DETAIL KOLEKSI

Perancangan transit oriented development (tod) stasiun gubeng surabaya dengan pendekatan arsitektur biofilik, dan building infil


Oleh : Dafa Al Rahmad

Info Katalog

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Inavonna

Pembimbing 2 : Yulindiani Iskandar

Kata Kunci : mixed-Use, stasiun gubeng, arsitektur biophilic, thermal and airflow variability, presence of water.

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SAR_052002200059_Halaman-Judul.pdf 14
2. 2026_SK_SAR_052002200059_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_SAR_052002200059_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_SAR_052002200059_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_SAR_052002200059_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_SAR_052002200059_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SAR_052002200059_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SAR_052002200059_Bab-1.pdf 4
9. 2026_SK_SAR_052002200059_Bab-2.pdf 55
10. 2026_SK_SAR_052002200059_Bab-3.pdf 25
11. 2026_SK_SAR_052002200059_Bab-4.pdf 23
12. 2026_SK_SAR_052002200059_Bab-5.pdf 19
13. 2026_SK_SAR_052002200059_Daftar-Pustaka.pdf 1
14. 2026_SK_SAR_052002200059_Lampiran.pdf 16

P Perancangan bangunan mixed-use integratif dan berkelanjutan pada kawasan transit-oriented development (tod) stasiun gubeng surabaya bertujuan untuk menciptakan pusat transportasi modern yang mampu mengintegrasikan berbagai fungsi perkotaan secara efektif, efisien, dan ramah lingkungan. kawasan stasiun gubeng merupakan salah satu simpul transportasi utama di kota surabaya yang memiliki potensi besar sebagai pusat mobilitas dengan adanya integrasi moda transportasi kereta api, mrt, lrt, transportasi publik, serta pengembangan fungsi komersial dan akomodasi. seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat dan perkembangan kawasan perkotaan, diperlukan suatu perancangan yang mampu mengakomodasi aktivitas transportasi.konsep mixed-use diterapkan melalui penggabungan fungsi stasiun, hotel bisnis, hotel transit, area komersial, dan ruang publik yang saling terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi lahan serta mendukung prinsip transit-oriented development. pendekatan arsitektur biophilic digunakan sebagai strategi utama dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan kenyamanan pengguna melalui penerapan prinsip thermal and airflow variability serta presence of water. prinsip thermal and airflow variability diwujudkan melalui optimalisasi ventilasi alami, pemanfaatan aliran udara silang, dan desain bangunan yang responsif terhadap iklim tropis surabaya. sementara itu, prinsip presence of water diterapkan melalui elemen air pada ruang publik dan area transisi bangunan yang berfungsi meningkatkan kualitas pengguna, kenyamanan termal, serta pengalaman ruang bagi pengguna.perancangan ini juga mengoptimalkan penggunaan material ramah pengguna, ruang terbuka hijau, sistem pengelolaan air hujan, serta strategi desain pasif untuk mengurangi konsumsi energi bangunan. orientasi massa bangunan, pengaturan zonasi fungsi, dan konektivitas antar moda transportasi dirancang untuk menciptakan lingkungan yang nyaman, mudah diakses, dan mendukung interaksi sosial, melalui pendekatan ini, bangunan mixed use tidak hanya akan menjawab kebutuhan komersial , serta mendukung pertumbuhan ekonomi kota surabaya di masa mendatang.

T The design of an integrated and sustainable mixed-use development within the transit-oriented development (tod) area of gubeng station, surabaya, aims to create a modern transportation hub capable of integrating various urban functions in an effective, efficient, and environmentally friendly manner. gubeng station is one of the primary transportation nodes in surabaya with significant potential as a mobility center through the integration of railway services, mrt, lrt, and public transportation systems, as well as the development of commercial and accommodation facilities. as urban growth and mobility demands continue to increase, a design solution is required to accommodate transportation-related activities while supporting sustainable urban development.the mixed-use concept is implemented through the integration of station facilities, business hotels, transit hotels, commercial areas, and public spaces to improve land-use efficiency and support the principles of transit-oriented development. a biophilic architectural approach is adopted as the primary strategy to enhance environmental quality and user comfort through the application of the thermal and airflow variability and presence of water principles. the thermal and airflow variability principle is achieved through the optimization of natural ventilation, cross-ventilation systems, and climate-responsive building design adapted to surabaya’s tropical climate. meanwhile, the presence of water principle is incorporated through water features within public spaces and transitional areas to improve people, thermal comfort, and spatial experiences for users.this design also optimizes the use of user-friendly and sustainable materials, green open spaces, rainwater management systems, and passive design strategies to reduce building energy consumption. building mass orientation, functional zoning arrangements, and intermodal transportation connectivity are carefully designed to create an accessible, comfortable, and socially interactive environment. through this approach, the mixed-use development is expected not only to address commercial and transportation needs but also to support the future economic growth of surabaya while promoting environmental sustainability and improving users’ quality of life.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?