Strategi Pertamina dalam pemasaran bahan bakar premium untuk meningkatkan nilai ekspor
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2003
Pembimbing 1 : Tiena Gustina Amran
Pembimbing 2 : Johnson Saragih
Subyek : Marketing - Management;Premium fuel;Industrial engineering;Production control
Kata Kunci : Pertamina, marketing, fuel, Premium, export value
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2003_TA_STI_06398403_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2003_TA_STI_06398403_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2003_TA_STI_06398403_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2003_TA_STI_06398403_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf |
|
|
| 5. | 2003_TA_STI_06398403_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2003_TA_STI_06398403_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 2003_TA_STI_06398403_Bab-5_Analisa-Data.pdf |
|
|
| 8. | 2003_TA_STI_06398403_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 9. | 2003_TA_STI_06398403_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 10. | 2003_TA_STI_06398403_Lampiran.pdf |
|
P Penentuan harga jual produk dalam industri perminyakan, merupakan variabel yang dominan. Dalam industri perminyakan kebijakan mengenai harga merupakan prioritas utama dalam rangkaian kebijaksanaan-kebijaksanaan lainnya karena harga langsung berpengaruh terhadap aktivitas perminyakan maupun sek-tor lainnya, sehingga pemerintah menganggap perlu_ ikut campur tangan. Parameter yang digunakan dalam penentuan harga pokok penjualan (HPP) BBM adalah pengadaan minyak mentah balk dalam negeri maupun dati luar negeri, BBM impor dan ditambah biaya operasi. Dimana parameter pengadaan minyak mentah dan pengadaan BBM impor merupakan komponen biaya pokok terbesar mencapai 85%-90% dari total biaya pokok BBM. Oleh karena itu diperlukannya suatu strategi-strategi dalam mengadaan minyak mentah dan pengadaan BBM impor. Langkah-langkah yang dilakukan adalah pertama melakukan peramalan akan tingkat ekspor minyak mentah, impor premium dan tingkat kebutuhan premium. Kedua menentukan parameter yang paling berpengaruh dalam penentuan HPP (Harga Pokok Premium) dengan metode AHP. Ketiga melakukan perhitungan BCR (Benefit Cost Ratio) dari keputusan yang diperoleh AHP. Keempat menentukan strategi pemasaran dari keputusan yang diperoleh AHP, tahap pertama menentukan kondisi PERTAMINA terhadap kunci faktor sukses internal dan eksternal, tahap kedua menentukan alternatif stretegi dengan menggunakan matrik BCC dan SWOT sedangkan tahap ketiga menentukan strategi dari kedua par da_ngan menggunakan alternatif strategi yang sudah dibentuk. Berdasarkan peramalan 10 tahun kedepan tingkat ekpor minyak mentah saugat menurun, tingkat impor premium terns meningkat sejalan dengan meningkatnya tingkat kebutuhan premium di dalam negeri. Hasil AHP dari ketiga faktor adalah : rnengutarnakan ekspor minyak mentah = 0.1269, meng,utatnakan impor premium 0.5510, meningkatkan kualitas premium = 0.3222. Maka I-1PP BBM ditentukan dari imper premium dengan harga Rp 1.810 dengan batas alas Rp 2.100 dan batas bawah RP 1.650. Berdsarkan perhitungan BCR keputusan untuk mengimpor premium pada tahun 2003 layak dilakukan dengn benefit sebesar US$ 8.476.023.880. Kondisi PERTAMINA terhadap kunci fakto sukses, dari EFE untuk ekpor dan impor dapat memanfaatkan faktor ekstemal dengan baik, dari 1FE untuk ekspor dan impor cuktip balk dalam menggunakan kekuatan yang ada. Sehingga strategi yang digunakan dalam ekpor minyak mentah terdiri dari beberapa bidang, yaitu : tanggung jawab kepada pemerintah, pemasaran, tekitologi, kilang minyak, pengontrolan. Sedangkan strategi untuk mengimpor premium jugs terdiri dari beberapa bidang yaitu tanggung jawab kepeda pemerintah, riset pasar, teknologi, pengembangan produk, inventors.ill
D Determining product selling prices is a dominant variable in the petroleum industry. Pricing policy is a top priority among the various policies in this sector because prices directly impact both petroleum activities and other economic sectors, prompting government intervention. The parameters used to determine the Cost of Goods Sold (COGS) for fuel include the procurement of crude oil (both domestic and foreign) and imported fuel, plus operating costs. Crude oil and imported fuel procurement constitute the largest cost components, accounting for 85%–90% of the total fuel cost. Consequently, specific strategies for crude oil and fuel procurement are required. The steps taken were: first, forecasting crude oil export levels, Premium gasoline import levels, and domestic Premium demand; second, identifying the most influential parameters for determining the COGS for Premium gasoline using the Analytic Hierarchy Process (AHP) method; third, calculating the Benefit-Cost Ratio (BCR) based on the AHP results; and fourth, formulating marketing strategies based on the AHP findings. This final stage involved assessing Pertamina's position regarding key internal and external success factors, identifying strategic alternatives using BCG and SWOT matrices, and selecting the final strategy by evaluating the formulated alternatives. Forecasts for the next decade indicate a significant decline in crude oil exports, while Premium imports continue to rise in tandem with increasing domestic demand. The AHP results for the three factors were: prioritizing crude oil exports (0.1269), prioritizing Premium imports (0.5510), and improving Premium quality (0.3222). Thus, the fuel COGS was determined based on Premium imports at a price of Rp 1,810, with an upper limit of Rp 2,100 and a lower limit of Rp 1,650. Based on the BCR calculation, the decision to import Premium gasoline in 2003 was deemed viable, yielding a benefit of US$ 8,476,023,880. Regarding key success factors, Pertamina’s EFE analysis indicates an effective ability to leverage external factors for both export and import operations, while its IFE analysis shows a strong capacity to utilize existing internal strengths. Consequently, the strategy for crude oil exports encompasses several areas: government accountability, marketing, technology, refining operations, and control systems. Meanwhile, the strategy for importing *Premium* (gasoline) also covers multiple areas, including government accountability, market research, technology, product development, and inventory management.