DETAIL KOLEKSI

Analisa terhadap sistim pengkondisian udara pada kabin pesawat terbang boeing 737-300


Oleh : Michael Arif Kurnanto

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2004

Pembimbing 1 : Julius A. Rachman

Subyek : Airplanes - Air conditioning

Kata Kunci : analysis, system, air conditioning, aircraft cabin, boeing 737-300

Status Posting : Published

Status : Tidak Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2004_TA_STM_06100041_Halaman-Judul.pdf
2. 2004_TA_STM_06100041_Lembar-Pengesahan.pdf
3. 2004_TA_STM_06100041_Bab-1_Pendahuluan.pdf
4. 2004_TA_STM_06100041_Bab-2_Survey-Literatur.pdf
5. 2004_TA_STM_06100041_Bab-3_Sistim-Pengkondisian-Udara-Pesawat-Terbang-Boeing-737-300.pdf
6. 2004_TA_STM_06100041_Bab-4_Metodologi-Pengamatan.pdf
7. 2004_TA_STM_06100041_Bab-5_Pengolahan-Data-Survey.pdf
8. 2004_TA_STM_06100041_Bab-6_Penutup.pdf
9. 2004_TA_STM_06100041_Daftar-Pustaka.pdf
10. 2004_TA_STM_06100041_Lampiran.pdf

D Dengan erkembangan teknologi yang sudah maju seperti sekarang, pesawat terbang dapat terbang pada ketinggian Iebih dari 20.000 ft, dimana tekanan dan temperaturnya jauh Iebih rendah dad permukaan bumi. Karena hal tersebut udara di dalam pesawat tersebut harus dikondisikan supaya tekanan dan temperaturnya nyaman bagi manusia (1 atm & 18 — 26 °C). Dengan penulisan ini kita diharapkan dapat mengetahui cara kerja dari sistim pengkondisian udara pesawat Boeing 737-300 dan membandingkan daya kompresor ACM untuk beban pendinginan maksimal dengan daya kompresor ACM Boeing 737-300. Data-data yang diperlukan didapatkan dari literatur, pengamatan di lapangan, dan interview dengan pembimbing lapangan, yang kemudian data tersebut akan diolah dan dianalisa. Perhitungan dilakukan pada saat beban maksimal (Tu = 45 °C & Vpesawat = 840 km/j) dengan temperatur kabin yang diinginkan sebesar 25 °C. Selanjutnya akan didapatkan total beban pendinginan sebesar 36631,58 kW, laju massa aliran udara terkondisi sebesar 1,657 kg/s, daya kompresor ACM yang dibutuhkan sebesar 150,5 kW dengan COP 0,243. Bila kita bandingkan hash tersebut dengan daya kompresor ACM Boeing 737-300 yaitu sebesar 200 kW, nilainya Iebih besar, yang berarti kompresor ACM Boeing 737-300 dapat melayani beban pendinginan maksimal. Dan dengan sistim pengkondisian udara yang digunakan adalah siklus Refrigerasi Gas jenis Bootstrap.

W With the development of technology that is already advanced as it is now, airplanes can fly at an altitude of more than 20,000 ft, where the pressure and temperature are much lower than the earth's surface. Because of this, the air inside the airplane must be conditioned so that the pressure and temperature are comfortable for humans (1 atm & 18 - 26 °C). With this writing, we are expected to know how the Boeing 737-300 aircraft air conditioning system works and compare the ACM compressor power for maximum cooling load with the Boeing 737-300 ACM compressor power. The required data are obtained from literature, field observations, and interviews with field supervisors, which will then be processed and analyzed. The calculation is carried out at maximum load (Tu = 45 °C & Vpesawat = 840 km / h) with the desired cabin temperature of 25 °C. Next, the total cooling load will be 36631.58 kW, the conditioned air mass flow rate is 1.657 kg/s, the required ACM compressor power is 150.5 kW with a COP of 0.243. If we compare the hash with the Boeing 737-300 ACM compressor power of 200 kW, the value is greater, which means the Boeing 737-300 ACM compressor can serve the maximum cooling load. And the air conditioning system used is the Bootstrap type Gas Refrigeration cycle.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?