Ultra petita dalam pengujian undang-undang kepala daerah (studi putusan mahkamah konstitusi nomor 60/puu/xxii/2024)
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Ali Rido
Kata Kunci : Constitution, Ultra Petita, Election
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SHK_010002200422_Halaman-Judul.pdf | 8 | |
| 2. | 2026_SK_SHK_010002200422_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SHK_010002200422_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SHK_010002200422_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SHK_010002200422_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_SHK_010002200422_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SHK_010002200422_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_SHK_010002200422_Bab-1.pdf | 18 | |
| 9. | 2026_SK_SHK_010002200422_Bab-2.pdf | 14 |
|
| 10. | 2026_SK_SHK_010002200422_Bab-3.pdf | 14 |
|
| 11. | 2026_SK_SHK_010002200422_Bab-4.pdf | 21 |
|
| 12. | 2026_SK_SHK_010002200422_Bab-5.pdf | 3 | |
| 13. | 2026_SK_SHK_010002200422_Daftar-Pustaka.pdf | 7 | |
| 14. | 2026_SK_SHK_010002200422_Lampiran.pdf | 1 |
|
- -(e) putusan mahkamah konstitusi nomor 60/puu-xxii/2024 menampilkan ultra petita yang menimbulkan persoalan mendasar mengenai batas kewenangan mahkamah konstitusi dalam pengujian undang-undang, sebab mahkamah menyatakan inkonstitusional pasal 40 ayat (1) undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang pemilihan gubernur, bupati, dan walikota, meskipun para pemohon partai buruh dan partai gelora hanya memohonkan pengujian terhadap pasal 40 ayat (3). penelitian ini bertujuan menggambarkan dan menganalisis dasar pertimbangan mahkamah konstitusi dalam menjatuhkan putusan ultra petita tersebut serta mengungkap implikasi hukumnya terhadap sistem ketatanegaraan indonesia. penelitian menggunakan metode yuridis normatif bersifat deskriptif, dengan pendekatan perundang-undangan, bertumpu pada bahan hukum primer dan sekunder yang dihimpun melalui studi kepustakaan, dianalisis secara kualitatif, dan ditarik kesimpulan secara deduktif. hasil penelitian menunjukkan bahwa dasar penjatuhan putusan ultra petita terletak pada keterkaitan sistemik yang tidak terpisahkan antara pasal 40 ayat (1) dan ayat (3), sehingga pembatalan parsial berpotensi menyisakan kekosongan hukum. dalam konteks ini mahkamah menerapkan doktrin necessary implication. penerapan ultra petita tersebut menimbulkan implikasi yang bersifat ganda, yakni penguatan perlindungan hak politik partai politik dan penegasan kedudukan mahkamah konstitusi sebagai pengawal konstitusi sekaligus penafsir akhir konstitusi. penelitian ini merekomendasikan agar mahkamah konstitusi menerapkan ultra petita secara selektif dan disertai argumentasi yang eksplisit serta terukur, dan agar pembentuk undang-undang menyusun norma secara koheren guna mencegah timbulnya sengketa konstitusionalitas serupa di kemudian hari.
C Constitutional court decision number 60/puu-xxii/2024 features an ultra petita ruling that raises fundamental issues regarding the limits of the constitutional court\\\'s authority in the judicial review of statutes. this occurred because the court declared article 40, paragraph (1) of law number 10 of 2016 concerning the election of governors, regents, and mayors unconstitutional, even though the petitioners the labour party and the gelora party—only requested a review of article 40, paragraph (3).this research aims to describe and analyze the legal basis of the constitutional court\\\'s considerations in rendering the ultra petita decision and to uncover its legal implications for indonesia\\\'s constitutional system. this study employs a normative juridical method of a descriptive nature, utilizing a statutory approach, and relies on primary and secondary legal materials gathered through literature study. the data is analyzed qualitatively, and conclusions are drawn deductively.the research results indicate that the basis for rendering the ultra petita decision lies in the inseparable systemic connection between article 40, paragraph (1) and paragraph (3), meaning that a partial annulment would potentially leave a legal vacuum. in this context, the court applied the doctrine of necessary implication.the application of this ultra petita ruling creates dual implications: the strengthening of protection for the political rights of political parties and the reinforcement of the constitutional court\\\'s position as both the guardian and the final interpreter of the constitution. this study recommends that the constitutional court apply ultra petita selectively, accompanied by explicit and measurable argumentation, and that lawmakers draft norms more coherently to prevent similar constitutional disputes in the future.