DETAIL KOLEKSI

\\\"lelang hak tanggungan tanpa adanya cidera janji debitur (studi putusan nomor 4/pdt.g/2024/pn lmg)\\\"


Oleh : Nazwa Ghina Faiztama

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Sri Untari Indah Artati

Kata Kunci : Mortgage Right, Execution Auction, Wanprestasi

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SHK_010002200269_Halaman-Judul.pdf
2. 2026_SK_SHK_010002200269_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_SHK_010002200269_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_SHK_010002200269_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_SHK_010002200269_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_SHK_010002200269_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SHK_010002200269_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SHK_010002200269_Bab-1.pdf
9. 2026_SK_SHK_010002200269_Bab-2.pdf
10. 2026_SK_SHK_010002200269_Bab-3.pdf
11. 2026_SK_SHK_010002200269_Bab-4.pdf
12. 2026_SK_SHK_010002200269_Bab-5.pdf
13. 2026_SK_SHK_010002200269_Daftar-Pustaka.pdf
14. 2026_SK_SHK_010002200269_Lampiran.pdf

P Pelaksanaan eksekusi hak tanggungan melalui pelelangan umum pada prinsipnya hanya dapat dilakukan apabila debitur telah melakukan cidera janji (wanprestasi). namun, dalam praktik masih ditemukan pelaksanaan lelang hak tanggungan tanpa adanya wanprestasi debitur yang menimbulkan persoalan mengenai kepastian hukum dan perlindungan hukum bagi para pihak. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme eksekusi hak tanggungan serta kesesuaian pelaksanaan pelelangan tanpa adanya cidera janji debitur berdasarkan undang-undang hak tanggungan dan peraturan menteri keuangan nomor 122 tahun 2023 tentang petunjuk pelaksanaan lelang. penelitian ini menggunakan metode normatif dengan sifat deskriptif. data diperoleh melalui studi kepustakaan dan wawancara, yang kemudian dianalisis secara kualitatif, dengan penarikan kesimpulan menggunakan metode deduktif. hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pasal 6 undang-undang nomor 4 tahun 1996 tentang hak tanggungan memberikan kewenangan kepada pemegang hak tanggungan pertama untuk menjual objek hak tanggungan melalui pelelangan umum apabila debitur terbukti melakukan cidera janji. lelang hak tanggungan tanpa adanya cidera janji debitur sebagaimana dalam putusan nomor 4/pdt.g/2024/pn lmg bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sehingga lelang tersebut tidak memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum bagi debitur.

I In principle, the execution of a mortgage right through a public auction may only be carried out if the debtor has committed a breach of contract (wanprestasi). however, in practice, instances of mortgage right auctions occurring without a debtor\\\'s breach of contract are still encountered, raising issues regarding legal certainty and legal protection for the parties involved. this study aims to analyze the mechanism for executing mortgage rights and the propriety of conducting an auction in the absence of a debtor\\\'s breach of contract, based on the mortgage rights law and minister of finance regulation number 122 of 2023 concerning auction implementation guidelines. the study employs a normative method with a descriptive nature. data were obtained through literature review and interviews, then analyzed qualitatively, with conclusions drawn using the deductive method. the research findings indicate that article 6 of law number 4 of 1996 concerning mortgage rights empowers the first mortgage right holder to sell the mortgage right object via public auction if the debtor is proven to have committed a breach of contract. a mortgage right auction conducted without a debtor\\\'s breach of contract—as seen in court decision number 4/pdt.g/2024/pn lmg—contravenes statutory regulations; consequently, such an auction fails to provide legal certainty or legal protection for the debtor.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?