DETAIL KOLEKSI

Analisis yuridis terhadap pelanggaran syarat formil peninjauan kembali dalam perkara hak cipta berdasarkan putusan no. 41 pk/pdt.sus-hki/2021


Oleh : Stefani Natali Sezaria

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Ning Adiasih

Subyek : Copyright;Judicial Review;Legal Certainty;Commercial Court

Kata Kunci : Copyright, Legal Remedies, Cassation, Judicial Review, Legal Certainty, Commercial Court.

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SHK_010002200114_Halaman-Judul.pdf 8
2. 2026_SK_SHK_010002200114_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_SHK_010002200114_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_SHK_010002200114_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_SHK_010002200114_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_SHK_010002200114_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SHK_010002200114_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SHK_010002200114_Bab-1.pdf 16
9. 2026_SK_SHK_010002200114_Bab-2.pdf 30
10. 2026_SK_SHK_010002200114_Bab-3.pdf 18
11. 2026_SK_SHK_010002200114_Bab-4.pdf 23
12. 2026_SK_SHK_010002200114_Bab-5.pdf 2
13. 2026_SK_SHK_010002200114_Daftar-Pustaka.pdf 5
14. 2026_SK_SHK_010002200114_Lampiran.pdf 15

P Peninjauan kembali (pk) adalah proses hukum khusus yang hanya dapat digunakan dalam situasi tertentu. dalam kasus hak cipta, undang-undang nomor 28 tahun 2014 menyatakan bahwa satu-satunya pilihan hukum yang tersedia terhadap putusan pengadilan niaga adalah kasasi. namun, mahkamah agung, dalam keputusan nomor 41 pk/pdt.sus-hki/2021, mengizinkan pengajuan peninjauan yudisial, yang menimbulkan masalah tentang mengikuti aturan yang benar dan menjaga kejelasan serta kepastian hukum. studi ini meneliti bagaimana pilihan hukum bekerja dalam kasus hak cipta berdasarkan undang-undang nomor 28 tahun 2014 dan apa yang terjadi ketika aturan yang tepat untuk mengajukan peninjauan yudisial tidak diikuti. studi ini menggunakan metode penelitian hukum yang mendeskripsikan dan menjelaskan hukum, menggunakan undang-undang dan putusan pengadilan, khususnya keputusan nomor 41 pk/pdt.sus-hki/2021. temuan menunjukkan bahwa aturan untuk kasus hak cipta membatasi pilihan hukum pada kasasi, mengikuti prinsip bahwa hukum khusus lebih diutamakan daripada hukum umum. mengizinkan peninjauan yudisial yang tidak tercakup dalam hukum hak cipta melanggar aturan dan bertentangan dengan gagasan hukum utama seperti kepastian, finalitas keputusan pengadilan, dan gagasan bahwa setelah suatu kasus diputuskan, maka kasus tersebut selesai. oleh karena itu, penting untuk mengikuti aturan khusus untuk kasus hak cipta guna memastikan hukumnya jelas dan hak setiap orang terlindungi.

P Peninjauan kembali (pk) is an extraordinary legal remedy that may only be exercised under certain circumstances. in copyright cases, law number 28 of 2014 provides that the sole legal remedy available against a commercial court decision is cassation. however, the supreme court, through decision number 41 pk/pdt.sus-hki/2021, allowed the filing of a judicial review, raising concerns regarding compliance with the applicable legal provisions as well as the principles of clarity and legal certainty. this study examines the legal remedies available in copyright cases under law number 28 of 2014 and the legal implications of disregarding the applicable provisions governing the filing of a judicial review. this research employs a normative juridical method with a descriptive and explanatory approach, examining statutory provisions and court decisions, particularly supreme court decision number 41 pk/pdt.sus-hki/2021. the findings indicate that the legal provisions governing copyright cases limit the available legal remedy to cassation, in accordance with the principle of lex specialis derogat legi generali, whereby specific legal provisions prevail over general provisions. allowing a judicial review that is not provided for under copyright law constitutes a deviation from the applicable legal provisions and is inconsistent with fundamental legal principles, including legal certainty, the finality of court decisions, and the principle of res judicata pro veritate habetur. therefore, adherence to the specific legal provisions governing copyright cases is essential to ensure legal certainty and the protection of the rights of the parties.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?