DETAIL KOLEKSI

Perancangan kawasan pusat kesenian taman hiburan rakyat surabaya dan taman remaja surabaya dengan pendekatan arsitektur regionalisme


Oleh : Zalfa Hauna Nisa

Info Katalog

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Lucia Helly Purwaningsih

Pembimbing 2 : Khotijah Lahji

Kata Kunci : THR, Regionalism Architecture, Arts Center, Surabaya

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SAR_052002200048_Halaman-Judul.pdf 13
2. 2026_SK_SAR_052002200048_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_SAR_052002200048_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_SAR_052002200048_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_SAR_052002200048_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_SAR_052002200048_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SAR_052002200048_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SAR_052002200048_Bab-1.pdf 11
9. 2026_SK_SAR_052002200048_Bab-2.pdf 26
10. 2026_SK_SAR_052002200048_Bab-3.pdf 35
11. 2026_SK_SAR_052002200048_Bab-4.pdf 10
12. 2026_SK_SAR_052002200048_Bab-5.pdf 13
13. 2026_SK_SAR_052002200048_Daftar-Pustaka.pdf 1
14. 2026_SK_SAR_052002200048_Lampiran.pdf 28

T Taman hiburan rakyat (thr) surabaya memiliki sejarah panjang sebagai ruang pertunjukan dan pusat kegiatan kesenian masyarakat. namun, seiring perkembangan kota dan beralihnya fungsi kawasan, peran thr sebagai wadah ekspresi seni dan budaya semakin memudar. melihat urgensi revitalisasi tersebut, perancangan pusat kesenian pada thr surabaya ini bertujuan menghadirkan kembali ruang yang mampu mewadahi aktivitas seni tradisional maupun kontemporer, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal. pendekatan arsitektur regionalisme diterapkan untuk menjaga kesinambungan antara identitas budaya lokal, memori kolektif kawasan thr–trs, dan kebutuhan ruang modern. prinsip ini diwujudkan melalui pemanfaatan elemen arsitektur yang responsif terhadap iklim tropis, penggunaan material dan pola ruang yang merujuk pada karakter lokal, serta penguatan kembali fungsi-fungsi budaya seperti ruang pertunjukan dan aktivitas komunitas. dengan demikian, desain baru tetap berakar pada konteks historis dan sosial surabaya, namun mampu beradaptasi dengan tuntutan fasilitas mice dan ruang publik kontemporer.metode perancangan meliputi studi literatur, studi preseden, dan observasi lapangan. hasil perancangan menunjukkan bahwa pengolahan ruang dengan memadukan elemen-elemen arsitektur tradisional jawa timur, ruang publik yang terbuka, serta tata sirkulasi yang adaptif mampu menciptakan lingkungan yang inklusif dan interaktif bagi seniman maupun pengunjung. dengan dukungan fasilitas seperti gedung pertunjukan, galeri seni, ruang latihan, serta area festival terbuka, pusat kesenian ini diharapkan berperan sebagai media pengembangan kreativitas dan pelestarian budaya, sekaligus menghidupkan kembali citra thr surabaya sebagai ikon seni di kota tersebut. hasil perancangan diharapkan mampu menciptakan ruang publik yang tidak hanya menjadi sarana rekreasi dan pertunjukan seni, tetapi juga wadah pengembangan ekonomi kreatif dan kebudayaan lokal. dengan demikian, kawasan thr–trs dapat kembali menjadi ikon hiburan rakyat sekaligus simbol kebangkitan seni dan budaya surabaya di era modern.

T Taman hiburan rakyat (thr) surabaya has a long history as a venue for performances and a center for community artistic activities. however, as the city has developed and the function of the area has shifted, thr role as a space for artistic and cultural expression has gradually diminished. in response to the urgency of revitalization, the design of the arts center at thr surabaya aims to reintroduce a space capable of accommodating both traditional and contemporary artistic activities while strengthening the local cultural identity. a regionalism architectural approach is applied to maintain continuity between local cultural identity, the collective memory of the thr–trs area, and modern spatial requirements. this principle is realized through the use of architectural elements that respond to the tropical climate, the application of materials and spatial patterns that reflect local characteristics, and the revitalization of cultural functions such as performance spaces and community activities. thus, the new design remains rooted in the historical and social context of surabaya while being able to adapt to the demands of contemporary mice facilities and public spaces.the design methodology includes literature studies, precedent studies, and field observations. the design results indicate that the integration of traditional east javanese architectural elements, open public spaces, and adaptive circulation can create an inclusive and interactive environment for both artists and visitors. supported by facilities such as performance halls, art galleries, rehearsal spaces, and open festival areas, this arts center is expected to serve as a medium for creative development and cultural preservation while revitalizing the image of thr surabaya as an arts icon of the city. the design is expected to create a public space that functions not only as a venue for recreation and artistic performances but also as a platform for the development of the creative economy and local culture. therefore, the thr–trs area is expected to once again become an icon of public entertainment as well as a symbol of the revival of surabaya’s arts and culture in the modern era.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?