Perlindungan hukum bagi pemegang hak atas tanah terhadap penerbitan sertipikat oleh kantor pertanahan (studi kasus ahli waris dengan pt global kurnia grahatama)
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Novina Sri Indiraharti
Kata Kunci : legal protection, land rights, land registration
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SHK_010002200347_Halaman-Judul.pdf | 9 | |
| 2. | 2026_SK_SHK_010002200347_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SHK_010002200347_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SHK_010002200347_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SHK_010002200347_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_SHK_010002200347_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SHK_010002200347_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_SHK_010002200347_Bab-1.pdf | 16 | |
| 9. | 2026_SK_SHK_010002200347_Bab-2.pdf | 34 |
|
| 10. | 2026_SK_SHK_010002200347_Bab-3.pdf | 7 |
|
| 11. | 2026_SK_SHK_010002200347_Bab-4.pdf | 16 |
|
| 12. | 2026_SK_SHK_010002200347_Bab-5.pdf | 4 | |
| 13. | 2026_SK_SHK_010002200347_Daftar-Pustaka.pdf | 4 | |
| 14. | 2026_SK_SHK_010002200347_Lampiran.pdf | 5 |
|
T Tanah memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat sehingga diperlukan jaminan kepastian dan perlindungan hukum terhadap hak atas tanah. namun dalam praktiknya masih ditemukan sengketa pertanahan yang timbul akibat penerbitan sertipikat yang mengabaikan keberadaan hak lama atas tanah, sakah satu sengketa tersebut terjadi dalam perkara penerbitan sertipikat hak guna bangunan nomor 34/pasir impun atas nama pt global kurnia grahatama yang diterbitkan di atas tanah yang berasal dari hak lama berupa eigendom verponding. rumusan masalah pada penilitian ini adalah bagaimana perlindungan hukum terhadap pemegang hak atas tanah dalam sengketa ahli waris dan pt global kurnia grahatama atas penerbitan sertipikat hak guna bangunan ditinjau berdasarkan undang-undang pokok agraria dan apa yang menjadi penyebab cacat prosedur dalam proses penerbitan sertipikat oleh kantor pertanahan yang menyebabkan sertipikat dibatalkan. metode yang penulis pakai adalah yuridis normatif bersifat deskriptif yang bersumber pada data sekunder dan di dukung data primer. hasil data penelitian di analisis secara kualitatif dan kesimpulan mengambil secara deduktif. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap ahli waris sebagai pemegang hak atas tanah pada dasarnya telah di atur dalam peraturan perundang-undangan melalui perlindungan hukum preventif dan represif. akan tetapi dalam sengketa ini perlindungan hukum preventif tidak terlaksana secara optimal karena tidak dilakukan penelitian data fisik dan yuridis secara cermat adapun perlindungan hukum represif diwujudkan melalui penyelesaian sengketa di peradilan. selain itu, cacat prosedur dalam penerbitan sertipikat disebabkan oleh tidak diperhatikannya penggunaan alas hak yang bermasalah, serta tidak diterapkannya asas kecermatan secara optimal.
L Land holds significant importance for the community, necessitating guarantees of certainty and legal protection regarding land rights. however, in practice, land disputes still arise from the issuance of certificates that disregard pre-existing land rights; one such instance involves the issuance of right to build (hgb) certificate number 34/pasir impun to pt global kurnia grahatama for land originally held under the *eigendom verponding* title. this research addresses two issues: the nature of legal protection for land rights holders—specifically in the dispute between heirs and pt global kurnia grahatama regarding the hgb certificate issuance—as viewed under the basic agrarian law; and the causes of procedural defects in the land office\\\'s issuance process that led to the certificate\\\'s cancellation. the study employs a descriptive, normative-juridical method, utilizing secondary data supplemented by primary data. research findings were analyzed qualitatively, and conclusions were drawn deductively. the results indicate that legal protection for heirs as land rights holders is fundamentally established in legislation through both preventive and repressive measures. however, in this specific dispute, preventive legal protection was not optimally implemented due to a lack of thorough examination regarding physical and juridical data, while repressive legal protection was realized through judicial dispute resolution. furthermore, the procedural defects in the certificate\\\'s issuance stemmed from a failure to address the problematic nature of the underlying title document and a failure to optimally apply the principle of due diligence.