Perbandingan pengaturan penyelesaian sengketa hasil pemilihan umum legislatif di negara indonesia dan filipina
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2025
Pembimbing 1 : Eko Primananda
Kata Kunci : Legislative Elections, Constitutional Court, Indonesia, Philippines.
Status Posting : Published
Status : Lengkap
No. | Nama File | Hal. | Link |
---|---|---|---|
1. | 2025_SK_SHK_010002100482_Halaman-Judul.pdf | 10 | |
2. | 2025_SK_SHK_010002100482_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
3. | 2025_SK_SHK_010002100482_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
4. | 2025_SK_SHK_010002100482_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
5. | 2025_SK_SHK_010002100482_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
6. | 2025_SK_SHK_010002100482_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
7. | 2025_SK_SHK_010002100482_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
8. | 2025_SK_SHK_010002100482_Bab-1.pdf | ||
9. | 2025_SK_SHK_010002100482_Bab-2.pdf |
|
|
10. | 2025_SK_SHK_010002100482_Bab-3.pdf |
|
|
11. | 2025_SK_SHK_010002100482_Bab-4.pdf |
|
|
12. | 2025_SK_SHK_010002100482_Bab-5.pdf | ||
13. | 2025_SK_SHK_010002100482_Daftar-Pustaka.pdf | 7 | |
14. | 2025_SK_SHK_010002100482_Lampiran.pdf |
|
S Sengketa hasil pemilihan umum legislatif merupakan isu hukum yang sering muncul dalam praktik demokrasi, khususnya ketika terjadi adanya ketidaksepakatan atas hasil penghitungan suara. indonesia dan filipina sebagai negara demokrasi di kawasan asia tenggara memiliki sistem dan mekanisme tersendiri dalam menangani sengketa hasil pemilu legislatif. penelitian ini akan membahas mengenai perbandingan mekanisme pengaturan penyelesaian sengketa hasil pemilihan umum legislatif, serta kendala dalam proses penyelesaiannya di negara indonesia dan filipina. metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan perbandingan terhadap sistem hukum di negara indonesia dan filipina. di indonesia, kewenangan penyelesaian sengketa hasil pemilu legislatif berada pada naungan lembaga mahkamah konstitusi berdasarkan undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu. di sisi lain, filipina menyerahkan penyelesaian sengketa kepada house of representatives electoral tribunal (hret) dan senate electoral tribunal (set), sesuai ketentuan konstitusi 1987, dengan mahkamah agung sebagai pengawas tertinggi konstitusi. hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun kedua negara menjunjung demokrasi dan menyediakan jalur hukum untuk menyelesaikan sengketa pemilu, terdapat perbedaan mendasar dalam struktur kelembagaan, dasar hukum, dan mekanisme penyelesaiannya. penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi penguatan sistem pemilu yang adil, transparan, dan akuntabel di negara-negara demokrasi.
D Disputes over the results of legislative electionsare legal issues that often arise in the practice of democracy, especiallywhen there is disagreement over the results of vote counting. indonesiaand the philippines as democracies in the southeast asian region have their own systemsand mechanisms in handling disputes over legislative election results.this research will discuss the comparison of regulatory mechanismsfor resolving disputes over the results of legislative elections, as well as obstacles inthe settlement process in indonesia and the philippines. the research methodused in this research is normative juridical with a comparativeapproach to the legal system in indonesia and the philippines. inindonesia, the authority to resolve disputes over the results of the legislative elections is inthe auspices of the constitutional court institution based on law number 7 of2017 concerning elections. on the other hand, the philippines leaves the resolution of disputesto the house of representatives electoral tribunal (hret) and the senateelectoral tribunal (set), as per the provisions of the 1987 constitution, with the supremecourt as the highest supervisor of the constitution. the results show thatalthough both countries uphold democracy and provide legal channels toresolve electoral disputes, there are fundamental differences in theirinstitutional structure, legal basis and resolution mechanisms. this researchis expected to contribute to the strengthening of a fair,transparent and accountable electoral system.