Peta posisi dan usulan strategi pemasaran dengan menggunakan marketing plus 2000 pada PT. AEG Indonesia
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 1998
Pembimbing 1 : Johnson Saragih
Subyek : Industrial engineering;Production control;Marketing - Management
Kata Kunci : positioning map, marketing strategy, marketing plus 2000, PT. AEG Indonesia
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 1998_TA_STI_06394034_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 1998_TA_STI_06394034_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 1998_TA_STI_06394034_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 1998_TA_STI_06394034_Bab-2_Landasan-Teori.pdf |
|
|
| 5. | 1998_TA_STI_06394034_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 1998_TA_STI_06394034_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 1998_TA_STI_06394034_Bab-5_Analisa.pdf |
|
|
| 8. | 1998_TA_STI_06394034_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 9. | 1998_TA_STI_06394034_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 10. | 1998_TA_STI_06394034_Lampiran.pdf |
|
P Perkembangan perindustrian yang pesat di Indonesia, membuat banyaknya industri-industri yang dibangun di Indonesia, baik dari industri ringan sampai industri berat, sehingga kebutuhan terhadap panel-panel listrik sebagai pengatur tegangan dan pengatur arus listrik sangat dibutuhkan. Karena itu sejak tahun 1969, PT. AEG INDONESIA sudah mulai berusaha ikut didalam persaingan panel listrik bersama para pesaing yang sudah semakin banyak, sehingga membuat peta pen-Ai-rig-an semakin kompetitif. Dan seiring dengan kemajuan jaman, persaingan untuk memenangkan persaingan panel listrik semakin ketat, sehingga para pesaing mulai menggunakan segala strategi untuk memenangkan pangsa pasar. Permasalahan yang dihadapi pihak perusahaan ialah mencari rumusan strategi pemasaran yang dapat membawa PT. AEG INDONESIA terus menjadi market leader di Indonesia. Penyusunan serangkaian langkah strategis tersebut, didasarkan pada serangkaian analisis yang dilakukan. Data dimulai dari penyebaran kuesioner kepada para konsumen panel listrik. Data tersebut diolah dengan menggunakan analisa faktor. Langkah selanjutnya adalah memetakan posisi dari AEG dengan para pesaingnya. Kemudian dilakukan audit pemasaran yang bertujuan memeriksa suatu perusahaan secara sistematis, komperhensif, dan berkala , dan dilanjutkan dengan mencari atribut-atribut yang dipentingkan dan harapan konsumen terhadap atribut-atribut panel listrik.. Berdasarkan hasil audit pemasaran, dan diralcukan analisa kesenjangan ternyata 1 r/ indeksposisi .perusahaan sebesar12,73, dan indeld posisi perusahaan sebesar 3,92. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan terah tertinggal cukup jauh. Untuk dapat mengikuti situasi persaingan yang ketat, perusahaan lEllunenjadi perusahaan yang dikendalikan oleh pasar, yaitu dengan memilih pasar yang paling efektif danTnemanfiatkan beberapa ceruk pasar, membuat produk yang khusus, dan memiliki komunikasi yang terintegrasi antara perusahaan. distributor, dan pelanggan. Analisa selanjutnya adalah analisa SWOT yang mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada pada perusahaan dan haruslah dibandingkan dengan para pesaing. Hasil yang didapat akan digunakan sebagai usulan strategi pemasaran berdasarkan konsep marketing plus 2000 untuk memenangkan persaingan pasar produk panel listrik pada PT. AEG INDONESIA. Usulan strategi pemasaran dibuat pada kondisi segmented marketing (3C), hal ini dilakukan karena menerapkan konsep niche marketing pada situasi perekonomian negatif sekarang ini akan sia-sia. Karena itu, penerapan konsep segmented marketing lebih ditujukan untuk mencuri pangsa pasar dari pesaing (competitor share) dan mencari segmen pasar baru bagi orang yang mampu membeli produk merek AEG. Apabila perekonomian sudah pulih, maka konsep marketing plus 2000 yang diterapkan hams berubah sesuai dengan tingkat persaingan yang semakin kompleks.
T The rapid industrial development in Indonesia has led to the establishment of numerous industries, from light to heavy industries, which has led to a significant need for electrical panels as voltage and current regulators. Therefore, since 1969, PT. AEG INDONESIA has been trying to compete in the electrical panel market alongside its growing number of competitors, thus making the air-rig market increasingly competitive. As time goes by, competition to win the electrical panel market is getting tougher, leading competitors to employ various strategies to gain market share. The problem faced by the company is finding a marketing strategy that can lead PT. AEG INDONESIA to continue to be a market leader in Indonesia. The preparation of a series of strategic steps is based on a series of analyses conducted. Data begins with the distribution of questionnaires to electrical panel consumers. The data is processed using factor analysis. The next step is to map AEG's position with its competitors. Then a marketing audit is conducted which aims to examine a company systematically, comprehensively, and periodically, and is continued by looking for important attributes and consumer expectations of the attributes of electrical panels. Based on the results of the marketing audit, and combined with a gap analysis, it turns out that the company's r/position index is 12.73, and the company's indeld position is 3.92. This shows that the company has been left behind quite far. To be able to follow the tight competition situation, the company becomes a market-driven company, namely by choosing the most effective market and utilizing several market niches, making special products, and having integrated communication between the company, distributors, and customers. The next analysis is a SWOT analysis that identifies the strengths, weaknesses, opportunities, and threats that exist in the company and must be compared with competitors. The results obtained will be used as a marketing strategy proposal based on the marketing plus 2000 concept to win the market competition for electrical panel products at PT. AEG INDONESIA. The proposed marketing strategy was developed under segmented marketing (3C) conditions. This was done because applying the niche marketing concept in the current negative economic situation would be futile. Therefore, the implementation of the segmented marketing concept is more aimed at stealing market share from competitors and finding new market segments for people who can afford AEG brand products. Once the economy recovers, the marketing plus 2000 concept implemented must change to reflect the increasingly complex level of competition.