Usulan perancangan sistem informasi pemasaran pelumas berbasis internet yang didukung B2B E-Commerce pada Pertamina UPMS-III Jakarta
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2003
Pembimbing 1 : Dadan Umar Daihani
Subyek : Management information systems;Business - Marketing;Marketing - Information system;Electronic commerce
Kata Kunci : information systems, marketing, lubricants, internet, B2B, e-commerce, Pertamina, UPMS-III, Jakarta
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2003_TA_STI_06399080_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2003_TA_STI_06399080_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2003_TA_STI_06399080_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2003_TA_STI_06399080_Bab-2_Landasan-Teori.pdf |
|
|
| 5. | 2003_TA_STI_06399080_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2003_TA_STI_06399080_Bab-4_Data-Perusahaan-dan-Sistem-Kerja-Perusahaan-Saat-ini.pdf |
|
|
| 7. | 2003_TA_STI_06399080_Bab-5_Perancangan-Sistem-Informasi.pdf |
|
|
| 8. | 2003_TA_STI_06399080_Bab-6_Pengujian-dan-Analisa-Sistem-Informasi-Usulan.pdf |
|
|
| 9. | 2003_TA_STI_06399080_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 10. | 2003_TA_STI_06399080_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 11. | 2003_TA_STI_06399080_Lampiran.pdf |
|
D Dengan adanya deregulasi bidang minyak dan gas bumi (migas) dan terbukanya pemasaran pelumas dalam negeri, Pertamina harus mengupayakan langkah-langkah antisipatif guna menghadapi persaingan yang semakin kompetitif. Saat ini perusahaan besar saling berlomba-lomba untuk memasarkan produknya secara global melalui berbagai media. Media yang paling efektif dan efisien adalah penggunaan media internet dengan prinsip B2B e-commerce. Saat ini sistem pemasaran pelumas Pertamina masih konvensional, yaitu agen datang langsung ke perusahaan untuk mengaiukan surat permintaan pelumas, melakukan pembayaran ke bank dan mengambil produknya di Instalasi/Depot Plumpang. Setelah dilakukan analisa masalah ternyata banyak terjadi pemborosan, yaitu birokrasi yang berbelit yang menyebabkan banyak waktu terbuang, terjadi penumpukan dokumen, pemborosan pemakaian pulsa telepon, penggunaan fax yang hasilnya kurang jelas dan hal lain yang dapat menyebabkan terjadinya kesalahan dalam pemesanan, baik dalam jumlah pesanan maupun jenis pelumas yang dipesan. Untuk itu diperlukan perancangan sistem informasi pemasaran pelumas dalam hal penangaan penerimaan pemesanan yang berbasis internet dengan prinsip B2B e-commerce, yang dapat meningkatkan efisiensi, efektifitas, menyederhanakan semua birokrasi dan menekan biaya operasional. Dalam perancangan sistem ini digunakan metode MDDR (Model Driven Development Route) yaitu metodologi perancangan yang menggunakan model untuk menvisualisasikan dan menganalisa masalah, mendefinisikan kebutuhan, dan merancang sistem informasi. Dan pendekatan yang digunakan adalah.00SE (Object Oriented Software Engineering) yaitu metode dengan prinsip dasar menggabungkan data dan proses menjadi satu konstruksi dan menuangkannya ke dalam suatu diagram. Diagram yang dibuat berdasarkan prinsip UML (Unified Model Language). Programming web yang digunakan adalah ASP yaitu skrip yang bersifat server-side, artinya segala proses programnya dilakukan di server sebelum dikirimkan ke client. Desain tampilan digunakan Macromedia Dreamwever MX yang juga mendukung ASP. Untuk penyimpanan database digunakan SQL Server 2000 yang memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Dalam pengujian sistem dilakukan penilaian berdasarkan 6 kriteia utama, yaitu useability (Kemudahan dalam penggunaan), navigation (Kemudahan dalam bernavigasi), content/isi,kompatibilitas, Waktu panggil dan Fungsional. Sistem informasi pemasaran pelumas yang dirancang memberi kemudahan bagi customer untuk sekedar melihat produk pelumas yang ditawarkan sampai melakukan pemesanan pelumas secara online 24 jam. Dengan demikian pemborosan dapat ditekan, kepuasan pelanggan terpenuhi dan target penjualan dapat tercapai yang pada akhirnya perusahaan dapat bersaing di era informasi ini.
G Given the deregulation of the oil and gas sector and the opening of the domestic lubricant market, Pertamina must take proactive measures to cope with increasingly fierce competition. Major companies are currently vying to market their products globally through various channels, with the internet—utilizing B2B e-commerce principles—proving to be the most effective and efficient medium. Pertamina’s current lubricant marketing system relies on conventional processes: agents visit the company in person to submit lubricant requests, make payments at a bank, and collect products from the Plumpang Installation/Depot. Problem analysis revealed significant inefficiencies, including convoluted bureaucracy that wastes time, document backlogs, excessive telephone costs, unclear fax transmissions, and other issues leading to ordering errors regarding both quantities and lubricant types. Consequently, there is a need to design an internet-based lubricant marketing information system—incorporating B2B e-commerce principles—to enhance efficiency and effectiveness, streamline bureaucratic processes, and reduce operational costs. The system design employs the Model-Driven Development Route (MDDR) method, which uses models to visualize and analyze problems, define requirements, and design the information system. The chosen approach is Object-Oriented Software Engineering (OOSE), a method based on the principle of combining data and processes into a single construct and representing them in diagrams; these diagrams are created based on Unified Modeling Language (UML) principles. Web programming is implemented using ASP (Active Server Pages), a server-side scripting technology where program execution occurs on the server before data is sent to the client. Macromedia Dreamweaver MX, which supports ASP, is used for interface design, while SQL Server 2000—offering high security—is utilized for database storage. System testing involved an evaluation based on six key criteria: usability, navigation, content, compatibility, load time, and functionality. The designed lubricant marketing information system offers customers convenience, ranging from simply browsing the available lubricant products to placing online orders 24 hours a day. Consequently, waste can be minimized, customer satisfaction ensured, and sales targets met, ultimately enabling the company to compete effectively in the information age.