DETAIL KOLEKSI

Perbedaan kadar urea di dalam saliva pada anak jalanan sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan mulut dan gigi: kajian di rumah singgah Taman Ismail Marzuki Jakarta


Oleh : Febey Arie Mulya

Info Katalog

Nomor Panggil : 612.015 FEB p

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2005

Pembimbing 1 : Boedi Oetomo Roeslan

Pembimbing 2 : Monica Dewi Ranggaini

Subyek : Biochemistry - Biomedicine

Kata Kunci : urea, salivary, oral health education, street children

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2005_TA_KG_04002070_Halaman-judul.pdf 11
2. 2005_TA_KG_04002070_Lembar-pengesahan.pdf 1
3. 2005_TA_KG_04002070_Bab-1-Pendahuluan.pdf
4. 2005_TA_KG_04002070_Bab-2-Tinjauan-pustaka.pdf
5. 2005_TA_KG_04002070_Bab-3-Kerangka-teori-dan-hipotesis.pdf
6. 2005_TA_KG_04002070_Bab-4-Metode-penelitian.pdf
7. 2005_TA_KG_04002070_Bab-5-Hasil-penelitian.pdf
8. 2005_TA_KG_04002070_Bab-6-Pembahasan.pdf
9. 2005_TA_KG_04002070_Bab-7-Kesimpulan-dan-saran.pdf
10. 2005_TA_KG_04002070_Daftar-pustaka.pdf 2
11. 2005_TA_KG_04002070_Lampiran.pdf

U Urea merupakan salah satu komponen organik yang terdapat dalam saliva danmempunyai peranan sebagai penetral asam yang terbentuk dari hasil metabolismeoleh kuman-kuman di dalam rongga mulut, khususnya Streptococcus mutans.Urea di metabolisme oleh bakteri plak dengan perantara urease untukmenghasilkan amoniak (NH3) yang bersifat basa. Proses teijadinya asam di dalamrongga mulut yang kemudian menjadi karies dipengaruhi oleh kebersihan mulutpenderitanya. Pada anak jalanan yang sebagian besar menghabiskan waktunyauntuk mencari nafkah, mereka tidak memperhatikan dan merawat kesehatan mulutdan giginya dengan baik dan benar. Sehingga perlu dilakukan penyuluhan dengantujuan membangun pola kebiasaan memelihara kesehatan mulut melaluiperkenalan tentang gigi dan cara menggosok gigi, juga untuk mengetahui apakahada perbedaan kadar urea sebelum dan sesudah penyuluhan kseshatan gigi danmulut. Pengukuran kadar urea dilakukan dengan spektofotorreter pada panjanggelombang 525 nm. Analisis data dengan uji-t menunjukkan bahwa kadar ureasaliva sebelum penyuluhan sebesar 1,361 ± 0,238 mg dL'1, sedangkan setelahpenyuluhan kadar urea turun menjadi 1,236 ± 0,299 mg dL1. Berdasarkan hasilpenelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermaknasebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan gigi dan mulut (p > 0,05).

U Urea represent one of the organic component which there are in saliva and haverole as neutralize sour which formed by result of metabolism by bacteria in mouthcavity, specially Streptococcus mutans. Urea metabolism by bacteria plaque withurease medium to yield alkali ammonia (NH3). Process the happening of acid inmouth cavity which later then become caries influenced by oral hygiene patientAt street children which mostly passing the time to do earn money for life, theytake no account and take care of oral health and they tooth better and correctness.So we do education with a purpose to develop habit pattern to take care of oralhealth with introduction about tooth and the way of brushing teeth. Besides toknow is there is difference of urea rate before and after oral health education,measurement of Rate urea with spektofotometer at wavelength 525 nm. Dataanalysis with uji-t indicate that saliva urea rate before education equal to 1,361 ±0,238 mg dL'1, while after education, urea rate go down to become 1,236 ± 0,299mg dL'1 Based on result of the research can be concluded that no differenceinexistence having a meaning of before and after oral health education (p > 0,05).

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?