DETAIL KOLEKSI

Kewenangan pemda kabupaten pohuwato provinsi gorontalo terhadap aktivitas pertambangan emas


Oleh : Aprilia Vania Katili

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Meta Indah Budhianti

Kata Kunci : Regional Autonomy, Local Government Authority, Unauthorized Gold Mining (PETI)

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SHK_010002100054_Halaman-Judul.pdf 9
2. 2026_SK_SHK_010002100054_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_SHK_010002100054_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_SHK_010002100054_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_SHK_010002100054_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_SHK_010002100054_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SHK_010002100054_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SHK_010002100054_Bab-1.pdf 17
9. 2026_SK_SHK_010002100054_Bab-2.pdf 32
10. 2026_SK_SHK_010002100054_Bab-3.pdf 21
11. 2026_SK_SHK_010002100054_Bab-4.pdf 30
12. 2026_SK_SHK_010002100054_Bab-5.pdf 3
13. 2026_SK_SHK_010002100054_Daftar-Pustaka.pdf 6
14. 2026_SK_SHK_010002100054_Lampiran.pdf 3

P Perubahan kewenangan di bidang pertambangan setelah berlakunya undang-undang nomor 3 tahun 2020 mengakibatkan terbatasnya kewenangan pemerintah daerah kabupaten pohuwato dalam menangani aktivitas pertambangan emas tanpa izin (peti).penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kewenangan pemerintah daerah kabupaten pohuwato terhadap aktivitas pertambangan emas tanpa izin (peti) pasca berlakunya undang-undang nomor 3 tahun 2020 serta faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaannya. penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum yuridisnormatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual yang didukung data primer melalui wawancara, sedangkan data dianalisis secara kualitatif dengan metode penarikan kesimpulan secara deduktif. hasil penelitian menunjukkan bahwa kewenangan pemerintah kabupaten dalam sektor pertambangan menjadi terbatas karena kewenangan perizinan beralih kepada pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, namun pemerintah daerah kabupaten pohuwato tetap berperan dalam koordinasi, pembinaan, dan pengawasan sesuai kewenangannya. pelaksanaan kewenangan tersebut masih menghadapi kendala berupa keterbatasan kewenangan, lemahnya koordinasi antar lembaga, dan faktor ekonomi masyarakat sehingga diperlukan penguatan koordinasi serta pengawasan agar penanganan aktivitas peti dapatberjalan lebih efektif.

C Changes in mining authority following the enactment of law number 3 of 2020 have limited the authority of the pohuwato regency government in handling illegal gold mining (peti).this study aims to analyze the authority of the pohuwato regency government regarding illegal gold mining (peti) after the enactment of law number 3 of 2020 and the factors influencing its implementation.this study uses a normative juridical legal research method with a statutory and conceptual approach supported by primary data through interviews.the data was analyzed qualitatively using a deductive method of drawing conclusions. the results indicate that the district government\\\'s authority in the mining sector has become limited due to the transfer of licensing authority to the central and provincial governments. however, the pohuwato regency government continues to play a role in coordination, guidance, and supervision within its authority. the implementation of this authority still faces obstacles in the form of limited authority, weak coordination between institutions, and economic factors in the community. therefore, strengthening coordination and supervision is necessary to ensure more effective handling of illegal mining activities.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?