Identifikasi delineasi kawasan kota tua tegal berdasarkan sense of place
Penerbit : FTSP - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Nurhikmah Budi Hartanti
Kata Kunci : Sense of Place, Old Town, Sequential Exploratory Mixed Methods
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_TS_MAR_152012410008_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2026_TS_MAR_152012410008_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_TS_MAR_152012410008_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_TS_MAR_152012410008_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_TS_MAR_152012410008_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_TS_MAR_152012410008_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_TS_MAR_152012410008_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_TS_MAR_152012410008_Bab-1.pdf | ||
| 9. | 2026_TS_MAR_152012410008_Bab-2.pdf |
|
|
| 10. | 2026_TS_MAR_152012410008_Bab-3.pdf |
|
|
| 11. | 2026_TS_MAR_152012410008_Bab-4.pdf |
|
|
| 12. | 2026_TS_MAR_152012410008_Bab-5.pdf | ||
| 13. | 2026_TS_MAR_152012410008_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 14. | 2026_TS_MAR_152012410008_Lampiran.pdf |
|
K Kota tua tegal merupakan kawasan bersejarah yang memiliki peran penting dalam perkembangan kota di pesisir utara jawa, ditandai oleh keberadaan bangunan tradisional dan kolonial, struktur jalan historis, serta aktivitas sosial yang membentuk identitas kawasan. delineasi kawasan yang ada masih didasarkan pada aspek geografis dan administratif, sehingga belum sepenuhnya merepresentasikan persepsi, pengalaman, dan makna masyarakat terhadap kawasan. perubahan fungsi bangunan, penurunan kualitas ruang publik, dan tekanan pembangunan modern mendegradasi karakter arsitektur, nilai historis, serta pengalaman ruang masyarakat yang memengaruhi persepsi batas kawasan. penelitian ini bertujuan mengidentifikasi delineasi kawasan kota tua tegal berdasarkan sense of place melalui integrasi place identity, place attachment, dan place dependence pada dimensi fisik, sosial dan makna. penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method sequential exploratory melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, mental mapping, serta survei menggunakan kuesioner skala likert terhadap 50 responden. data dianalisis menggunakan analisis tematik, statistik deskriptif (mean score), triangulasi, dan overlay spasial. hasil penelitian menunjukkan bahwa delineasi berbasis sense of place menghasilkan batas kawasan yang lebih kontekstual karena mempertimbangkan karakter fisik, aktivitas sosial, dan makna tempat yang dipersepsikan masyarakat. pendekatan ini memberikan dasar yang lebih representatif dalam mendukung pelestarian dan pengelolaan kawasan kota tua tegal secara partisipatif dan berkelanjutan.
T Tegal old town is a historic area that has played an important role in the development of the northern coastal region of java, characterized by traditional and colonial buildings, historic street networks, and distinctive social activities. however, the existing delineation is still based primarily on geographical and administrative aspects, which do not fully represent the community’s perceptions, experiences, and meanings associated with the area. in addition, changes in building functions, deterioration of public spaces, and urban development have gradually diminished the area\\\'s architectural character, historical value, and spatial experience. this study aims to identify the delineation of tegal old town based on sense of place by integrating place identity, place attachment, and place dependence within the physical, social, and meaning dimensions. a mixed method sequential exploratory approach was employed through field observations, in-depth interviews, mental mapping, and a likert-scale questionnaire involving 50 respondents. data were analyzed using thematic analysis, descriptive statistics (mean score), triangulation, and spatial overlay. the findings show that sense of place-based delineation produces more contextual boundaries by integrating physical characteristics, social activities, and place meanings, providing a stronger basis for participatory and sustainable conservation and management of tegal old town.