Analisis yuridis terhadap penjatuhan pidana di bawah minimum hukuman pada tindak pidana keimigrasian (studi putusan nomor 483/pid.sus/2020/pn btm)
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Dwi Alfianto
Kata Kunci : Imposition of a Criminal Sentence,Below the minimum,immigration
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SHK_010002000555_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2026_SK_SHK_010002000555_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SHK_010002000555_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SHK_010002000555_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SHK_010002000555_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_SHK_010002000555_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SHK_010002000555_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_SHK_010002000555_Bab-1.pdf | ||
| 9. | 2026_SK_SHK_010002000555_Bab-2.pdf |
|
|
| 10. | 2026_SK_SHK_010002000555_Bab-3.pdf |
|
|
| 11. | 2026_SK_SHK_010002000555_Bab-4.pdf |
|
|
| 12. | 2026_SK_SHK_010002000555_Bab-5.pdf | ||
| 13. | 2026_SK_SHK_010002000555_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 14. | 2026_SK_SHK_010002000555_Lampiran.pdf |
|
P Penerapan ancaman pidana minimum khusus dalam tindak pidana keimigrasian seharusnya dilaksanakan secara konsisten sebagai wujud kepastian hukum, namun dalam praktik peradilan masih ditemukan putusan yang menjatuhkan pidana di bawah batas minimum yang telah ditentukan undang-undang seperti putusan nomor 483/pid.sus/2020/pn btm. pokok permasalahan penelitian ini adalah bagaimana pembuktian dalam perkara tindak pidana keimigrasian berdasarkan putusan nomor 483/pid.sus/2020/pn btm yang dilakukan oleh terdakwa azman bin usman muharam berdasarkan peraturan perundang-undangan dan bagaimana pertimbangan dan putusan hakim berdasarkan asas kepastian hukum? metode penelitian yang digunakan adalah tipe normatif dengan sifat deskriptif. hasil penelitian ini pembuktian dalam putusan nomor 483/pid.sus/2020/pn btm telah memenuhi ketentuan pasal 183 dan pasal 184 ayat (1) kuhap, sehingga unsur-unsur tindak pidana penyelundupan manusia sebagaimana diatur dalam pasal 120 ayat (1) undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian terbukti secara sah dan meyakinkan berdasarkan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah serta keyakinan hakim. pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana di bawah minimum khusus belum mencerminkan asas kepastian hukum karena tidak disertai dasar yuridis yang memadai untuk menyimpangi ketentuan pidana minimum dalam pasal 120 ayat (1) undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian, sehingga berpotensi menimbulkan ketidakpastian dalam penerapan hukum.
T The application of specific minimum criminal penalties for immigration offenses should be enforced consistently as a manifestation of legal certainty; however, in judicial practice, there are still rulings that impose sentences below the minimum thresholds established by law, such as judgment no. 483/pid.sus/2020/pn btm. the main issue of this study is how the burden of proof in immigration criminal cases, as demonstrated in judgment no. 483/pid.sus/2020/pn btm involving defendant azman bin usman muharam, was met in accordance with applicable laws and regulations, and how the judge’s considerations and ruling align with the principle of legal certainty. the research method employed is a normative approach with a descriptive nature. the results of this study indicate that the evidence presented in judgment no. 483/pid.sus/2020/pn btm has satisfied the provisions of article 183 and article 184(1) of the criminal procedure code, thereby establishing that the elements of the crime of human smuggling, as stipulated in article 120(1) of law no. 6 of 2011 on immigration, were proven legally and convincingly based on at least two valid pieces of evidence and the judge’s conviction. the judge’s reasoning in imposing a sentence below the specific minimum does not reflect the principle of legal certainty because it is not accompanied by an adequate legal basis for deviating from the minimum penalty provision in article 120(1) of law no. 6 of 2011 on immigration, thereby potentially creating uncertainty in the application of the law.