DETAIL KOLEKSI

Pengaruh tanggung jawab sosial dan lingkungan governansi korporat terhadap kinerja keuangan dengan pengungkapan iklim sebagai pemoderasi


Oleh : Yudha Puspa Yunita

Info Katalog

Subyek : Corporate governance;Social responsibility of business

Penerbit : FEB - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Regina Jansen Arsjah

Kata Kunci : Corporate Social and Environmental Responsibility, Independent Commissioners, Institutional Ownershi

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_TS_MAK_123012311001_Halaman-Judul.pdf 11
2. 2026_TS_MAK_123012311001_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_TS_MAK_123012311001_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_TS_MAK_123012311001_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_TS_MAK_123012311001_Lembar-Pengesahan.pdf 4
6. 2026_TS_MAK_123012311001_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_TS_MAK_123012311001_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_TS_MAK_123012311001_Bab-1.pdf 13
9. 2026_TS_MAK_123012311001_Bab-2.pdf 46
10. 2026_TS_MAK_123012311001_Bab-3.pdf 14
11. 2026_TS_MAK_123012311001_Bab-4.pdf 21
12. 2026_TS_MAK_123012311001_Bab-5.pdf 4
13. 2026_TS_MAK_123012311001_Daftar-Pustaka.pdf 5
14. 2026_TS_MAK_123012311001_Lampiran.pdf 1

P Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tanggung jawab sosial dan lingkungan (tjsl), komisaris independen, dan kepemilikan institusional terhadap kinerja keuangan, serta peran carbon disclosure index (cdi) sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di bursa efek indonesia periode 2022–2024. metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel. sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling dan menghasilkan 201 observasi. analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pendekatan fixed effect model (fem), didukung uji chow dan uji hausman. hasil penelitian menunjukkan bahwa tjsl berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. komisaris independen berpengaruh signifikan namun negatif terhadap kinerja keuangan, sedangkan kepemilikan institusional tidak berpengaruh signifikan. pada aspek moderasi, cdi memperlemah hubungan antara tjsl dan kinerja keuangan, memperkuat pengaruh komisaris independen terhadap kinerja keuangan, namun tidak memoderasi hubungan kepemilikan institusional terhadap kinerja keuangan. temuan ini memberikan implikasi bahwa efektivitas tata kelola dan keberlanjutan perusahaan sangat bergantung pada kualitas implementasi serta transparansi pengungkapan iklim. selain itu, hasil penelitian menegaskan bahwa pengungkapan karbon di sektor energi indonesia masih bersifat compliance-based dan belum sepenuhnya memberikan nilai tambah ekonomi.

T This study aims to examine the effect of corporate social and environmental responsibility (tjsl/csr), independent commissioners, and institutional ownership on financial performance, as well as the moderating role of the carbon disclosure index (cdi) in energy sector companies listed on the indonesia stock exchange (idx) during the 2022–2024 period. the research employs a quantitative approach using panel data. the sample was selected through purposive sampling and resulted in 201 observations. data were analyzed using panel regression with the fixed effect model (fem), supported by the chow and hausman tests. the findings indicate that csr has a positive and significant effect on financial performance. independent commissioners show a significant but negative effect, while institutional ownership has no significant effect. regarding the moderating variable, cdi weakens the relationship between csr and financial performance, strengthens the effect of independent commissioners on financial performance, but does not moderate the relationship between institutional ownership and financial performance. these results imply that the effectiveness of corporate governance and sustainability practices depends heavily on the quality of implementation and the transparency of climate-related disclosures. moreover, the study highlights that carbon disclosure in indonesia’s energy sector remains largely compliance-driven and has yet to generate substantial economic value.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?