Analisa hubungan pengaruh motivasi kerja karyawan terhadap semangatkerja karyawan pada PT. Tanjung Raya Plywood
Penerbit : FTI - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2003
Pembimbing 1 : Tri Wulandari SD
Subyek : Industrial management;Personal management;Human engineering
Kata Kunci : motivation, work, employees, enthusiasm, PT. Tanjung Raya Plywood
Status Posting : Published
Status : Tidak Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2003_TA_STI_06398336_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2003_TA_STI_06398336_Lembar-Pengesahan.pdf | ||
| 3. | 2003_TA_STI_06398336_Bab-1_Pendahuluan.pdf | ||
| 4. | 2003_TA_STI_06398336_Bab-2_Landasan-Teori.pdf |
|
|
| 5. | 2003_TA_STI_06398336_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf |
|
|
| 6. | 2003_TA_STI_06398336_Bab-4_Pengumpulan-dan-Pengolahan-Data.pdf |
|
|
| 7. | 2003_TA_STI_06398336_Bab-5_Analisa-Data.pdf |
|
|
| 8. | 2003_TA_STI_06398336_Bab-6_Usulan.pdf |
|
|
| 9. | 2003_TA_STI_06398336_Bab-7_Kesimpulan-dan-Saran.pdf | ||
| 10. | 2003_TA_STI_06398336_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 11. | 2003_TA_STI_06398336_Lampiran.pdf |
|
S Sumber daya pada perusahaan terdiri dari manusia, material, mesh', metode kerja, dan model. Dan berbagai amber daya tersebut, manusia merupakan unsure terpenting, karena pendayagunaan sumber pentsahaan yang lain sepenulmya dilakukan oleh manusia. Dengan demikian PT. Tanjung Raya Plywood yang bergerak dalam industri perkayuan sangat mengahrapakan agar setiap karyawan menjalankan pekerjaannya dengan baik sesuai dengan keinginan dan kebutuhan perusahaan. Adapun pokok permasalahan dalam penelitian ini yaitu perusahaan ingin mengetahui bagaimana pengaruh tingkat motivasi kerja terhadap semangat kerja karyawan. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk menganalisis tingkat motivasi kerja karyawan secara keseluruhan maupun berdasarkan tiap faktor, untuk menganalisis tingkat semangat kerja karyawan secara keseluruhan maupun berdasarkan tiap faktor, untuk menganalisis tingkat absensi karyawan dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2002, untuk menganalisis tingkat perputaran karyawan dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2002, untuk menganalisis hubungan antara motivasi kerja dengan semangat kerja karyawan, untuk mengetahui hubungan motivasi kerja perusahaan berdasarkan ciri—ciri demografik (jenis kelamin,usia, pendidikan, dan lama bekerja), untuk mengetahui hubungan semangat kerja perusahaan berdasarkan ciri—ciri demografik (jenis kelamin,usia, pendidikan, dan lama bekerja), memberikan usulan dalam memperbaiki tingkat motivasi kerja karyawan. Dalam perancangan kuesioner penelitian untuk variabel bebas (motivasi kerja) maka item-item pertanyaan dibuat berdasarkan sepuluh faktor motivasi kerja yang dikemukakan Stan Kossen. Untuk variabel terikat (semangat kerja) item-item pertanyaan dibuat berdasarkan indikator-indikatornya yaitu produktivitas kerja, tingkat absensi, laborn turn over, tingkat kerusakan, kegelisahan, tuntutan, pemogokan. keterlambatan, kebanggaan dalam bekerja, dan sabotase. Data mentah yang diperoleh dari basil penyebaran kuesioner selanjutnya digunakan pada tahap pengolahan data. Adapun teknik-teknik pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif pengujian tabel. silang, dan korelasi Spearman. Berdasarkan basil pengolahan data, dapat diketahui bahwa tingkat motivasi kerja karyawan tinggi dan cukup tinggi. Dan basil pengukuran tingkat semangat kerja karyawan maka seluruh karywan departemen repairing pada umumnya meiniliki semangat kerja yang tinggi. Disamping itu motivasi kerja karyawan memiliki hubungan yang cukup kuat dan positif terhadap semangat kerja karyawan dimana hal ini ditunjukkan oleh koefisien korelasi Spearman yang diperoleh yaitu sebesar +0.311. Dari basil tabulasi silang yang dilakukan dapat diketahui bahwa ada hubungan antara motivasi kerja dengan jenis kelamin dan lama bekerja. Sedangkan untuk semangat kerja dapat diketahui bahwa adanya hubungan dengan usia karyawan. Untulc meningkatkan tingkat motivasi kerja yang ada di dalam perusahaan dengan cara membuat peraturan dan kebijaksanaan bane untuk lebib imeningkatkan semangat karyawan dalam bekerja. Peraturan dan kebijaksanaan perusahaan bane yang diusulkan antara lain adalah:kenaikan jabatan karyawan dan pemberian bonus hari raya dan tahun Menilai kualitas pengawasan/ supervisor di lantai produksi dengan baik adalah :pengawas yang hendaknya mempunyai keterampilan manusia (human skill) adalah penting karena mereka berhadapan dengan masala.h-masalah antarpribadi sehari-hari dalam pabrikasi dan pendidikan, seorang supervisor produksi dan kepala bagian butuh lebih banyak keterampilan manusia dan mempunyai keterampilan teknik (technical skill) adalah keterampilan untuk menggunakan pengetahuan, teknik — teknik dan sumber sumber daya tertentu dalam melaksanakan pekerjaan, jadi kalau ada seorang karyawan yang menanyakan tentang kegiatan atau cara kerja mesin di lantai produksi maka supervisor tersebut akan menjawabnya dengan jelas. Kedua keterampilan tersebut sangat diperlukan seorang supervisor pabrikasidan pengawasan perlu tetapi dilakukan dengan tidak terlalu ketat karena bila sistem pengawasan terlalu mengikat maka akan timbul perasaan tidak tenang pada diri karyawan selama bekerja dan hal ini akan mempengaruhi basil kerja. Tidak hanya prestasi yang hams diperhatikan pengakuan atas basil kerja karyawan juga barns dipertimbangkan untuk mengakui bahwa bawahan mempunyai andil di dalam usaha pencapaian tujuan, dengan pengakuan tersebut pegawai akan lebili mudah dirnotivasi kerjanya. Hal tersebut dapat membuat karyawan menjadi terpacu untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan benar. Jadi karyawan perlu mendapat umpan balik secara teratur dari orang yang menerima basil kerjanya, dari atasannya, dan dari standar prestasi yang telah ditetapkan dan para karyawan terkadang memerlukan pujian. baik secara tunum, pribadi ataupun kedua-duanya dan sebaiknya secara tertulis untuk memberi para karyawan semangat untuk melakukan pekerjaannya. Perusahaan hares memeperhatikan pengakuan karyawan yang diberikan tidak monoton dan dilakukan pergiliran kerja yang dapat mengurangi tingkat kebosanan. Jadi pelaksanaan pekerjaan itu cukup bervariasi dan karyawan dapat merencanakan peketjaan dengan bebas sehingga memperoleh cam kerja yang efektif. Perin diadakan pelatihan pelatihan sehingga dapat meningkatkan keterampilan karyawan. Oleh karena. pekerjaan itu hams dirancang untuk memberikan tantangan dan variasi dimana karyawan hares memahami apa yang diharapkan dari dirinya. Setelah memasukkan kedua unsur diatas kedalam pekerjaan mereka, maka unsur tantangan dan variasi tersebut akan sangat efektif dalam mengurangi tingkat kejenuhan dan kebosanan kerja karyawannya dan dapat meningkatkan semangat kerja bagi karyawan. karena mereka merasa tertantang untuk menyelesaikan pekerjaan dengan sebaik mungkin.
R Resources in a company consist of people, materials, mesh, work methods, and models. And of these various resources, humans are the most important element, because the utilization of other company resources is actually carried out by humans. Thus, PT. Tanjung Raya Plywood, which operates in the wood industry, really hopes that every employee carries out their work well in accordance with the wishes and needs of the company. The main problem in this study is that the company wants to know how the level of work motivation influences employee work enthusiasm. The purpose of this study is to analyze the level of employee work motivation as a whole and based on each factor, to analyze the level of employee work enthusiasm as a whole and based on each factor, to analyze the level of employee absence from 1999 to 2002, to analyze the level of employee turnover from 1999 to 2002, to analyze the relationship between work motivation and employee work enthusiasm, to determine the relationship between company work motivation based on demographic characteristics (gender, age, education, and length of service), to determine the relationship between company work enthusiasm based on demographic characteristics (gender, age, education, and length of service), to provide suggestions for improving the level of employee work motivation. In designing the research questionnaire for the independent variable (work motivation), the question items were made based on the ten factors of work motivation proposed by Stan Kossen. For the dependent variable (work enthusiasm), the question items were made based on the indicators, namely work productivity, absenteeism, labor turnover, damage level, anxiety, demands, strikes, delays, pride in work, and sabotage. The raw data obtained from the results of the questionnaire distribution were then used in the data processing stage. The data processing techniques used in this study are descriptive statistics, cross-tabulation, and Spearman correlation. Based on the results of data processing, it can be seen that the level of employee work motivation is high and quite high. And the results of measuring the level of employee morale show that all employees in the repairing department generally have high work morale. In addition, employee work motivation has a fairly strong and positive relationship with employee work morale, as indicated by the Spearman correlation coefficient obtained, which is +0.311. From the results of the cross-tabulation, it can be seen that there is a relationship between work motivation and gender and length of service. Meanwhile, work morale can be seen that there is a relationship with employee age. To increase the level of work motivation in the company by creating regulations and policies to further increase employee enthusiasm in working. The proposed company regulations and policies include: employee promotions and holiday and annual bonuses. Assessing the quality of supervision/supervisors on the production floor well is: supervisors who should have human skills are important because they deal with daily interpersonal problems in manufacturing and education, a production supervisor and section head need more human skills and have technical skills is the skill to use knowledge, techniques and certain resources in carrying out work, so if there is an employee who asks about activities or how the machine works on the production floor then the supervisor will answer clearly. Both skills are very necessary for a manufacturing supervisor and supervision is necessary but is not done too strictly because if the supervision system is too binding it will cause feelings of unease in employees during work and this will affect the work results. Not only achievements that must be considered, recognition of employee work results should also be considered to acknowledge that subordinates have a role in achieving goals, with this recognition employees will be more easily motivated in their work. This can make employees motivated to complete their work well and correctly. So employees need to receive regular feedback from the person who receives the results of their work, from their superiors, and from the established performance standards and employees sometimes need praise, either in person, personally or both and preferably in writing to give employees the motivation to do their work. The company must pay attention to the recognition given to employees is not monotonous and is