Usulan perencanaan produksi trkomputerisasi di CV. Bintang Mas Art Ceramic's
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2003
Pembimbing 1 : Inten Tejaasih
Pembimbing 2 : Cynthia Widiyanti
Subyek : Production planning;Production standards;Materials handling;Industrial engineering
Kata Kunci : production planning, computerization, CV. Bintang Mas Art Ceramic's
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2003_TA_STI_06399298_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2003_TA_STI_06399298_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2003_TA_STI_06399298_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2003_TA_STI_06399298_Bab-2_Landasan-Teori.pdf |
|
|
| 5. | 2003_TA_STI_06399298_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2003_TA_STI_06399298_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 2003_TA_STI_06399298_Bab-5_Perancangan-dan-Tampilan-Program.pdf |
|
|
| 8. | 2003_TA_STI_06399298_Bab-6_Analisa.pdf |
|
|
| 9. | 2003_TA_STI_06399298_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 10. | 2003_TA_STI_06399298_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 11. | 2003_TA_STI_06399298_Lampiran.pdf |
|
C CV Bintang Mas Art Ceramic's (BIMAC) adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri keramik. Produk yang diproduksinya antara lain mug dan cangkir. Dalam menghadapi persaingan dan kondisi pasar yang tidak menentu, CV BIMAC dituntut untuk dapat menjalankan kegiatan operasinya dengan baik, efektif dan efisien agar dapat menjamin kelancaran produksi, peningkatan produktivitas dan profitabilitas. Perusahaan harus dapat menetapkan suatu sistem produksi yang balk guna mencapai efektivitas serta efisiensi produksi yang tinggi dengan tujuan untuk dapat mempertahankan kontinuitas perusahaan bahican mengembangkan perusahaan. Pokok permasalahan yang sedang dihadapi perusahaan saat ini adalah perusahaan menginginkan rencana produksi yang telah dibuat dapat sesuai dengan permintaan konsumen. Di samping itu terdapat masalah dalam pengadaan bahan balm balk dalam jumlah bahan baku yang dipesan maupun waktu pemesanan. Langkah awal dalam memecahkan masalah tersebut adalah dengan melakukan peramalan. Pertama-tama plot data penjualan dari bulan Januari 2000 sampai dengan bulan Desember 2001 untuk produk mug dan cangkir. Hasil plot data menunjukkan bahwa kedua produk mempunyai plot data yang bersifat trend. Oleh karena itu metode peramalan yang digunakan adalah metode Regresi Linier, metode Double Moving Average (N=2,3,4,5) dan metode Double Exponential Smoothing (a =0.1-0.9). Dari perhitungan nilai MSE, Tracking Signal dan verifikasi dengan Moving Range Chart diperoleh hasil bahwa metode peramalan untuk mug adalah metode Regresi Linier dan untuk cangkir adalah metode Double Exponential Smoothing a = 0.9. Hasil peramalan terbaik digunakan sebagai data perencanaan produksi agregat untuk bulan Januari 2002 sampai dengan Juni 2002 dengan menggunakan metode optimasi dengan pendekatan programa linier. Perhitungan agregat ini dilakukan dengan menggunakan software Tora dan menghasilkan biaya produksi sebesar Rp 133.086.800,00. Setelah perhitungan agregat dilanjutkan dengan perhitungan disagregasi. Perhitungan disagregasi ini akan menghasilkan Jadwal Induk Produksi (TIP). Setelah itu dilanjutkan pengujian kapasitas dengan menggunakan Rough Cut Capacity Planning (RCCP) untuk mengetahui apakah JIP yang telah dibuat layak. Hasil perhitungan RCCP ternyata menunjukkan bahwa kapasitas yang tersedia mencukupi kapasitas yang dibutuhkan sehingga JIP yang dibuat dapat dikatakan layak (tabel 4.43 — tabel 4.48). Setelah itu dilanjutkan dengan perhitungan rencana kebutuhan bahan dengan menggunakan metode MRP. Kemudian dilanjutkan dengan pengujian kapasitas dengan menggunakan Capacity Requirement Planning (CRP) untuk mengetahui apakah rencana kebutuhan bahan yang telah dibuat dapat memenuhi semua permintaan konsumen. Hasil perhitungan dengan CRP menunjukkan bahwa kapasitas yang tersedia mencukupi ( tabel 4.57) sehingga dapat dikatakan bahwa rencana kebutuhan bahan yang dibuat dapat memenuhi semua permintaan konsumen. Selanjutnya dibuat program yang bertujuan untuk mempercepat perencanaan produksi dan perencanaan kebutuhan bahan. Pembuatan program diawali dengan menyusun perancangan algoritma perhitungan terlebih dahulu. Langkah selanjutnya adalah membuat perancangan algoritma program. Setelah itu dilakukan validasi terhadap perancangan program. Perancangan program ini dibuat dengan menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0 dan untuk data base menggunakan Microsoft Access 2000.
C CV Bintang Mas Art Ceramics (BIMAC) is a company engaged in the ceramics industry. Its products include mugs and cups. In the face of competition and uncertain market conditions, CV BIMAC is required to be able to carry out its operations well, effectively and efficiently to ensure smooth production, increase productivity and profitability. The company must be able to establish a good production system to achieve high production effectiveness and efficiency with the aim of being able to maintain the company's continuity and develop the company. The main problem currently being faced by the company is that the company wants the production plan that has been made to match consumer demand. In addition, there are problems in procuring balm balm materials in terms of the amount of raw materials ordered and the timing of orders. The initial step in solving this problem is to conduct forecasting. First, plot sales data from January 2000 to December 2001 for mug and cup products. The results of the data plot show that both products have a trending data plot. Therefore, the forecasting methods used are the Linear Regression method, the Double Moving Average method (N=2,3,4,5) and the Double Exponential Smoothing method (a=0.1-0.9). From the calculation of the MSE value, Tracking Signal and verification with Moving Range Chart, the results show that the forecasting method for mugs is the Linear Regression method and for cups is the Double Exponential Smoothing method a=0.9. The best forecasting results are used as aggregate production planning data for January 2002 to June 2002 using the optimization method with a linear programming approach. This aggregate calculation is carried out using Tora software and produces a production cost of Rp133,086,800.00. After the aggregate calculation, it is continued with the disaggregation calculation. This disaggregation calculation will produce the Master Production Schedule (TIP). After that, capacity testing is continued using Rough Cut Capacity Planning (RCCP) to determine whether the JIP that has been made is feasible. The RCCP calculation results showed that the available capacity was sufficient to meet the required capacity, so the JIP created could be considered feasible (table 4.43 — table 4.48). This was followed by calculating the material requirements plan using the MRP method. This was followed by capacity testing using Capacity Requirement Planning (CRP) to determine whether the material requirements plan that had been created could meet all consumer demand. The results of the CRP calculation showed that the available capacity was sufficient (table 4.57), so it could be said that the material requirements plan that had been created could meet all consumer demand. Next, a program was created that aimed to accelerate production planning and material requirements planning. The program creation began with compiling the calculation algorithm design first. The next step was to create the program algorithm design. After that, validation of the program design was carried out. This program design was created using Microsoft Visual Basic 6.0 and for the database using Microsoft Access 2000.