DETAIL KOLEKSI

Perbandingan pembuktian pembunuhan berencana dalam hukum acara pidana indonesia dengan jepang


Oleh : Diazahra Astono

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Gandes Candra Kirana

Kata Kunci : Comparative Criminal Procedure Law, Evidence, Premeditated Murder, Indonesia and Japan

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SHK_010002200036_Halaman-Judul.pdf 10
2. 2026_SK_SHK_010002200036_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_SHK_010002200036_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_SHK_010002200036_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_SHK_010002200036_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_SHK_010002200036_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SHK_010002200036_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SHK_010002200036_Bab-1.pdf 21
9. 2026_SK_SHK_010002200036_Bab-2.pdf 46
10. 2026_SK_SHK_010002200036_Bab-3.pdf 17
11. 2026_SK_SHK_010002200036_Bab-4.pdf 15
12. 2026_SK_SHK_010002200036_Bab-5.pdf 2
13. 2026_SK_SHK_010002200036_Daftar-Pustaka.pdf 8
14. 2026_SK_SHK_010002200036_Lampiran.pdf

P Pembunuhan berencana merupakan tindak pidana yang memiliki tingkat keseriusan tinggi karena mengandung unsur kesengajaan serta perencanaan terlebih dahulu, sehingga proses pembuktiannya menuntut ketelitian dalam penilaian bukti. permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaturan pembuktian pembunuhan berencana di indonesia dan jepang serta bagaimana kelebihan dan kelemahan dari masing-masing sistem pembuktian tersebut. penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan yang bersifat deskriptif analitis melalui studi kepustakaan terhadap bahan primer, sekunder, dan tersier seperti peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, buku, dan jurnal hukum. hasil penelitian menunjukkan bahwa indonesia menerapkan sistem pembuktian negatif menurut undang-undang yang mensyaratkan minimal dua alat bukti yang sah disertai keyakinan hakim. sistem ini memberikan kepastian hukum, namun cenderung formalistik dalam praktik pembuktian. sementara itu, jepang menerapkan sistem pembuktian bebas yang memberikan ruang bagi hakim untuk menilai kekuatan alat bukti berdasarkan kualitas dan keterkaitannya dengan fakta persidangan. sistem ini lebih fleksibel dalam menemukan kebenaran materiil, tetapi memiliki potensi subjektivitas dalam penilaian hakim. dengan demikian, sistem indonesia lebih menekankan kepastian hukum, sedangkan jepang lebih menonjolkan fleksibilitas dalam pembuktian.

P Premeditated murder is a serious criminal offence involving intent and prior planning, requiring careful assessment of evidence. this study examines the regulation of proof in premeditated murder cases in indonesia and japan, as well as the strengths and weaknesses of each evidentiary system. this research employs a normative legal method with a descriptive-analytical approach through a literature review of primary, secondary, and tertiary legal materials, including legislation, court decisions, books, and legal journals. the findings show that indonesia applies the negative statutory evidentiary system, requiring at least two lawful pieces of evidence supported by the judge\\\'s conviction. this system provides legal certainty but tends to be formalistic in practice. in contrast, japan applies the free evidentiary system, allowing judges to assess the probative value of evidence based on its quality and relevance to the facts established at trial. although this system is more flexible in discovering the material truth, it may increase judicial subjectivity. therefore, indonesia\\\'s system emphasises legal certainty, while japan\\\'s system places greater emphasis on flexibility in the process of proof.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?