DETAIL KOLEKSI

Akibat hukum ultra vires dalam putusan hakim (analisis putusan mahkamah agung nomor 427 k/pdt.sus-hki/2022 jo. putusan pengadilan niaga nomor 4/pdt.sus-hki/merek/2021/pn niaga sby)


Oleh : Guritno Nawangtomo

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Elfrida Ratnawati Goeltom

Kata Kunci : Legal Consequences of *Ultra Vires* in Judicial Decisions (An Analysis of Supreme Court Decision Num

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SHK_010002200046_Halaman-Judul.pdf
2. 2026_SK_SHK_010002200046_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_SHK_010002200046_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_SHK_010002200046_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_SHK_010002200046_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_SHK_010002200046_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SHK_010002200046_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SHK_010002200046_Bab-1.pdf
9. 2026_SK_SHK_010002200046_Bab-2.pdf
10. 2026_SK_SHK_010002200046_Bab-3.pdf
11. 2026_SK_SHK_010002200046_Bab-4.pdf
12. 2026_SK_SHK_010002200046_Bab-5.pdf
13. 2026_SK_SHK_010002200046_Daftar-Pustaka.pdf
14. 2026_SK_SHK_010002200046_Lampiran.pdf

D Doktrin ultra vires pada dasarnya menghendaki agar setiap kewenangan dijalankan sesuai dengan batas yang telah ditentukan oleh peraturan perundang-undangan. dalam praktik penyelesaian sengketa merek, hakim diberikan kewenangan untuk menafsirkan hukum guna mewujudkan keadilan. namun, kewenangan tersebut harus tetap berada dalam koridor hukum dan tidak boleh melampaui batas yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kriteria yang digunakan dalam mengkualifikasikan suatu putusan hakim sebagai ultra vires dalam perkara perdata serta mengkaji akibat hukum putusan mahkamah agung nomor 427 k/pdt.sus-hki/2022 jo. putusan pengadilan niaga nomor 4/pdt.sus-hki/merek/2021/pn niaga sby. penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan sifat penelitian deskriptif analitis melalui pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus yang didukung oleh studi kepustakaan serta wawancara dengan narasumber. hasil penelitian menunjukkan bahwa putusan mahkamah agung nomor 427 k/pdt.sus-hki/2022 mengandung unsur ultra vires karena pertimbangan hukum dan amar putusan menunjukkan adanya perluasan kewenangan yang melampaui batas penyelesaian sengketa sebagaimana ditentukan oleh ketentuan hukum yang berlaku. akibat hukum dari putusan tersebut adalah bergesernya penerapan prinsip first to file, berkurangnya kepastian hukum dalam perlindungan hak atas merek, serta terbentuknya preseden yang berpotensi memengaruhi penyelesaian sengketa merek pada perkara-perkara berikutnya. oleh karena itu, diperlukan pedoman yang lebih jelas mengenai batas kewenangan hakim dalam melakukan penafsiran hukum agar keseimbangan antara kepastian hukum, keadilan, dan perlindungan terhadap merek terkenal tetap terjaga.

T The *ultra vires* doctrine essentially requires that any exercise of authority remain within the limits prescribed by legislation. in the practice of trademark dispute resolution, judges are empowered to interpret the law to achieve justice; however, this authority must remain within legal boundaries and not exceed the limits established by statutory regulations. this study aims to analyze the criteria used to classify a judicial decision as *ultra vires* in civil cases and to examine the legal implications of supreme court decision number 427 k/pdt.sus-hki/2022 in conjunction with commercial court decision number 4/pdt.sus-hki/merek/2021/pn niaga sby. the study employs a normative legal research method with a descriptive-analytical nature, utilizing statutory, conceptual, and case-based approaches supported by literature reviews and interviews with expert sources. the findings indicate that supreme court decision number 427 k/pdt.sus-hki/2022 contains *ultra vires* elements, as the legal reasoning and the ruling itself demonstrate an expansion of authority that exceeds the scope of dispute resolution defined by applicable laws. the legal consequences of this decision include a shift in the application of the \\\"first-to-file\\\" principle, diminished legal certainty regarding trademark protection, and the establishment of a precedent that could influence the resolution of future trademark disputes. therefore, clearer guidelines regarding the limits of judicial authority in legal interpretation are necessary to maintain a balance between legal certainty, justice, and the protection of well-known trademarks.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?