Usulan strategi pemasaran berdasarkan analisa tingkat kepuasan pelanggan Departemen Store Pasar Raya Grande
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2002
Pembimbing 1 : Wawan Kurniawan
Subyek : Customer satisfaction
Kata Kunci : quality atribute, marketing strategy, epartemen Store,
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2002_TA_STI_06397034_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2002_TA_STI_06397034_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2002_TA_STI_06397034_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2002_TA_STI_06397034_Bab-2_Landasan-Teori.pdf |
|
|
| 5. | 2002_TA_STI_06397034_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2002_TA_STI_06397034_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 2002_TA_STI_06397034_Bab-5_Analisa-Hasil.pdf |
|
|
| 8. | 2002_TA_STI_06397034_Bab-6_Usulan-Strategi-Pemasaran.pdf |
|
|
| 9. | 2002_TA_STI_06397034_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 10. | 2002_TA_STI_06397034_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 11. | 2002_TA_STI_06397034_Lampiran.pdf |
|
C CV PM merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalarn bidang industri pakaian jadi. Sebagian besar basil produksinya ditujukan untuk ekspor. Persaingan yang semakin ketat telah membuat CV PM harus terus berupaya agar dapat memenuhi pesanan dari pembeli tepat pada waktunya. Ada kalanya terjadi dimana lembur harus dilakukan agar target produksi dapat tercapai. Selama ini sering muncul adanya keluhan dari pekerja di departemen jahit yaitu para helper yang bertugas membantu operator mesin jahit. Mereka merasa bahwa pekerjaannya terlalu berat sehingga mereka sering kelelahan dan merasa pegal-pegal atau sakit-sakit badan terutama pada saat lembur. Adanya keluhan-keluhan tersebut telah menghambat kerja para helper. Setiap pekerjaan di departemen jahit berhubungan satu sama lainnya seperti rantai, apabila ada satu pekerjaan yang terhambat maka pekerjaan berikutnya akan terhambat pula sehingga keseluruhan pekerjaan ini akan terhambat. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian terhadap keluhan subjektif dari para helper tersebut dan dicari usulan perbaikan yang dapat mengurangi keluhan tersebut. Dengan menggunakan Kuesioner Nordic Body Map dapat diketahui prevalensi keluhan subjektif gangguan muskuloskeletal yang diderita para helper, yaitu : keluhan pada leher bagian atas (58.33%), leher bagian bawah (54.17%), betis kanan (50%), paha kanan dan betis kiri (45.83%), paha kiri (43.06%), kaki kanan (36.11%), lutut kanan (34.72%), kaki kin (33.33%), pergelangan kaki kanan dan pinggang (31.94%), pergelangan kaki kiri (30.56%), lutut kin dan punggung (29.17%). Usulan perbaikan yang diberikan untuk mengurangi keluhan subjektif ini adalah pengubahan posisi kerja helper dari berdiri menjadi duduk. Ternpat duduk yang digunakan harus dirancang agar sesuai dengan meja kerja yang ada. Selain itu juga harus sesuai dengan keinginan perusahaan dan penggunanya. Dari basil perancangan yang dilakukan, ternyata diperoleh 2 konsep tempat duduk : konsep A yang mengutamakan posisi yang nyaman bagi lengan, dan konsep B yang mengutamakan posisi kaki yang nyaman. Kedua konsep ini kemudian diujicoba, dengan menggunakan Kuesioner Nordic Body Map dengan skala Likert untuk memperoleh selisih nilai NBM sebelum dan sesudah kerja. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan konsep A dan B dapat mengurangi rata-rata selisih nilai NBM antara posisi berdiri dan duduk (Pv81 „e=0.01 dan 0.011, cc=0.05), yang berarti penggunaan kedua konsep tempat duduk ini dapat mengurangi keluhan subjektif gangguan muskuloskeletal. Dan perbandingan terhadap kedua konsep ini, diperoleh basil bahwa rata-rata selisih nilai NBM pada penggunaan konsep A tidak berbeda nyata dengan penggunaan konsep B(--value - — •705, a=0.05) 0 yang berarti bahwa dari kedua konsep tersebut tidak ada yang dapat lebih mengurangi keluhan subjektif akibat bekerja. Dari basil analisa kuesioner untuk bagian-bagian tubuh yang memiliki persentase keluhan terbesar, diperoleh hasil bahwa baik konsep A maupun konsep B telah dapat mengurangi keluhan subjektif pada bagian-bagian tubuh tersebut dengan persentase 28.57% sampai 100%. Namun, konsep B dapat lebih banyak mengurangi jumlah keluhan yang ada dari pada konsep A untuk bagian tubuh : leher bawah, punggung, betis kiri dan kanan, serta pergelangan kaki kiri dan kanan.vi
C CV PM is a company that produces garment. It exports most of its production. A tight competition in the garment industry makes CV PM try to fulfill every customers' demand on time. There're times when overtimes are needed to achieve the production target. All this time, there has been many complaints from the workers in sewing department. The complaints are from the helpers, whose job is helping sewing machine operators. They say that their job is too heavy so they often feel tired and their bodies feel stiff or painful especially on overtimes. These complaints have hampered their jobs. Every job in the sewing depai iment is connected one to another like a chain. If one job is obstructed then the next job will be obstructed too and so all the jobs in this department. That's way it's very important to do a research on the helpers' subjective complaints and find a solution to reduce these complaints. Using Nordic Body Map Questionnaire, the prevalence of the helpers' subjective complaints can be determined i.e. complaints on upper neck (58.33%), lower neck (54.17%), right calf (50%), right thigh and left calf (45.83%), left thigh (43.06%), right foot (36.11%), right knee (34.72%), left foot (33.33%), right ankle and waist (31.94%), left ankle (30.56%), left knee and back (29.17%). The proposal to reduce these complaints is to change the helper's working position from standing to sitting. An seat must be designed to be exactly fit with the working table. The seat must fulfill the company and the users' needs too. Two seat concepts are obtained from the designing process i.e. A Concept which gives priority in the comfortable position for arms, and B Concept which gives priority in the comfortable position for legs. These two concepts are tested, using Nordic Body Map Questionnaire with Likert Scale to obtained the difference of NBM value pre and post work condition. The result shows that using A Concept and B Concept can reduce the mean difference of NBM value between standing and sitting position (P value=0.01 and 0.011, a=0.05), which concludes that using these two concepts can reduce subjective complaints on musculoskeletal disorders. The process of comparing these two concepts shows that the A Concept's mean difference of NBM value and B Concept's mean difference of NBM value have no significant difference (P value=0.705, a=0.05). It means that from the two concepts, there isn't any concept which can reduce more subjective complaints. The questionnaire result is analyzed then, especially in the most complaining body parts. It shows that A Concept and B Concept can reduce 28.57% to 100% subjective complaints on these body parts. But B Concept can reduce the complaints more in lower neck, back,.left and right calf, left and right ankle.