Penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan visa di kantor imigrasi jakarta selatan menurut undang-undang nomor 63 tahun 2024 juncto undang-undang nomor 6 tahun 2011
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Meta Indah Budhianti
Pembimbing 2 : Muhammad Imam Nasef
Kata Kunci : Immigration, Services, Information Technology, Visa
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SHK_010002000004_Halaman-Judul.pdf | 8 | |
| 2. | 2026_SK_SHK_010002000004_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SHK_010002000004_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SHK_010002000004_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SHK_010002000004_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_SHK_010002000004_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SHK_010002000004_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 2 | |
| 8. | 2026_SK_SHK_010002000004_Bab-1.pdf | 15 | |
| 9. | 2026_SK_SHK_010002000004_Bab-2.pdf | 18 |
|
| 10. | 2026_SK_SHK_010002000004_Bab-3.pdf | 15 |
|
| 11. | 2026_SK_SHK_010002000004_Bab-4.pdf | 23 |
|
| 12. | 2026_SK_SHK_010002000004_Bab-5.pdf | 3 | |
| 13. | 2026_SK_SHK_010002000004_Daftar-Pustaka.pdf | 5 | |
| 14. | 2026_SK_SHK_010002000004_Lampiran.pdf | 13 |
|
P Penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan visa dapat memberikan kemudahan namun disisi lain juga menimbulkan permasalahan seperti yang terjadi di kantor imigrasi jakarta selatan yaitu mekanisme yang kurang efektif, gangguan teknism serta potensi pemalsuan identitas. pokok permasalahan penelitian ini adalahbagaimana penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan visa di kantor imigrasi jakarta selatan berdasarkan undang-undang nomor63 tahun 2024 juncto undang-undang nomor 6 tahun 2011 dan apa saja kendala yang dihadapi dalam penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan visa di kantor imigrasi jakarta selatan? metode penelitian yang digunakan adalah tipe normatif dengan sifat deskriptif.cara pengumpulan data primer dan sekunder melalui studi kepustakaan dan wawancara yang dianalisis secara kualitatif.kesimpulan penelitian ini pelayanan visa di kantor imigrasi jakarta selatan telah menerapkan teknologi informasi melalui sistem e-visa berbasis daring sebagaimana diatur dalam undang-undang nomor 63tahun 2024 juncto undang-undang nomor 6 tahun 2011. seluruh proses pengajuan visa dilakukan secara digital dan real time. kendala yang dihadapi dalam penggunaan teknologi informasi dalampelayanan visa di kantor imigrasi jakarta selatan diantaranta kendala internal meliputi ketidaksesuaian data unggahan, validasi sistem yang gagal, dan gangguan teknis serta kendala eksternal meliputi risiko serangan siber, potensi kebocoran data, serta rendahnya literasi digital pengguna. kendala tersebut berkaitan dengan ketentuan pasal 37 dan pasal 38 undang-undang nomor 63 tahun 2024 dan telah direspons melalui peningkatan infrastruktur teknologi, penguatan keamanan digital, serta penyediaan panduan daring untukmemastikan kelangsungan pelayanan yang optimal.
T The use of information technology in visa services can provide convenience, but on the other hand, it can also create problems, such as those encountered at the south jakarta immigration office, such as ineffective mechanisms, technical glitches, and the potential for identity fraud. the main problem of this research is how information technology is used in visa services at the south jakarta immigration office based on law number 63 of 2024 in conjunction with law number 6 of 2011, and what obstacles are encountered in using information technology in visa services at the south jakarta immigration office? the research method used is a normative type with a descriptive nature.primary and secondary data were collected through literature studies and interviews, analyzed qualitatively.the conclusion of this study is that visa services at the south jakarta immigration office have implemented information technology through an online-based e-visa system as stipulated in law number 63 of 2024 in conjunction with law number 6 of 2011. the entire visa application process is conducted digitally and in real time. obstacles encountered in the use of information technology for visa services at the south jakarta immigration office include internal challenges such as inconsistencies in uploaded data, failed system validation, and technical disruptions. external challenges include the risk of cyberattacks, potential data leaks, and low user digital literacy. these challenges relate to the provisions of articles 37 and 38 of law number 63 of 2024 and have been addressed through improvements to technological infrastructure, strengthening digital security, and providing online guidance to ensure optimal service continuity.