Perancangan desain bangunan multifungsi pada kawasan cagar budaya taman kota intan dengan pendekatan infill development
Penerbit : FTSP - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Lucia Helly Purwaningsih
Pembimbing 2 : Dani Dwiyandana
Subyek : Mixed-use developments;Sustainable development
Kata Kunci : Cultural Heritage Area, Infill Development, Mixed-Use, Sustainable Development, Contextual.
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SAR_052002200056_Halaman-Judul.pdf | 12 | |
| 2. | 2026_SK_SAR_052002200056_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SAR_052002200056_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SAR_052002200056_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SAR_052002200056_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 6. | 2026_SK_SAR_052002200056_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SAR_052002200056_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | ||
| 8. | 2026_SK_SAR_052002200056_Bab-1.pdf | 11 | |
| 9. | 2026_SK_SAR_052002200056_Bab-2.pdf | 22 |
|
| 10. | 2026_SK_SAR_052002200056_Bab-3.pdf | 19 |
|
| 11. | 2026_SK_SAR_052002200056_Bab-4.pdf | 24 |
|
| 12. | 2026_SK_SAR_052002200056_Bab-5.pdf | 13 | |
| 13. | 2026_SK_SAR_052002200056_Daftar-Pustaka.pdf | 1 | |
| 14. | 2026_SK_SAR_052002200056_Lampiran.pdf | 9 |
|
K Kawasan cagar budaya kotatua (kota tua) jakarta merupakan kawasan bersejarah yang memiliki karakter berlapis dan kompleks, dengan nilai penting pada tingkat lokal hingga internasional. kawasan ini berisi beragam peninggalan, mulai dari bangunan kolonial hingga arsitektur pasca kemerdekaan. salah satu elemen penting di dalamnya adalah taman kota intan, yang terletak di kelurahan pinangsia, kecamatan taman sari, kota administrasi jakarta barat. taman kota intan ini berperan sebagai ruang terbuka publik yang menghubungkan aktivitas wisata, sosial, dan ekonomi masyarakat di dalam kawasan kota tua.dalam pengembangannya, taman kota intan dapat dirancang dengan pendekatan infill development, yaitu gagasan perencanaan yang mendorong lingkungan yang walkable, kompak, serta mendukung keberagaman fungsi (mixed-use) untuk membentuk karakter kawasan yang kuat (sense of place). pendekatan ini diharapkan mampu menjadikan taman kota intan sebagai katalis dalam upaya revitalisasi kota tua. dalam konteks historis, desain infill juga harus mampu menghubungkan masa lalu dengan kebutuhan masa depan.penerapan konsep mixed-use difungsikan untuk mewadahi masyarakat dengan latar belakang beragam, sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan hunian yang terintegrasi dengan kegiatan usaha. perancangan mixed-use melalui pendekatan infill development harus memenuhi sejumlah kriteria, seperti pemahaman kawasan historis, kepatuhan terhadap peraturan dan pedoman, kualitas desain arsitektur, prinsip bangunan hijau, aksesibilitas, kualitas hidup, dan inklusivitas. berdasarkan pendekatan tersebut, pengembangan taman kota intan diharapkan dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan sekaligus melestarikan kawasan cagar budaya untuk generasi mendatang.
K Kota tua cultural heritage area in jakarta is a historic district characterized by layered and complex urban fabric, holding significant value at the local, national, and even international levels. the area contains a wide range of heritage assets, from colonial-era structures to post-independence architecture. one of its key elements is taman kota intan, located in pinangsia subdistrict, taman sari district, west jakarta. taman kota intan functions as a public open space that connects tourism, social, and economic activities within the kota tua area.in its development, taman kota intan can be designed using an infill development approach, a planning strategy that promotes walkable environments, compact urban form, and mixed-use functions to strengthen the sense of place. this approach is expected to position taman kota intan as a catalyst for the overall revitalization of kota tua. within the historical context, infill design must also bridge the area’s past with its future needs.the application of mixed-use development aims to accommodate diverse community backgrounds by integrating residential needs with commercial activities. mixed-use planning through infill development must meet several criteria, including understanding of historical context, compliance with regulations and guidelines, architectural design quality, green building principles, accessibility, quality of life, and inclusivity. based on these principles, the development of taman kota intan is expected to serve as a model for sustainable development while preserving the cultural heritage area for future generations.