DETAIL KOLEKSI

Efek anti bakteri dari temulawak terhadap streptococcus mutans


Oleh : Wily Renov Dasril

Info Katalog

Nomor Panggil : 612.015 WIL e

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2006

Pembimbing 1 : Melanie S. Djamil

Subyek : Biochemistry - Biomedicine

Kata Kunci : curcuma xanthoriza or temulawak, streptococcus mutans, inhibition test

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2006_TA_KG_04001271_Halaman-judul.pdf
2. 2006_TA_KG_04001271_Lembar-pengesahan.pdf
3. 2006_TA_KG_04001271_Bab-1-Pendahuluan.pdf
4. 2006_TA_KG_04001271_Bab-2-Tinjauan-pustaka.pdf
5. 2006_TA_KG_04001271_Bab-3-Kerangka-teori-dan-Hipotesis.pdf
6. 2006_TA_KG_04001271_Bab-4-Metode-penelitian.pdf
7. 2006_TA_KG_04001271_Bab-5-Hasil-penelitian.pdf
8. 2006_TA_KG_04001271_Bab-6-Pembahasan.pdf
9. 2006_TA_KG_04001271_Bab-7-Kesimpulan-dan-saran.pdf
10. 2006_TA_KG_04001271_Daftar-pustaka.pdf
11. 2006_TA_KG_04001271_Lampiran.pdf

C Curcuma xanthoriza atau temulawak adalah tanaman tradisional yang memilikiberbagai macam fungsi pengobatan, seperti anti kanker, anti radang juga untukmengobati kelainan fungsi hati dan banyak penyakit lainnya. Selain itu,temulawak juga dapat menghambat pertumbuhan berbagai macam jenis bakteri,khususnya bakteri yang dapat mengakibatkan karies seperti Streptococcus mutans.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada efekpenghambatan pertumbuhan oleh temulawak terhadap Streptococcus mutans.Metode penelitian ini adalah ekstraksi temulawak dengan cara merendam didalam etanol 70% dan membuat berbagai macam konsentrasi, yaitu 1%, 5%, 10%,15% dan 30% serta povidon iodium 1% dan 0,1% sebagai pembanding. Ujihambat tumbuh dilakukan dengan cara menuangkan sampel kedalam medialempeng agar darah yang mengandung larutan Streptococcus mutans. Pengukuranluas hambatan dapat dilakukan setelah inkubasi selama 3 hari. Hasil pengukuranmenunjukkan bahwa temulawak dapat menghambat pertumbuhan S.mutansdengan luas hambatan lebih dari 2mm. Kemudian hasil pengukuran diuji secarastatistik dengan \i)\-anova. Hambatan terbesar ditunjukkan oleh ekstraktemulawak 30%. Kesimpulannya, temulawak sebagai obat-obatan tradisionaldapat menghambat pertumbuhan dari Streptococcus mutans.

T The Curcuma xanthoriza or temulawak is a traditional plant which has variousmedicinal functions, such as anti-cancer, anti-inflammation also to cure liverdysfunctions and many others. Besides that, temulawak can also inhibit thegrowth of certain bacteria’s, especially the one that cause of caries such as Mutansstreptococci. The aim of this research is to know if there is any inhibition effectby temulawak against Mutans streptococci. The method of this research wasextracting by soaking it in 70% ethanol and made on a set of concentration 1%,5%, 10%, 15% and 30% of the temulawak along with Povidon Iodium in 0,1%and 1% concentrations as a comparison. The inhibition test is carried out bypouring the temulawak into the blood agar plate, which contains with the Mutansstreptococci (aq). Measurement the area of inhibitions is taken after three days ofincubation. The measurement implied that temulawak can inhibit Mutansstreptococci, with inhibition area more than 2 mm. Then, the result is statisticallytested with anova-test. The largest inhibition area was found in 30% concentrationof temulawak. The conclusion of this research that Curcuma xanthoriza ortemulawak as a traditional medicine can inhibit the growth of Mutansstreptococci.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?