Penerapan teknik pengendalian kualitas untuk meningkatkan kapabilitasproses produksi gelas tipe P4-10BF pada PT. X
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2002
Pembimbing 1 : Pudji Astuti
Subyek : Industry - Quality control;Production - Process;Process control - Statistical methods
Kata Kunci : technique, quality control, capability, production process, P4-10BF type glass, PT. X
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2002_TA_STI_06398124_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2002_TA_STI_06398124_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2002_TA_STI_06398124_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2002_TA_STI_06398124_Bab-2_Landasan-Teori.pdf |
|
|
| 5. | 2002_TA_STI_06398124_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2002_TA_STI_06398124_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 2002_TA_STI_06398124_Bab-5_Analisa-Hasil.pdf |
|
|
| 8. | 2002_TA_STI_06398124_Bab-6_Implementasi-Usulan.pdf |
|
|
| 9. | 2002_TA_STI_06398124_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 10. | 2002_TA_STI_06398124_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 11. | 2002_TA_STI_06398124_Lampiran.pdf |
|
H Hadirnya beberapa produsen yang memproduksi produk yang sama telah mendorong terjadinya persaingan yang ketat antar produsen dan juga kekritisan konsumen dalam menilai kualitas suatu produk. Bertolak dari kenyataan tersebut masalah kualitas kemudian diangkat menjadi suatu permasalahan yang hams dihadapi oleh PT.X. Langkah selanjutnya yang dilakukan adalah merumuskan pokok permasalahan yang akan dikaji dalam Tugas Akhir ini. Adapun pokok permasalahan yang ditemukan adalah terletak pada kualitas gelas yang masih belum memadai disebabkan oleh belum tepatnya pengendalian kualitas yang dilakukan oleh PT. X. Berdasarkan penelitian awal gelas tipe P4-10BF dipilih untuk mewakili produk yang akan dianalisa. Hasil dari penelitian tersebut menyatakan bahwa kualitas produk gelas yang dihasilkan oleh PT.X dinilai dari 2 segi yaitu kualitas fisik dan kualitas fungsi. Dengan menggunakan alat bantu Statistical Process Control kemudian dilakukan penganalisaan proses produksi aktual yang ada sekarang. Hasil dari SPA: yang dinyatakan dalam bentuk kapabilitas proses (kapabilitas proses mencapai kualitas fisik adalah sebesar 0.8303 dan kapabilitas proses untuk mendapai kualitas fungsi adalah sebesar 0.898) menunjukkan letak permasalahan kualitas yang dialami PT.X adalab terletak pada kapabilitas proses yang dinilai rendah dalam mencapai suatu kualitas yang diinginkan dan dalam hal ini terjadi dalam pencapaian kualitas fungsi gelas. Penelitian kemudian dilanjutkan dengan mencari akar permasalahan yang mendasari terjadinya penyimpangan kualitas fungsi tersebut dan sebagai hasilnya ditemukan bahwa penyebab utama tidak tercapainya kualitas fungsi gelas tipe P4-10BF adalah terletak pada belum tepatnya pengesetan temperatur zone kritis oven annealing dan juga pengesetan kecepatan produk melewati oven annealing. Dan hasil pengolahan data dan analisis yang dilakukan dengan menggunakan metode Taguchi didapatkan suatu setting oven annealing barn yang dinilai optimum yaitu : Temperatur oven annealing zone I adalah 525 derajat celcius, Temperatur oven annealing zone II adalah 240 derajat celcius, Temperatur oven annealing zone III adalah 515 derajat celcius, Temperatur oven annealing zone IV adalah 485 derajat celcius, Kecepatan produk melewati proses annealing adalab 49 cm/men:it dan penilaian ini kemudian dikuatkan oleh pengirnplementasian setting tersebut pada PT. X yang ternyata menghasilkan peningkatan kapabilitas proses produksi gelas tipe P4-10BF dalam mencapai kualitas fungsinya yaitu dari 0.898 menjadi 1.319.
T The presence of multiple manufacturers producing identical products has driven intense competition and made consumers more critical when evaluating product quality. Consequently, quality has become a key issue that PT. X must address. The next step involved defining the core problem to be examined in this final project: the glass quality was inadequate due to ineffective quality control measures at PT. X. Preliminary research led to the selection of the P4-10BF glass model as the representative product for analysis. The study evaluated the quality of the glass produced by PT. X based on two aspects: physical quality and functional quality. Statistical Process Control (SPC) tools were used to analyze the current actual production process. The SPC results—expressed in terms of process capability (0.8303 for physical quality and 0.898 for functional quality)—revealed that the quality issue stemmed from low process capability in achieving the desired standards, specifically regarding the glass's functional quality. Further research sought the root causes of these functional quality deviations; the primary causes were identified as incorrect temperature settings in the critical zones of the annealing oven and improper settings for the product's speed through the oven. Data processing and analysis using the Taguchi method yielded a new, optimal set of annealing oven parameters: Zone I temperature at 525°C, Zone II at 240°C, Zone III at 515°C, Zone IV at 485°C, and a product speed of 49 cm/minute through the annealing process. These findings were subsequently validated through the implementation of these settings at PT. X. X, which ultimately resulted in an increase in the production process capability for P4-10BF type glass in achieving its functional quality—specifically, from 0.898 to 1.319.