Analisis pengaturan mekanisme pembayaran royalti lagu/musik antara indonesia (uu hak cipta) dan malaysia (copyright act 1987)
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Simona Bustani
Pembimbing 2 : Sri Untari Indah Artati
Subyek : Copyright-Law Regulation
Kata Kunci : copyright, Royalty, Performing Rights, LMKN, Indonesia–Malaysia Comparative Study
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SHK_010002004028_Halaman-Judul.pdf | 12 | |
| 2. | 2026_SK_SHK_010002004028_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SHK_010002004028_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SHK_010002004028_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SHK_010002004028_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_SHK_010002004028_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SHK_010002004028_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_SHK_010002004028_Bab-1.pdf | ||
| 9. | 2026_SK_SHK_010002004028_Bab-2.pdf | 97 |
|
| 10. | 2026_SK_SHK_010002004028_Bab-3.pdf | 31 |
|
| 11. | 2026_SK_SHK_010002004028_Bab-4.pdf | 19 |
|
| 12. | 2026_SK_SHK_010002004028_Bab-5.pdf | 6 | |
| 13. | 2026_SK_SHK_010002004028_Daftar-Pustaka.pdf | 6 | |
| 14. | 2026_SK_SHK_010002004028_Lampiran.pdf | 43 |
|
P Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kepatuhan pembayaran royalti lagu/musik (performing rights) di ruang publik komersial serta timbulnya disharmonisasi norma penetapan tarif royalti di indonesia. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan mekanisme pembayaran royalti, penetapan tarif, serta kerangka kelembagaan antara indonesia (uu hak cipta & pp no. 56/2021) dan malaysia (copyright act 1987) guna mewujudkan kepastian hukum dan keadilan bagi pencipta maupun pengguna komersial.metode penelitian yang digunakan adalah hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif. bahan hukum primer dan sekunder dianalisis secara deskriptif-analitis, serta didukung oleh data wawancara semi-terstruktur dengan lembaga manajemen kolektif nasional (lmkn), recording performers malaysia berhad (rpm), dan perwakilan pelaku usaha perhotelan dari kedua negara.hasil penelitian menunjukkan bahwa indonesia menerapkan sistem terpusat satu pintu (one-door system) melalui lmkn, namun masih terkendala rendahnya kepatuhan pelaku usaha dan lemahnya pengawasan. sebaliknya, malaysia menerapkan skema desentralisasi berbasis kontrak di bawah pengawasan myipo yang berhasil mendorong kepatuhan tinggi melalui penegakan hukum berbasis efek jera. indonesia disarankan untuk melakukan harmonisasi regulasi, penguatan kelembagaan lmkn, serta mengadopsi sistem lisensi terpadu (one-stop licensing) demi terciptanya pengelolaan royalti yang efektif dan transparan.
T This research is prompted by issues surrounding compliance with song/music royalty payments (performing rights) in commercial public spaces, as well as the emergence of norm disharmonization in royalty rate determination in indonesia. the study aims to analyze and compare royalty payment mechanisms, rate determinations, and institutional frameworks between indonesia (copyright law & government regulation no. 56/2021) and malaysia (copyright act 1987) to achieve legal certainty and fairness for both creators and commercial users.the research method employed is normative legal research using statutory, conceptual, and comparative approaches. primary and secondary legal materials were analyzed in a descriptive-analytical manner, supported by semi-structured interview data with the national collective management organization (lmkn), recording performers malaysia berhad (rpm), and representatives from hospitality industry businesses in both countries.the results indicate that indonesia applies a centralized \\\"one-door\\\" system through lmkn, which remains hindered by low business compliance and weak oversight. conversely, malaysia utilizes a contract-based decentralized scheme under the supervision of myipo, achieving high compliance through deterrence-based law enforcement. indonesia is advised to harmonize regulations, strengthen lmkn’s institutional role, and adopt a integrated \\\"one-stop licensing\\\" system to build effective and transparent royalty management.