DETAIL KOLEKSI

Perbedaan kadar urea di dalam saliva penderita karies dengan individu bebas karies: penelitian pada murid smu negeri 58 jakarta-timur


Oleh : Trini Hartini

Info Katalog

Nomor Panggil : 616.079 TRI p

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2002

Pembimbing 1 : Boedi Oetomo Roeslan

Subyek : Immunology

Kata Kunci : Urea, saliva, caries.

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2002_TA_KG_04096170_Halaman-judul.pdf 11
2. 2002_TA_KG_04096170_Lembar-pengesahan.pdf
3. 2002_TA_KG_04096170_Bab-1-Pendahuluan.pdf 4
4. 2002_TA_KG_04096170_Bab-2-Tinjauan-pustaka.pdf
5. 2002_TA_KG_04096170_Bab-3-Kerangka-teori-dan-hipotesis.pdf
6. 2002_TA_KG_04096170_Bab-4-Metode-penelitian.pdf
7. 2002_TA_KG_04096170_Bab-5-Hasil-penelitian.pdf
8. 2002_TA_KG_04096170_Bab-6-Pembahasan.pdf
9. 2002_TA_KG_04096170_Bab-7-Kesimpulan-dan-saran.pdf 1
10. 2002_TA_KG_04096170_Daftar-pustaka.pdf 2
11. 2002_TA_KG_04096170_Lampiran.pdf

U Urea adalah hasil akhir metabolisme asam amino pada manusia. Pembentukanurea terutama terjadi di organ hati dan ginjal, sebagian besar urea diekskresikanmelalui urin, urea juga terdapat di dalam saliva karena saliva merupakan jalurekskresi dalam tubuh. Peranan dan fungsinya di dalam saliva adalah untukmenetralkan asam jika pH saliva maupun pH plak mengalami penurunan sampaidibawah pH kritis (5,2-5,5) akibat fermentasi karbohidrat oleh mikroorganismenormal di dalam mulut. Penurunan ini dapat menyebabkan pH saliva menjadiasam, kondisi asam pada permukaan gigi menyebabkan demineralisasi email,yang kemudian pada tahap lanjut mengakibatkan karies gigi. Dengan adanyaurea saliva ini, sebagai respon awal dalam rongga mulut untuk menaikan pHplak maupun pH saliva yang mengalami penurunan akibat glikolisis glukosakarena urea merupakan sumber basa yang utama di dalam saliva. Ureadimetabolisme oleh bakteri plak dengan perantara urease untuk menghasilkanamoniak (NH3) yang bersifat basa. Proses metabolisme ini lebih cepat dariglikolisis glukosa. Sehubungan dengan itu, akan dilakukan penelitian untukmengetahui adanya perbedaan antara kadar urea di dalam saliva penderitakaries gigi dengan individu bebas karies. Kadar urea di dalam saliva 10 subjekyang mengalami karies gigi dibandingkan dengan 10 subjek bebas karies gigiyang masing-masing ditarik secara random. Pengukuran kadar urea dilakukandengan spektrofotometer pada panjang gelombang 525 nm. Analisis datadengan uji-t menunjukan bahwa kadar urea di dalam saliva penderita karies gigi(27,36 ± 3,60 mg/dL"1) berbeda bermakna (p<0,05) dengan kadar urea di dalamsaliva individu bebas karies gigi (22,93 ± 1,83 mg/dL"1). Berdasarkan hasilpenelitian ini dapat disimpulkan bahwa kadar urea di dalam saliva penderitakaries gigi lebih tinggi daripada individu bebas karies gigi.

U Urea is the final result of the amino acid metabolism in the human being. Theurea formation especially happens in the liver and kidney, a bigger part of urea isreturn through urine, there is also urea in the saliva because the saliva is theextract stripe in the human body. The role and the function in saliva is toneutralize sour if the saliva’s pH or even plaque pH descend until under thecritical condition of the pH (5,2 - 5,5) because of the carbohydrate fermentationcaused by normal bacteria in the mouth. This decline causes the sour of thesaliva, this condition on the tooth surface causes enamel demineralization whichthen in the text stage causes tooth caries. With this salivary urea, as a beginningresponds in the cavity to increase plaque’s pH even saliva pH which decrease asa result of the glucose glicolysis because the urea is the main alkaline source inthe saliva. Urea is metabolized by the plaque bacteria with the urease as anagent to produce alkali ammonia (NH3). This metabolism faster than glucoseglicolysis. The objective of the study was to know the different of the salivary* urea between caries and non-caries subjects. The salivary urea level wasmeasured from 10 caries subject and 10 non-caries subject using. spectrophotometer at 525 nm. The result shows that the salivary urea level oncaries subject (27,36 ± 3,60 mg dL“1) was significantly different (p<0,01)compared to non-caries subjects (22,93 ± 1,83 mgdLT1) as analyzed by student’st-test. It was concluded that the salivary urea level on caries subjects was higherthan on non-caries subject.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?