DETAIL KOLEKSI

Pengaruh fraud hexagon concept dengan governance, risk management, and compliance (grc) terintegrasi sebagai pemoderasi dalam mengurangi fraud pada instansi pemerintah


Oleh : Luk Luatun Yunaniah

Info Katalog

Penerbit : FEB - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Amrie Firmansyah

Kata Kunci : Fraud Hexagon, GRC, fraud, government agencies, PLS-SEM.

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_TS_MAK_123012201071_Halaman-Judul.pdf
2. 2026_TS_MAK_123012201071_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_TS_MAK_123012201071_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_TS_MAK_123012201071_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_TS_MAK_123012201071_Lembar-Pengesahan.pdf 5
6. 2026_TS_MAK_123012201071_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_TS_MAK_123012201071_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_TS_MAK_123012201071_Bab-1.pdf
9. 2026_TS_MAK_123012201071_Bab-2.pdf
10. 2026_TS_MAK_123012201071_Bab-3.pdf
11. 2026_TS_MAK_123012201071_Bab-4.pdf
12. 2026_TS_MAK_123012201071_Bab-5.pdf
13. 2026_TS_MAK_123012201071_Daftar-Pustaka.pdf
14. 2026_TS_MAK_123012201071_Lampiran.pdf 4

P Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh fraud hexagon concept terhadap fraud pada instansi pemerintah serta menganalisis peran governance, risk management and compliance (grc) terintegrasi sebagai variabel pemoderasi. elemen fraud hexagon yang diuji meliputi stimulus, capability, collusion, opportunity, rationalization dan ego. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner kepada pegawai kementerian kelautan dan perikanan. data dianalisis menggunakan partial least square-structural equation modeling (pls-sem) untuk menguji validitas, reliabilitas, serta hubungan antarvariabel dalam model penelitian. jumlah responden yang mengisi kuesioner sebanyak 163 orang sedangkan responden valid yang digunakan dalam analisis akhir berjumlah 54 responden setelah dilakukan pengelompokkan data berdasarkan jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pengalaman bekerja. hasil penelitian menunjukkan bahwa stimulus, rationalization dan ego berpengaruh positif terhadap fraud pada instansi pemerintah. selain itu, grc terbukti memoderasi pengaruh capability terhadap fraud. namun, variabel lainnya tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan sesuai dengan model yang diuji. temuan ini mengindikasikan bahwa tekanan kerja, pembenaran perilaku menyimpang, serta sikap superioritas individu masih menjadi faktor penting yang dapat meningkatkan risiko fraud di sektor publik. implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, pengawasan internal, serta budaya integritas untuk menekan potensi kecurangan. penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan grc terintegrasi perlu diarahkan tidak hanya sebagai mekanisme administratif, tetapi juga sebagai instrumen pengendalian perilaku dan pencegahan fraud secara berkelanjutan.

T This study aims to examine the effect of the fraud hexagon concept on fraud within government agencies and to analyze the role of integrated governance, risk management, and compliance (grc) as a moderating variable. the fraud hexagon elements examined in this study include stimulus, capability, collusion, opportunity, rationalization, and ego. a quantitative approach was employed using a survey method, with data collected through questionnaires distributed to employees of the ministry of marine affairs and fisheries of the republic of indonesia. the data were analyzed using partial least squares-structural equation modeling (pls-sem) to assess the validity and reliability of the measurement model and to examine the relationships among the variables in the proposed research model. a total of 163 respondents completed the questionnaires, while 54 valid responses were included in the final analysis following data grouping based on gender, educational attainment, and work experience. the results indicate that stimulus, rationalization, and ego have a positive effect on fraud in government agencies. furthermore, integrated grc was found to moderate the effect of capability on fraud. however, other variables did not demonstrate a significant effect within the tested model. these findings suggest that work pressure, the rationalization of deviant behavior, and individual feelings of superiority remain critical factors that can heighten fraud risk in the public sector. the findings further highlight the importance of strengthening governance, risk management, compliance, internal controls, and a culture of integrity to mitigate the potential for fraud. this study concludes that the implementation of integrated grc should not be limited to an administrative mechanism but should also serve as an instrument for behavioral control and sustainable fraud prevention.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?