DETAIL KOLEKSI

Usulan penjadwalan lini paralel menggunakan pendekatan algoritma kaspi-montreuil dan neighborhood-search untuk meminimasi mean tardiness pada divisi tas bagian sewing PT. Skycamping Indonesia


Oleh : Amelia Purwanti

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2004

Pembimbing 1 : Docki Saraswati

Subyek : Algorithm;Industrial management;Production control

Kata Kunci : line scheduling, parallel, algorithms, Kaspi-Montreuil, neighborhood search, mean tardiness, bundle

Status Posting : Published

Status : Tidak Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2004_TA_STI_06399023_Halaman-Judul.pdf
2. 2004_TA_STI_06399023_Lembar-Pengesahan.pdf
3. 2004_TA_STI_06399023_Bab-1_Pendahuluan.pdf
4. 2004_TA_STI_06399023_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf
5. 2004_TA_STI_06399023_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf
6. 2004_TA_STI_06399023_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf
7. 2004_TA_STI_06399023_Bab-5_Analisa-Hasil-Pengolahan-Data.pdf
8. 2004_TA_STI_06399023_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf
9. 2004_TA_STI_06399023_Daftar-Pustaka.pdf
10. 2004_TA_STI_06399023_Lampiran.pdf

P PT. SkyCamping Indonesia adalah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang garment, dan membagi produknya ke dalam 3 divisi yaitu Tenda, Outwear, dan tas dengan jenis sport duffel, backpack, computer case, roller duffel, sport equipment bag & gun case. Setiap divisi memiliki lantai produksi tersendiri. Seluruh jenis produk di produksi berdasarkan pesanan, dan semuanya untuk di eksport. Banyaknya variasi produk yang dipesan, menyebabkan SkyCamping mengalami kesulitan untuk menetapkan jadwal produksi. Pada divisi tas, keterlambatan terbesar terjadi padi bagian sewing. Hal ini disebabkan karena penjadwalan dilakukan hanya berdasarkan pengalaman tanpa adanya suatu sistem penjadwalan tertentu. Bagian sewing memiliki 23 lini produksi (parallel), 770 mesin jahit dan dengan 2.638 pekerja. Ke 23 lini produksi tersebut dapat mengerjakan berbagai macam jenis tas yang dipesan. Permasalahan yang terjadi adalah bagaimana menentukan urutan penjadwalan untuk 23 lini parallel tersebut dan bagaimana menentukan jumlah produk yang sebaiknya dikerjakan pada setiap lini hingga dapat meminimasi jumlah dan waktu keterlambatan. Algoritma Kaspi-Montreuil adalah sistem penjadwalan untuk n mesin parallel yang menitik beratkan pada minimasi mean tardiness dan tardy job dengan mempertimbangkan due date serta waktu proses dari setiap job. Metode Neighborhood-search digunakan untuk menyempurnakan algoritma Kaspi-Montreuil. Namun, dari penelitian yang dilakukan, diketahni bahwa perhitungan dengan algoritma Kaspi-Montreuil dan metode Neighborhood-search belum bisa mencapai hasil yang diinginkan karena ada beberapa job dengan jumlah produksi yang besar sekali, sehingga tidak efektif untuk mengerjakan job tersebut hanya dalam satu lini raja. Hal ini menyebabkan perlu dilakukan modifikasi dan pengembangan dari algoritma utama yang sudah ada, yaitu dengan memecah job tersebut menjadi beberapa batch dan dikerjakan pada lini yang lain. Berdasarkan basil perhitungan, dari 65 job yang ada, setelah dipecah maka menjadi 86 batch, serta diperoleh penjadwalan barn. Hasil penjadwalan baru tersebut menunjukan job yang mengalami keterlambatan (tardy job), maksimum tardiness dan mean tardiness menjadi lebih kecil dari penjadwalan mula-mula. Pada penjadwalan awal, jumlah tardy job sebesar 26, dan pada penjadwalan baru jumlah tardy job sebesar 5. Jumlah maksimum tardiness yang tadinya 117.5 jam, turun menjadi 103.2 jam. Besarnya mean tardiness pada penjadwalan yang lama adalah sebesar 14.7 jam, sedangkan pada penjadwalan barn menjadi 2.27 jam.

P PT. SkyCamping Indonesia is a garment manufacturing company that categorizes its products into three divisions: Tents, Outerwear, and Bags—the latter including sport duffels, backpacks, computer cases, roller duffels, sports equipment bags, and gun cases. Each division operates on its own dedicated production floor. All products are manufactured on a make-to-order basis and are intended exclusively for export. The high variety of ordered products makes it difficult for SkyCamping to establish an effective production schedule. Within the bag division, the most significant delays occur in the sewing section. This is because scheduling has historically been based solely on experience, lacking a formal, structured scheduling system. The sewing section comprises 23 parallel production lines, 770 sewing machines, and 2,638 workers. Each of these 23 lines is capable of producing various types of bags. The core challenge lies in determining the optimal scheduling sequence across these 23 parallel lines, as well as the appropriate production quantities for each line, in order to minimize both the number of delayed orders and the duration of those delays. The Kaspi-Montreuil algorithm is a scheduling system for $n$ parallel machines that focuses on minimizing mean tardiness and the number of tardy jobs, taking into account both due dates and the processing time for each job. A neighborhood-search method is employed to refine the Kaspi-Montreuil algorithm. However, research indicates that calculations using the Kaspi-Montreuil algorithm combined with the neighborhood-search method fail to yield the desired results; this is due to certain jobs involving such large production quantities that processing them on a single line is inefficient. Consequently, the existing algorithm requires modification and further development: large jobs are broken down into multiple batches, which are then distributed across different production lines. Based on the calculations, the original 65 jobs were divided into 86 batches, resulting in a new, optimized production schedule. The results of the new schedule show that the number of tardy jobs, the maximum tardiness, and the mean tardiness are all lower than in the initial schedule. In the initial schedule, there were 26 tardy jobs, whereas in the new schedule, this number is reduced to 5. The maximum tardiness decreased from 117.5 hours to 103.2 hours. The mean tardiness in the original schedule was 14.7 hours, while in the new schedule, it is 2.27 hours.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?