Penerapan sanksi pidana tambahan terhadap pejabat negara dalam tindak pidana korupsi pada putusannomor 2/pid.sus-tpk/2023/pt dki
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2025
Kata Kunci : Sanctions, Additional Criminal Penalties, Revocation of Political Rights
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2025_SK_SHK_010002100125_Halaman-Judul.pdf | 6 | |
| 2. | 2025_SK_SHK_010002100125_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2025_SK_SHK_010002100125_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2025_SK_SHK_010002100125_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2025_SK_SHK_010002100125_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2025_SK_SHK_010002100125_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2025_SK_SHK_010002100125_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2025_SK_SHK_010002100125_Bab-1.pdf | 19 | |
| 9. | 2025_SK_SHK_010002100125_Bab-2.pdf |
|
|
| 10. | 2025_SK_SHK_010002100125_Bab-3.pdf |
|
|
| 11. | 2025_SK_SHK_010002100125_Bab-4.pdf |
|
|
| 12. | 2025_SK_SHK_010002100125_Bab-5.pdf | 2 | |
| 13. | 2025_SK_SHK_010002100125_Daftar-Pustaka.pdf | 5 | |
| 14. | 2025_SK_SHK_010002100125_Lampiran.pdf |
|
P Pemberian sanksi pidana tidak hanya dengan menjatuhkan pidana pokok berupa penjara atau denda, melainkan perlu diiringi dengan pidana tambahan yang bersifat represif sekaligus preventif. salah satu bentuk pidana tambahan yang relevan adalah pencabutan hak politik, khususnya hak untuk dipilih dalam jabatan publik. salah satu bentuk penegakan hukum yang digunakan untuk memberikan efek jera adalah pidana tambahan berupa pencabutan hak politik, seperti hak untuk memilih dan dipilih dalam jabatan publik. penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaturan hukum terkait pidana tambahan pencabutan hak politik serta menganalisis penerapannya dalam putusan nomor 2/pid.sus-tpk/2023/pt dki terhadap terbit rencana perangin angin selaku bupati langkat. penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, studi pustaka, dan wawancara. hasil penelitian menunjukkan bahwa pencabutan hak politik memiliki dasar hukum yang kuat dalam kuhp dan uu tipikor, serta dapat dijatuhkan untuk melindungi integritas penyelenggaraan negara. namun, terdapat disparitas dalam penerapannya karena hanya terdakwa i yang dijatuhi pidana tambahan pencabutan hak politik, sedangkan terdakwa ii tidak. hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai asas keadilan dan konsistensi hakim dalam menjatuhkan sanksi tambahan terhadap pelaku dengan peran serupa. oleh karena itu, diperlukan pedoman yang lebih tegas dalam pemberian pidana tambahan agar mencerminkan keadilan substantif dan mencegah praktik korupsi di masa depan.
T The imposition of criminal sanctions should not be limited to principal penalties such as imprisonment or fines, but must also be accompanied by additional penalties that are both repressive and preventive in nature. one relevant form of additional punishment is the revocation of political rights, particularly the right to be elected to public office. one method of law enforcement aimed at creating a deterrent effect is the imposition of additional criminal sanctions in the form of revoking political rights, such as the right to vote and to be elected to public office.this research aims to examine the legal framework governing the additional penalty of revocation of political rights and to analyze its application in decision number 2/pid.sus-tpk/2023/pt dki involving terbit rencana perangin angin in his capacity as the regent of langkat. the study employs a normative juridical method, using a statutory approach, literature review, and interviews.the findings indicate that the revocation of political rights has a strong legal basis in the indonesian penal code (kuhp) and the anti-corruption law (uu tipikor), and may be imposed to safeguard the integrity of state governance. however, there is a disparity in its application, as only defendant i received the additional sanction of political rights revocation, while defendant ii did not. this raises concerns regarding the principle of justice and judicial consistency in imposing additional sanctions on offenders with similar roles. therefore, a clearer guideline is needed for the imposition of additional penalties to reflect substantive justice and to prevent future acts of corruption.