DETAIL KOLEKSI

Evaluasi kinerja supplier untuk penyeleksian supplier dalam supplier partnership berdasarkan performansi pelayanan tangible assets serta potensi intangible asset pada PT. Bristol Myers Squibb, Tbk


Oleh : Luki Susantini

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2004

Pembimbing 1 : Tri Wulandari Sd

Pembimbing 2 : Dadang Surjasa

Subyek : Failure analysis (Engineering);Production control;Six sigma (Quality control standard)

Kata Kunci : supplier performance, selection, partnership, service performance, tangible assets, potential intang

Status Posting : Published

Status : Tidak Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2004_TA_STI_06300098_Halaman-Judul.pdf
2. 2004_TA_STI_06300098_Lembar-Pengesahan.pdf
3. 2004_TA_STI_06300098_Bab-1_Pendahuluan.pdf
4. 2004_TA_STI_06300098_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf
5. 2004_TA_STI_06300098_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf
6. 2004_TA_STI_06300098_Bab-4_Pengumpulan-Data.pdf
7. 2004_TA_STI_06300098_Bab-5_Pengolahan-Data.pdf
8. 2004_TA_STI_06300098_Bab-6_Analisa.pdf
9. 2004_TA_STI_06300098_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf
10. 2004_TA_STI_06300098_Daftar-Pustaka.pdf
11. 2004_TA_STI_06300098_Lampiran.pdf

P PT. Bristol Myers Squibb, Tbk adalah perusahaan publik yang bergerak di bidang farmasi dan merupakan cabang dari Bristol Myers Squibb Company di New York. Proses manufakturnya menggunakan Batch Process sedangkan strategi penempatan produknya menggunakan sistem make to stock. Pokok permasalahan yang terjadi adalah bagaimana mengevaluasi kinerja dari supplier-supplier potensialnya sebagai salah satu bentuk kerjasama partnership sehingga perusahaan dapat terus menerus mengatur dan mempertahankan mata rantai suplainya. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, digunakan suatu metode pengevaluasian pemasok yang didasarkan pada kriteria performansi pelayanan, tangible assets serta potensi dari intangible assets. Tahap awal yang harus dilakukan adalah melakukan pembobotan dari kriteria, dari performansi pelayanan, tangible assets dan potensi intangible assets dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process ( AHP ). Bobot ini dihitung setelah melakukan pengolahan data dari kuesioner yang disebar kepada tim ekspert perusahaan. Dari hasil pengolahan data tahap 1, bobot yang didapat untuk setiap kriteria di atas secara berurutan adalah 0.683, 0.239 serta 0.078. Evaluasi dilakukan untuk supplier bahan baku dan bahan pengemas yang tergolong dalam supplier potensial. Tahap kedua yang dilakukan adalah pengolahan data terhadap performansi pelayanan yang meliputi kualitas barang yang dikirim oleh supplier, kesesuaian kuantitas barang yang dipesan pada purchase order dengan barang yang diterima lalu jangka waktu pengiriman barang oleh pemasok. Tahap ketiga yang dilakukan adalah menilai rasiolm---rasio keuangan berdasarkan analisa yang dilakukan pada laporan rugi-laba dan neraca keuangan. Subkriteria — subkriteria yang dihitung adalah pertumbuhan yang meliputi perubahan penjualan bersih, profitabilitas seperti perubahan laba usaha, likuiditas seperti rasio lancar dan rasio cepat serta leverage -.seperti rasio hutang dan rasio ekuitas. Tahap keempat yang dilakukan adalah menilai potensi dari intangible assets dengan melakukan peniiaian terhadap kemampuan manajemen perusahaan pemasok, kemampuan pemasok dalam menggunakan teknologi untuk mendukung proses bisnis, kemampuan dalam menyelaraskan pertumbuhan perusahaan dengan kebutuhan pelanggan serta. kemampuan dalam memberikan fleksibilitas pelayanan yang baik kepada pelanggan. Tahap terakhir yang dilakukan setelah mendapatkan peringkat dari ketiga subkriteria yang menjadi dasar peniiaian yaitu performansi pelayanan, tangible assets serta potensi intangible assets maka dilakukan pengkalian dengan bobot yang sudah didapatkan lewat perhitungan dengan menggunakan metode AHP. Hasil pembobotan secara keseluruhan akan menentukan peringkat dari supplier — supplier potensial, lima peringkat teratas dari pemasok bahan baku adalah vendor 22187 (3.436), 29026( 3.405), 21017(3.334), 22004(3.316), 21025(3.250), sementara dari bahan baku pengemas adalah vendor 22025(3.220), 21918 (3.209),22022 (3.020), 22008 (2.922) dan vendor 22005 (2.892).

P PT Bristol Myers Squibb, Tbk is a publicly traded pharmaceutical company and a subsidiary of the New York-based Bristol Myers Squibb Company. Its manufacturing process utilizes a "batch process," while its product placement strategy follows a "make-to-stock" system. The core challenge lies in evaluating the performance of potential suppliers—as part of a collaborative partnership—to enable the company to continuously manage and sustain its supply chain. To address this, a supplier evaluation method is employed, based on criteria encompassing service performance, tangible assets, and the potential of intangible assets. The initial step involves assigning weights to these criteria—service performance, tangible assets, and intangible asset potential—using the Analytical Hierarchy Process (AHP). These weights are calculated by processing data from questionnaires distributed to the company’s expert team. Based on this first stage of data analysis, the weights assigned to each criterion are 0.683, 0.239, and 0.078, respectively. The evaluation focuses on suppliers of raw materials and packaging materials deemed to be potential partners. The second stage involves analyzing service performance, covering factors such as the quality of goods delivered, the alignment between the quantities ordered (via purchase orders) and those received, and the supplier's delivery lead times. The third stage entails assessing financial ratios based on an analysis of the suppliers' income statements and balance sheets. The sub-criteria evaluated include growth (e.g., changes in net sales), profitability (e.g., changes in operating profit), liquidity (e.g., current and quick ratios), and leverage (e.g., debt and equity ratios). The fourth stage involves evaluating the potential of intangible assets by assessing the management capabilities of the supplier, their ability to leverage technology to support business processes, and their capacity to align their own growth with the needs of their customers. ...the ability to provide good service flexibility to customers. The final stage, following the ranking based on the three sub-criteria—service performance, tangible assets, and potential intangible assets—involves multiplying these rankings by the weights derived from calculations using the AHP (Analytic Hierarchy Process) method. The overall weighted results determine the ranking of potential suppliers. For raw material suppliers, the top five are vendor 22187 (3.436), 29026 (3.405), 21017 (3.334), 22004 (3.316), and 21025 (3.250), while for packaging material suppliers, the top five are vendor 22025 (3.220), 21918 (3.209), 22022 (3.020), 22008 (2.922), and vendor 22005 (2.892).

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?