Usulan pengembangan kualitas produk pelumas dengan metodequality function deployment pada PT. Federal Karyatama
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2004
Pembimbing 1 : Tiena Gustina Amran
Subyek : Production control;Six sigma (Quality control standard);Quality control - Product
Kata Kunci : product quality, lubricants, methods Quality Function Deployment, PT Federal Karyatama
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2004_TA_STI_06300373_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2004_TA_STI_06300373_Lembar--Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2004_TA_STI_06300373_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2004_TA_STI_06300373_Bab-2_Landasan-Teori.pdf |
|
|
| 5. | 2004_TA_STI_06300373_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2004_TA_STI_06300373_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 2004_TA_STI_06300373_Bab-5_Analisa-Data.pdf |
|
|
| 8. | 2004_TA_STI_06300373_Bab-6_Usulan-Pengembangan-Meningkatkan-Kualitas-Pelayanan-Pelanggan.....pdf |
|
|
| 9. | 2004_TA_STI_06300373_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 10. | 2004_TA_STI_06300373_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 11. | 2004_TA_STI_06300373_Lampiran.pdf |
|
T Travel PT. Varia Indah Tour didirikan pada tahun 2004 yang merupakan salah satu perusahaan travel di Jakarta. Seiring dengan adanya tol Cipularang maka banyak berdirinya perusahaan yang sejenis menyebabkan semakin ketatnya persaingan dalam perusahaan travel. Agar PT. Varia Indah Tour dapat bersaing dengan perusahaan yang lain maka harus dapat meningkatkan kualitas pelayanannya. Untuk dapat mengetahui apakah kualitas pelayanan travel PT. Varia Indah Tour maka dapat menggunakan metode SERVQUAL. Perhitungan ini untuk mengukur kesenjangan antara persepsi dan ekspektasi pelanggan terhadap atribut pelayanan (gap 5), mengidentifikasi atribut pelayanan dan karakteristik teknis, atribut apa yang akan diprioritaskan dan ditingkatkan lagi dan kemudian meningkatkan kualitas pelayanannya agar dapat memenuhi harapan para pelanggan. Setelah mengetahui atribut apa yang dibutuhkan para pelanggan selanjutnya adalah mengetahui atribut yang perlu ditingkatkan perfomansinya lagi dengan menggunakan diagram Importance-Perfomance matriks dan masuk dalam kuadran I. Dari hasil perhitungan gap 5 menunjukkan ada 6 atribut yang mempunyai nilai negatif, yaitu variabel 9,16,17,18,19,22. dan 17 yang positif. Atribut yang masuk kedalam kuadran I ada 3 atribut yaitu 1,9,16 yaitu penampilan petugas pool/ tiketing yang bersih dan rapi , keberangkatan yang tepat pada waktunya, kemampuan supir dalam mengatasi kerusakan yang terjadi selama perjalanan. Dari hasil diagram Importance-Perfomance matriks dan masuk dalam kuadran I ada tiga atribut lalu kemudian ditentukan sebagai atribut yang memerlukan perbaikan dan peningkatan kualitas juga perfomansinya. Atribut pelanggan yang memerlukan perbaikan tersebut digunakan sebagai atribut yang dimasukkan kedalam Quality Fuction Deployment, kemudian atribut diterjemahkan kedalam karakteristik teknis lalu dilakukan proses fuzzifikasi dengan metode centroid dan dihitung nilai absolute dan relative juga peringkatnya, lalu dibuatlah House Of Quality dari hasil pengolahan data dan analisa maka dapat diberikan usulan perbaikan yaitu untuk mengadakan pelatihan terhadap supir tentang tehnik berkendaran yang baik, pengadaan tenaga supir yang bekualitas, menyedikan peralatan kendaran seperti dongkrak, kunci dan ban pengganti yang memadai. Hal-hal tersebut dilakukan agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan yang ada agar dapat memuaskan para pelanggan.
P PT. Varia Indah Tour is a travel company based in Jakarta that was established in 2004. The opening of the Cipularang toll road led to the emergence of numerous similar companies, resulting in increasingly fierce competition within the travel industry. To remain competitive, PT. Varia Indah Tour must enhance its service quality. The SERVQUAL method can be employed to assess the company's service quality. This method measures the gap between customer perceptions and expectations regarding service attributes (Gap 5), identifies service attributes and technical characteristics, determines which attributes require prioritization and improvement, and ultimately helps elevate service quality to meet customer expectations. After identifying the attributes valued by customers, the next step involves determining which attributes require performance improvements—specifically those falling into Quadrant I of the Importance-Performance Matrix. The Gap 5 analysis revealed six attributes with negative values ​​(variables 9, 16, 17, 18, 19, and 22) and seventeen with positive values. Three attributes fell into Quadrant I: the neat and tidy appearance of pool/ticketing staff, punctual departures, and the driver's ability to handle breakdowns during the journey. Based on the Importance-Performance Matrix, these three attributes were identified as requiring improvements in both quality and performance. The customer attributes requiring improvement were incorporated into the Quality Function Deployment (QFD) framework; these attributes were translated into technical characteristics, followed by a fuzzification process using the centroid method and the calculation of absolute and relative values ​​as well as rankings. Based on the resulting data analysis and the constructed House of Quality, improvement proposals were formulated: conducting driver training on proper driving techniques, recruiting high-quality drivers, and providing adequate vehicle equipment such as jacks, wrenches, and spare tires. These measures aim to enhance service quality and ensure customer satisfaction.