Persesuaian alat bukti dalam memberikan putusan rehabilitasi bagi terdakwa pengguna narkotika (studi putusan pengadilan negeri painan nomor 1/pid.sus/2022/pn.pnn)
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Setiyono
Kata Kunci : Special Criminal Law, Criminal Procedure Law, Evidence, Narcotics, Judicial Decision, Law Number 35
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SHK_010002100489_Halaman-Judul.pdf | 7 | |
| 2. | 2026_SK_SHK_010002100489_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SHK_010002100489_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SHK_010002100489_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SHK_010002100489_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_SHK_010002100489_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SHK_010002100489_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_SHK_010002100489_Bab-1.pdf | 15 | |
| 9. | 2026_SK_SHK_010002100489_Bab-2.pdf | 38 |
|
| 10. | 2026_SK_SHK_010002100489_Bab-3.pdf | 3 |
|
| 11. | 2026_SK_SHK_010002100489_Bab-4.pdf | 10 |
|
| 12. | 2026_SK_SHK_010002100489_Bab-5.pdf | 4 | |
| 13. | 2026_SK_SHK_010002100489_Daftar-Pustaka.pdf | 4 | |
| 14. | 2026_SK_SHK_010002100489_Lampiran.pdf | 2 |
|
S Skripsi ini mengkaji pertimbangan majelis hakim dalam menilai persesuaian alat bukti pada perkara nomor 1/pid.sus/2022/pn.pnn. dalam sistem peradilan pidana, hakim memiliki kewajiban untuk menjatuhkan putusan berdasarkan alat bukti yang sah menurut pasal 183 dan 184 kitab undang-undang hukum acara pidana (kuhap), serta mempertimbangkan persesuaian dan keterkaitan antara satu alat bukti dengan yang lainnya. kerap terjadi adanya putusan yang tidak mempertimbangkan persesuaian alat bukti yang berdasarkan ketentuan pada surat edaran mahkamah agung nomor 4 tahun 2010 terkait pemberian rehabilitasi bagi pengguna narkotika. penelitian ini difokuskan pada penilaian terhadap aspek persesuaian alat bukti, khususnya dalam konteks rehabilitasi pengguna narkotika dengan jumlah barang bukti yang berada di bawah ambang batas rehabilitasi sebagaimana ditentukan dalam sema nomor 4 tahun 2010. metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan normatif-deskriptif dengan teknik analisis deduktif, menggunakan data sekunder dari studi kepustakaan dan data primer berupa putusan pengadilan dan wawancara. hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perkara a quo, hakim menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa yang secara hukum memenuhi seluruh syarat untuk diberikan rehabilitasi. tindakan tersebut mencerminkan adanya ketidaksesuaian penerapan hukum, terutama karena hakim tidak mempertimbangkan secara tepat gramasi narkotika dan alat bukti lain yang telah menunjukkan persesuaian. temuan ini menunjukkan perlunya konsistensi hakim dalam menerapkan ketentuan perundang-undangan, serta pentingnya pendekatan yang menjunjung asas keadilan substantif dalam perkara tindak pidana narkotika ringan.
T This undergraduate thesis examines the judges\\\' panel considerations in assessing the consistency of evidence in case number 1/pid.sus/2022/pn.pnn. within the criminal justice system, judges are obligated to render judgments based on valid evidence pursuant to articles 183 and 184 of the criminal procedure code (kuhap), as well as to consider the correlation and interconnectedness between pieces of evidence. judgments frequently overlook the consistency of evidence in accordance with the provisions of the supreme court circular letter (sema) number 4 of 2010 concerning the provision of rehabilitation for narcotics users. this study focuses on assessing the aspect of evidence consistency, particularly within the context of rehabilitation for narcotics users whose amount of physical evidence falls below the rehabilitation threshold specified in sema number 4 of 2010. the research employs a normative-descriptive approach with a deductive analysis technique, utilizing secondary data from library research and primary data consisting of court decisions and interviews. the results indicate that in the case a quo, the judge imposed a prison sentence on a defendant who legally met all the requirements to be granted rehabilitation. this action reflects an inconsistency in legal application, primarily because the judge failed to properly consider the narcotics weight (gramasi) and other evidence that had demonstrated clear consistency. these findings highlight the need for judicial consistency in applying statutory regulations, as well as the importance of an approach that upholds the principle of substantive justice in minor narcotics offenses.