Penentuan nilai target karakteristik teknik jembatan penyeberangan orang diJakarta berdasarkan metode fuzzy quality function deployment
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2002
Pembimbing 1 : Nora Azmi
Pembimbing 2 : Iveline Anne Marie
Subyek : Customer services - Quality control
Kata Kunci : bridge engineering, pedestrian crossing, Jakarta, fuzzy quality function deployment method
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2002_TA_STI_06398126_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2002_TA_STI_06398126_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2002_TA_STI_06398126_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2002_TA_STI_06398126_Bab-2_Landasan-Teori.pdf |
|
|
| 5. | 2002_TA_STI_06398126_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2002_TA_STI_06398126_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 2002_TA_STI_06398126_Bab-5_Analisis-Hasil.pdf |
|
|
| 8. | 2002_TA_STI_06398126_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 9. | 2002_TA_STI_06398126_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 10. | 2002_TA_STI_06398126_Lampiran.pdf |
|
S Setiap hari, penduduk Jakarta melakukan berbagai macam aktivitas rutin seperti pergi ke tempat kerja, ke sekolah, ke kampus dan sebagainya. Tidak sedikit penduduk Jakarta yang melakukan aktivitasnya di lokasi yang jauh dari tempat tinggalnya. Dalam perjalanan menuju tempat-tempat tersebut, ada penduduk Jakarta yang menggunakan kendaraan, ada yang berjalan kaki, dan ada pula yang melakukan kombinasi keduanya. Dalam perjalanannya itu, banyak penduduk Jakarta yang melakukan kegiatan menyeberangi jalan. Dari hasil penelitian pendahuluan yang dilakukan, Jembatan penyeberangan orang di Jakarta belum dimanfaatkan semaksimal mungkin. Sebagian besar alasannya adalah ketidaknyamanan saat menggunakan jembatan penyeberangan. Karena itu perlu dicari kebutuhan dan keinginan pengguna jembatan penyeberangan orang dan karakteristik teknik yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Tahapan awal yang harus dilakukan adalah mencari jembatan penyeberangan awal yang akan dikembangkan dan jembatan penyeberangan yang akan dijadikan benchmark. Dari basil wawancara pendahuluan jembatan penyeberangan orang yang akan dikembangkan adalah jembatan penyeberangan orang nomor C-15 yang terletak di Jalan Kyai Tapa (Terminal Lama), dan yang akan dijadikan benchmark adalah adalah jembatan penyeberangan orang nomor A-22 yang terletak di Jalan Jendral Sudirman (Benhill) dan nomor B-32 di Jalan Pondok Indah Raya (Pondok Indah Mal). Dari hasil penyebaran kuesioner pendahuluan, didapat karakteristik kebutuhan pengguna jembatan penyeberangan adalah sebagai berikut : bebas dari para pedagang, bebas dari para pengemis, dapat melindungi dari panas dan hujan, dapat mencegah terjadinya kriminalitas, lebarnya sesuai ukuran tubuh manusia, memiliki sudut kemiringan tangga yang tepat, nyaman saat digunakan, permukaan anak tangga tidak licin, tidak licin jika hujan, tidak membuat lelah, tidak terlalu tinggi, ukuran anak tangganya sesuai ukuran tubuh manusia, ukuran pegangan tangan sesuai ukuran tubuh manusia, ukuran pengamannya sesuai ukuran tubuh manusia. Dengan pendekatan Fuzzy QFD, mula-mula dibuat regresi antara karakteristik kebutuhan dan karakteristik teknik serta regresi antar karakteristik teknik, kemudian dilanjutkan dengan pengambilan keputusan multiobjektif. Dengan mempertimbangkan spesifikasi di buku petunjuk teknis pembuatan jembatan penyeberangan orang, serta hasil riset yang dilakukan sebelumnya, didapat nilai target sebagai berikut : lebar jembatan = 342 cm, tinggi lantai jembatan dari tanah = 510 cm, tinggi pengaman jembatan = 144 cm, lebar tangga jembatan = 210 cm, tinggi pengaman tangga = 142 cm, luas bordes rata-rata =111951.5 cm2, lebar injakan (tread) =29 cm, tinggi tanjakan (rise) = 16.8 cm, tinggi handrail = 100 cm, lebar pegangan handrail = 5 cm, kemiringan anak tangga rata-rata = 27.31 cm, koefisien gesekan statis lantai dengan alas kaki (kering) = 1 , koefisien gesekan statis lantai dengan alas kaki (basah) = 0.98 , koefisien gesekan kinetik lantai dengan alas kaki (kering) = 0.8, koefisien gesekan kinetik lantai dengan alas kaki (basah) = 0.15, tinggi kanopi tangga = 272.63 cm, tinggi kanopi jembatan = 283 cm, perpanjangan kanopi tangga = 4 cm, perpanjangan kanopi jembatan = 16 cm, jumlah lampu = 13 buah, tingkat illuminansi di bawah lampu = 50 lx.
E Every day, Jakarta residents engage in various routine activities, such as commuting to work, school, or university. Many residents carry out these activities at locations far from their homes. Their commutes involve various modes of travel: using vehicles, walking, or a combination of both. During these journeys, many residents need to cross the street. Preliminary research indicates that pedestrian bridges in Jakarta are not being utilized to their full potential, largely due to the inconvenience associated with using them. Therefore, it is necessary to identify the needs and preferences of pedestrian bridge users, as well as the technical characteristics that can satisfy those requirements. The initial phase involves selecting a specific pedestrian bridge for development and identifying others to serve as benchmarks. Based on preliminary interviews, the bridge selected for development is number C-15 on Jalan Kyai Tapa (Old Terminal), while the benchmark bridges are number A-22 on Jalan Jendral Sudirman (Benhill) and number B-32 on Jalan Pondok Indah Raya (Pondok Indah Mall). Preliminary questionnaire results revealed the following user requirements: freedom from street vendors and beggars; protection from heat and rain; crime prevention features; width suited to human body dimensions; appropriate stair inclination; comfort during use; non-slip stair surfaces (including during rain); minimal physical exertion; reasonable height; and stair dimensions, handrails, and safety features sized appropriately for the human body. Using the Fuzzy QFD approach, regression analyses were first conducted between user requirements and technical characteristics, as well as among the technical characteristics themselves, followed by multi-objective decision-making. Based on specifications from the technical manual for pedestrian bridge construction and prior research findings, the following target values ​​were determined: bridge width = 342 cm; bridge deck height from ground = 510 cm; bridge safety barrier height = 144 cm; bridge stair width = 210 cm; stair safety barrier height = 142 cm; average landing area = 111,951.5 cm²; tread width = 29 cm; riser height = 16.8 cm; handrail height = 100 cm; handrail grip width = 5 cm; average stair slope = 27.31 cm; static friction coefficient (floor/footwear, dry) = 1; static friction coefficient (floor/footwear, wet) = 0.98; kinetic friction coefficient (floor/footwear, dry) = 0.8; kinetic friction coefficient (floor/footwear, wet) = 0.15; stair canopy height = 272.63 cm; bridge canopy height = 283 cm; stair canopy extension = 4 cm; bridge canopy extension = 16 cm; number of lights = 13; illuminance level beneath lights = 50 lx.