagama dalam menetapkan badan amil zakat nasional (baznas)merupakan kewenangan atribusi yang bersumber langsung dari pasal 15ayat (3) undang-undang nomor 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat,yang berbunyi sebagai berikut “baznas kabupaten/kota dibentuk olehmenteri atau pejabat yang ditunjuk atas usul bupati/walikota setelahmendapat pertimbangan baznasâ€. penelitian dilakukan dengan metodepenelitian hukum normatif, dengan data sekunder yang didukung olehwawancara dengan narasumber. sifat penelitian bersifat deskriptif danpenarikan kesimpulan dengan metode deduktif. berdasarkan hasil penelitianpemerintah daerah kota cilegon menghadapi kendala yang menghambatproses perubahan atau pencabutan peraturan daerah kota cilegon nomor4 tahun 2001 tentang pengelolaan zakat, infaq, dan shadaqah, yaituberupa padatnya program legislasi daerah (prolegda) dan rendahnya skalaprioritas terhadap harmonisasi peraturan daerah yang dianggap tidakmendesak, sehingga peraturan daerah kota cilegon nomor 4 tahun 2001tentang pengelolaan zakat, infaq, dan shadaqah hingga tahun 2025 masihterdaftar sebagai regulasi yang berlaku meskipun secara substantif telahkehilangan relevansi hukumnya.
Z Zakat, as one of the pillars of islam, serves a dual role:as an act of individual worship and as a socioeconomic instrumentwith the potential to reduce poverty and social inequality.in this regard, the government has established an agency dedicated tomanaging zakat, with the authority to establish thiszakat management agency granted to the minister of religious affairs. the minister’s authorityof religion in establishing the national zakat management agency (baznas)is an attributive authority derived directly from article 15,paragraph (3) of law no. 23 of 2011 on zakat management,which reads as follows: “the regency/city baznas is established bythe minister or a designated official upon the recommendation of the regent/mayor afterreceiving input from baznas.†this study was conducted using anormative legal research method, utilizing secondary data supplemented byinterviews with informants. this study is descriptive in nature anddraws conclusions using deductive methods. based on the research findings,the cilegon city government faces obstacles that hinderthe process of amending or repealing cilegon city regulation no.4 of 2001 concerning the management of zakat, infaq, and shadaqah, namelythe heavy workload of the regional legislation program (prolegda) and the lowpriority given to the harmonization of local regulations that are not consideredurgent, so that cilegon city local regulation no. 4 of 2001on the management of zakat, infaq, and shadaqah remains, through 2025,listed as a valid regulation even though, substantively, it haslost its legal relevance.