DETAIL KOLEKSI

Optimalisasi pengelolaan lahan makam wakaf untuk meningkatkan keberlanjutan aset wakaf


Oleh : Muchlis Djuniarsah

Info Katalog

Subyek : Waqf--Cemetery;Asset management accounts;Cemeteries -- Management

Penerbit : FEB - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Lavlimatria Esya

Kata Kunci : waqf cemetery, asset governance, hybrid model,productive waqf, cross-subsidy

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_TS_MIE_121012400029_Halaman-Judul.pdf 12
2. 2026_TS_MIE_121012400029_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 2
3. 2026_TS_MIE_121012400029_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_TS_MIE_121012400029_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_TS_MIE_121012400029_Lembar-Pengesahan.pdf 4
6. 2026_TS_MIE_121012400029_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_TS_MIE_121012400029_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 2
8. 2026_TS_MIE_121012400029_Bab-1.pdf
9. 2026_TS_MIE_121012400029_Bab-2.pdf
10. 2026_TS_MIE_121012400029_Bab-3.pdf
11. 2026_TS_MIE_121012400029_Bab-4.pdf
12. 2026_TS_MIE_121012400029_Bab-5.pdf
13. 2026_TS_MIE_121012400029_Daftar-Pustaka.pdf
14. 2026_TS_MIE_121012400029_Lampiran.pdf

P Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pengelolaan lahan makam wakaf,mengidentifikasi tantangan manajerial, dan merumuskan strategi optimalisasi tatakelola aset pada taman makam wakaf rw 02 lebak bulus. pendekatan kualitatifdengan desain studi kasus digunakan dalam penelitian ini, dan data dikumpulkanmelalui teknik wawancara mendalam terhadap informan kunci, observasi lapangan,serta studi dokumentasi. analisis data difokuskan pada evaluasi kapasitas internalkelembagaan dan dinamika eksternal lahan urban. hasil penelitian menunjukkanbahwa tata kelola makam tengah bertransformasi dari sistem komunal tradisionalmenuju manajemen formal berbasis hybrid social-enterprise cemetery model. modelini memecah kompleksitas ruang menjadi klaster sosial (65%) sebagai area sakral danklaster usaha produktif (35%) sebagai instrumen komersial. analisis manajerialmenemukan adanya kerentanan finansial yang bersumber dari ketergantungan padadonasi fluktuatif, kesenjangan teknis terkait ketiadaan standar operasional penggalian(sistem landakan), serta tingginya ancaman sengketa akibat krisis lahan urban dijakarta selatan. strategi optimalisasi utama yang dirumuskan adalah penerapanmekanisme subsidi silang (cross-subsidy), di mana surplus pendapatan dari unit bisnisdi klaster produktif ditarik menjadi dana abadi untuk membiayai penuh bebanoperasional di klaster sosial. implikasi penelitian ini menegaskan bahwa untukmempertahankan keberlanjutan makam wakaf di kawasan perkotaan padat, nazhirdituntut untuk melakukan pengamanan legalitas aset secara formal, meningkatkanstandardisasi teknis operasional, serta membangun kemandirian finansial paripurnatanpa membebani masyarakat komunal melalui integrasi ekosistem bisnis hibrida.kata kunci: makam wakaf, tata kelola aset, hybrid model, wakaf produktif, subsidi silang

T This study aims to analyze the management model of waqf burial land, identifymanagerial challenges, and formulate asset governance optimization strategies at therw 02 lebak bulus waqf cemetery. a qualitative approach with a case study designwas utilized, and data were gathered through in-depth interviews with key informants,field observations, and documentary reviews. data analysis focused on evaluatinginternal institutional capacity and the external dynamics of urban land. the findingsindicate that the cemetery\\\'s governance is transitioning from a traditional communalsystem toward a formal management structure based on a hybrid social-enterprisecemetery model. this model segregates spatial complexity into a social cluster (65%)as a sacred zone and a productive enterprise cluster (35%) as a commercialinstrument. managerial analysis reveals financial vulnerabilities stemming from areliance on fluctuating donations, technical gaps due to the absence of standardoperating procedures for excavation (the landakan system), and a high threat ofdisputes driven by the urban land crisis in south jakarta. the primary optimizationstrategy formulated is the implementation of a cross-subsidy mechanism, whererevenue surpluses from business units in the productive cluster are channeled into anendowment fund to fully finance the operational costs of the social cluster. theimplications of this study emphasize that to sustain waqf cemeteries in denselypopulated urban areas, nazhirs are required to formally secure asset legalities, improvetechnical operational standardization, and establish absolute financial independencethrough the integration of a hybrid business ecosystem without burdening thecommunal society.keywords: waqf cemetery, asset governance, hybrid model,productive waqf, cross-subsidy.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?